
Allan mengenalkan Giany kepada beberapa teman yang malam itu turut hadir bersama istri masing-masing. Terlihat malu, ia hanya tersenyum tipis. Di hadapannya adalah beberapa orang penting yang tampak sangat berkelas. Ia bahkan merasa tidak cocok berada di antara orang-orang tersebut.
"Giany, kenalkan, teman-temanku. Ini Dokter Willy, kamu pasti sudah tahu, kan? Dia pimpinan RSCH."
"Iya." Sambil mengulurkan tangan menjabat Dokter Willy dan istrinya.
"Kalau ini Dokter Marchel dan istrinya, Sheila Darmawan. Bu Boss, pemilik Darmawan Group, juga rumah sakit tempatku bekerja."
Menyadari siapa yang tengah menyambutnya dengan ramah, Giany pun terkejut. Ia tidak menyangka bahwa Allan bisa berteman dan cukup akrab dengan orang-orang itu. Bahkan mereka bersikap sangat ramah.
"Kak Allan, ini siapa?" tanya wanita berparas cantik itu dengan antusias. "Kenapa aku belum pernah lihat sebelumnya?"
Giany menunduk sesaat setelah mendengar pertanyaan itu. Betapa tidak, dirinya hanyalah seorang pengasuh. Dan sebabnya lah Giany merasa tidak layak berada di antara mereka yang kaya dan memiliki status sosial tinggi.
Dokter Allan akan jawab apa, ya? Kalau dia bilang aku adalah pengasuh Maysha, dia pasti akan malu sendiri. Giany, pesta seperti ini tidak cocok untukmu. Kamu hanya orang biasa, sedangkan mereka dari kelas atas. batin Giany.
__ADS_1
"Dia ... teman istimewa," jawab Allan santai sambil menggenggam erat jemari Giany. Seolah melalui genggaman itu ia ingin mengalirkan rasa percaya diri kepada Giany.
Ya, wanita itu tidak menyangka bahwa Allan akan menjawab demikian. Layaknya sebuah pengakuan yang mengangkat derajat seorang wanita biasa seperti Giany. Tanpa sadar ia menoleh, menatap lekat wajah Allan.
"Wah, teman istimewa? Sepertinya aku ketinggalan berita, ya?"
"Makanya jangan kebanyakan menghabiskan waktu dengan Marchel. Jadinya ketinggalan banyak info penting," celetuk seorang pria membuat tawa renyah terdengar.
"Oh, ya ... Giany, ini Wiratama Abimanyu. Teman juga. Dan itu istrinya, Via."
Giany melirik seorang wanita yang berpenampilan tidak begitu mencolok, tetapi sangat elegan. Sama seperti yang lain, ia juga sangat ramah.
π»π»π»π»π»
Sementara di sudut lain, sepasang mata masih menatap mereka geram. Desta tidak pernah menyangka bahwa Allan akan membawa Giany untuk berbaur dengan teman-temannya.
__ADS_1
Bagaimana pun juga, Giany masih istriku dan aku berhak atas dirinya. Batin Desta.
Hanya tersisa jarak beberapa meter lagi, namun langkah Desta seketika terhenti. Laki-laki itu tampak terkejut. Bukan hanya karena keberadaan Sheila Darmawan, sang pewaris tunggal kerajaan Darmawan Group. Tetapi juga Rayhan Anggara, yang kini menjabat CEO di perusahaan itu---terlihat tengah menghampiri Dokter Allan. Mereka bahkan terlihat cukup dekat, terlihat dari interaksi antara keduanya. Membuat desta diam dan tak berkutik di tempatnya berdiri.
βItu kan Pak Rayhan. Kenapa sepertinya dia lumayan akrab dengan si Allan itu ya? Bukannya Pak Rey itu orang yang sulit didekati? Sebenarnya siapa Allan ini, bahkan Pak Rey sendiri yang datang menghampirinya. Aku pikir dia hanya seorang dokter biasa.β
Ia mundur beberapa langkah setelahnya. Akal sehatnya cukup cerdas untuk mengingatkan bahwa dirinya tidak boleh gegabah. Bisa-bisa akan rugi sendiri, karena Allan bukanlah seseorang yang mudah dihadapi. Apa lagi mengingat promosi kenaikan jabatan yang bisa saja hancur jika salah langkah.
Tetapi melihat betapa dekatnya Allan dan Giany membuat kecemburuan terasa membakar tubuhnya. Giany tampak cukup nyaman berada di bawah perlindungan Allan, terlihat dari senyum yang menghiasi wajahnya. Desta hanya menatap nanar. Ia sungguh menyesal dan menginginkan Giany kembali.
Sementara Allan sangat menikmati obrolan dengan Rayhan dan juga beberapa teman lainnya. Ekor matanya melirik ke belakang sana. Ia sadar betul, sejak tadi Desta ingin menghampiri dirinya dan Giany. Tetapi ia tidak akan memberi celah sedikitpun kepada laki-laki itu untuk mengusik Giany lagi. Sebuah senyum penuh makna terbit di sudut bibirnya kala menemukan ide licik di benaknya.
βGiany β¦ kemari, jangan jauh-jauh!β bisik Allan membuat Giany terkesiap. Allan menarik lengannya, sehingga tubuh wanita itu menempel dengannya. Lalu tanpa peduli apapun, ia merangkul pinggang Giany dengan posesifnya, membuat kemarahan Desta tak dapat dibendung lagi.
Brengsekk!!! maki Desta dalam hati.
__ADS_1
Rasakan kamu! Memang enak istrimu direbut orang? ucap Allan dalam batin.
π»