
"Iya, Ren. Dokter Allan pasti akan memecat Desta. Apalagi setelah beberapa masalah yang ditimbulkan Desta. Sekarang bagaimana nasibnya?"
Rendy bergidik. "Jujur, aku tidak berani membayangkan, Lun. Karier Desta di May-Day sudah pasti tamat. Jangankan jabatan manager, tidak dipecat secara tidak terhormat saja sudah beruntung si Desta."
Raut wajah Aluna mendadak berubah sedih. Sebab Desta lah dirinya masih bertahan bekerja di May-Day. Rencana kepindahannya ke Bali pun ia batalkan demi mengejar kembali cinta Desta yang telah hilang darinya.
"Lun, sebenarnya hubungan kamu sama Desta gimana sih?" tanya Rendy.
"Begitu lah, Ren. Desta tidak menginginkan aku lagi. Sekarang aku tidak lebih dari teman baginya."
Menatap Aluna dengan iba, Rendy mengusap bahu temannya itu. Ia tahu Aluna tipe wanita yang baik dan tidak mau menjadi orang ketiga, sehingga dirinya pernah menjauhi Desta. Tak disangka, Desta malah terobsesi dengan Giany setelah kehilangan. Dan hal itu membuat Aluna sedih.
"Sabar ya, Lun. Aku akan bantu kamu untuk mendapatkan Desta lagi. Biar dia bisa move on dari Giany. Desta kan tidak mungkin bisa merebut Giany dari Dokter Allan."
"Sekarang kan Giany jadi bu bos kita, Ren."
"Kamu benar. Giany beruntung ya, lepas dari karyawannya malah dapat bosnya."
Aluna tidak menyahut. Kini yang ada di benaknya hanya Desta. Pandangannya menyapu seisi ruangan. Sudah beberapa menit Desta pergi ke toilet, namun tak juga kembali.
Di sudut lain, dari kejauhan Desta menatap Allan yang sedang berbincang dengan Pak Ardan. Ia bersandar di balik sebuah pilar besar. Teringat segala perjuangannya meniti karier di May-Day dari nol, yang kini harus berakhir sia-sia karena kesombongannya sendiri.
"Sekarang dia pasti akan memecatku secara tidak terhormat," gumamnya.
🌻
🌻
__ADS_1
🌻
Giany berjalan bolak balik dengan gelisah menunggu kepulangan suaminya. Sudah pukul sembilan malam, namun Allan belum juga kembali. Separuh hatinya khawatir jika Desta melakukan sesuatu untuk mempermalukan Allan.
Ia duduk di bibir tempat tidur, jarinya saling meremas mewakili rasa gelisahnya. Ingin menghubungi melalui telepon, tetapi takut mengganggu jika acara penting itu masih berlangsung.
“Kenapa Mas Allan belum pulang ya ... Apa jangan-jangan Mas Desta membuat masalah? Bagaimana kalau Mas Allan nanti pulang dalam keadaan marah.”
Giany menatap pantulan dirinya di cermin. Berpikir dan berpikir. Ah, dapat ide! ada satu cara meredakan kemarahan suami ala novel. Giany ingat, gaun tidur tipis pemberian mertuanya beberapa hari lalu. Jika digunakan, konon katanya mampu meredakan kemarahan suami walaupun sudah berada di level mematikan.
Ia beranjak menuju lemari. Mengeluarkan gaun tipis kurang bahan itu dari paper bag.
“Aku akan menyambut Mas Allan dengan ini, biar kemarahannya berkurang.”
Dengan segera, wanita itu masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Ia menatap geli pantulan dirinya di cermin.
“Apa jangan-jangan terjadi sesuatu. Aku jadi takut.”
Baru saja ia akan menghubungi Allan melalui ponselnya, pintu sudah terbuka. Allan muncul dari balik pintu.
Sontak laki-laki itu terlonjak melihat Giany berdiri di balik pintu dengan pakaian terbuka. Kedua bola matanya melotot, jantungnya seolah akan melompat keluar. Ia bahkan menatap dengan teliti dari ujung kaki ke ujung kepala untuk memastikan makhluk di depannya benar-benar istrinya atau jelmaan.
“Sa-sayang ... kamu kenapa berpakaian begini?”
Giany tersenyum menggoda layaknya adegan istri dalam novel yang sempat dibacanya. Melingkarkan tangan di leher suaminya dan memberi kecupan di pipi kanan dan kiri.
“Ini kan pakaian wajib istri di kamar ala novel, Mas.”
__ADS_1
Allan mengatupkan bibirnya menahan tawa. "Wah, kamu usaha banget ya untuk cari perhatian dari aku." Berusaha menggoda, padahal dirinyalah yang selama ini mati-matian melakukan apapun demi mendapat perhatian dari Giany.
“Memang Mas tidak suka?”
“Suka, tapi nanti kamunya masuk angin.” Allan meraih jubah piyama miliknya yang menggantung di sudut ruangan, kemudian membalut tubuh Giany. “Kamu tidak habis keluar kamar dengan pakaian ini kan?”
“Ya tidak, Mas. Masa aku mau keluar dengan pakaian seperti ini. Memang Mas mau aku keluar kamar pakai baju ini?”
“Jangan lah, itu kue serabi, dorayaki sama squishy nya kelihatan semua.”
🌻
Giany \= ?????
tebak mana dorayaki, mana serabi dan yang mana squishy nya. 🙈
Yang kemarin salfok sama slogan berdiri, keras dan kuat, akoh jawablicious yaa
niiihhh
semen woyyyy semennnn!!! bukan anu 😂😂😂😂
semen andalan warga Makassar dan sekitarnya. 🤭
Akohh otor kalem dan budiman, kalian yang barbarlicious travelicious kemana-mana.
__ADS_1