Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 120


__ADS_3

“Sejak Giany hamil, Bu,” jawab Allan. “Mungkin efek ngidam.”


“Ooh ... Jadi ceritanya kamu yang ngidam nih?”


“Kayaknya sih, Bu.” Ia meraih segelas air putih yang baru saja diletakkan Giany ke hadapannya, meneguk dengan santai.


Giany mengoles selai nanas ke atas roti tawar, lalu meletakkan di piring sang suami. Allan pun menyambar dengan cepat.


"Mas, temannya Mas yang namanya Arnold jadi ikut?"


Uhuk uhuk!


Allan tersedak roti tawar yang akan melewati kerongkongannya. Seolah Giany baru saja menjatuhkan bom atom tepat menghantam jantung dan membuat runtuh harga diri Allan. Ia lalu melirik Giany dengan pasrah.


Tolong jangan tanya soal Arnold! Kalau tidak ibu akan cari terus sampai dapat jawaban. Mau jawab bohong kan nanti kualat sama ibu sendiri. Kenapa apes begini sih.


Benar dugaan Allan. Mendengar nama asing itu, jiwa wartawan Bu Dini kembali mendominasi.


“Arnold itu siapa, Allan?”

__ADS_1


Nah kan, sudah jadi Sherlock Holmes sekarang ibu.


Allan berdehem pelan. “Bukan siapa-siapa, Bu. Cuma teman lama yang tidak penting.”


Ia buru-buru menjawab sebelum Giany mengeluarkan kalimat yang akan membuatnya malu lebih jauh.


“Terus kenapa dia harus ikut kalian? Bukannya kalian liburan sekalian bulan madu ya, makanya ibu sama Maysha tidak boleh ikut? Lah, ini ada orang asing yang ikut.”


Allan terdiam seraya meraba tengkuk. Pertanyaan Bu Dini kali ini penuh dengan nada curiga.


"Arnold itu-- Hmm..." Ucapan Giany menggantung karena mulutnya lebih dulu dibekap oleh Allan yang kini tersenyum pasrah.


"Sayang, kalau di meja makan tidak boleh terlalu sering ngobrol. Nanti keselek."


“Memang kenapa? Meja meja makannya keren begini kok.”


“Lagi ngidam mau punya ruang makan lesehan yang keren." Bermaksud mengalihkan pembicaraan agar semua orang melupakan pembicaraan perihal Arnold.


"Tidak usah, begini sudah nyaman kok. Mahal ini meja."

__ADS_1


"Kan enak kalau lesehan. Seperti keluarga bahagia yang makannya lesehan. Ala-ala Jepang gitu, Bu. Meja ini jelek."


Kali setelah ganti ke ruang makan lesehan, apesnya bisa berkurang biar cuma 0,01 persen.


“Ooh ... Kirain kamu kena sindrom julid sama meja. Biasanya kan kamu julid sama si Amir, Beni, Siska, sekarang segala meja makan juga dijulidin.


"Hehe ... habis Amir, Siska, Beni, sama meja makan itu sama. Semuanya nyebelin."


"Kamu yang nyebelin, bukan mereka. Siapa tadi namanya teman lama kamu, Arnold ya? Apa jangan-jangan dia korban julid kamu yang baru?"


Allan terdiam.


Nasib punya ibu jahil level mematikan. Perfecto sialicious! Harry Potter, tolong kasih aku mantra expecto patronum saja lah biar menghilang kayak dementor. batin Allan.


🌻🌻


Awok awok ....


Readerlicious galakly : Thor yang bener aja donk, Giany ini polos apa bodoh sih? ABG gak gitu amat kali polosnya.

__ADS_1


Otorlicious Cantikly : Jadi aku suka banget sama karakter Dinda di Film 5CM yang diperankan oleh Pevita Pearce. Polos nya dia cenderung nyebelin dan bodoh. Karakter Giany terinspirasi dari sana. Sudah pernah nonton film 5CM kan??? Gimana si Zafran terus ngerayu si Dinda, tapi Dinda gak pernah ngeh.


Sama kayak Dokter Allan yang terus modusin Giany, tapi yang dimodusin gak pernah peka.


__ADS_2