Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 75


__ADS_3

Prank! Prank!


Pecahan kaca berhamburan di lantai diiringi suara teriakan frustrasi yang menggema. Ruangan berukuran 6x5 meter itu telah berantakan bagai diterjang badai. Ayra menjambak rambutnya yang tergerai, menangis sejadi-jadinya dengan meringkuk di lantai.


“Allan ...,” gumamnya diiringi isak tangis.


Wanita yang kini berusia 32tahun itu sedang tenggelam dalam lautan penyesalan yang dalam. Harapannya untuk merajut kembali hubungan yang telah lama usai tinggal angan-angan belaka. Nyatanya, segala usaha yang ia lakukan untuk memisahkan Allan dan Giany malah semakin mendekatkan keduanya.


“Bagaimana bisa Allan melupakan aku dan mengganti posisiku dengan perempuan seperti Giany? Aku jauh lebih layak dari wanita itu!”


Tangisnya semakin pecah tatkala pandangan matanya menangkap foto pernikahannya dengan Allan yang menggantung di dinding. Betapa bahagianya mereka saat itu.


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu terdengar. Tanpa menunggu sahutan dari Ayra, seorang gadis masuk ke dalam ruangan itu. Lia, asisten rumah tangga Ayra tampak sangat terkejut melihat seisi kamar yang berantakan.


“Bu Ayra ... Di depan ada—”


“Aku sedang tidak mau bertemu dengan siapapun!” bentaknya membuat gadis itu terlonjak. “Keluar dari sini!”

__ADS_1


“Maaf, Bu ... Tapi di depan ada ...” Ia menggantung ucapannya seolah takut berbicara. Tatapan Ayra cukup membuatnya merinding. “Ada po-polisi, Bu.”


Mata Ayra membulat mewakili rasa terkejutnya saat melihat beberapa pria berseragam cokelat berdiri tepat di belakang Lia.


“Polisi? Mau apa mereka kemari?”


“Kami membawa surat penangkapan atas nama Ayra Maeva. Menurut saksi, Bu Ayra terduga sebagai pelaku pembakaran restoran beberapa hari lalu. Kami juga menerima laporan dari Dokter Allan Hadikusuma, bahwa Bu Ayra telah berusaha mencelakai istrinya yang bernama Giany Namira.”


Ayra gelagapan. Tangannya tiba-tiba gemetar dengan wajah memucat. Bukti? Bukankah seharusnya tidak ada bukti apapun tentang perbuatannya mengunci Giany di restoran? Sebelumnya ia telah menyuap seorang karyawan restoran dengan sejumlah uang yang tidak sedikit, untuk mematikan rekaman CCTV yang ada di dapur dan pintu toilet.


Ketakutannya kian bertambah saat menyadari alat hisap sabu yang ia gunakan tadi masih berada di atas meja nakas. Kali ini tamatlah riwayat kariernya.


“Untuk itu, Bu Ayra bisa jelaskan nanti di kantor.”


Semua mata tertuju pada Ayra saat berjalan keluar dari apartemennya dengan dikawal beberapa anggota kepolisian. Di antaranya ada yang saling berbisik, ada pula yang menatap heran. Ya, itu adalah Ayra Maeva, seorang model terkenal yang tidak hanya cantik, namun juga cerdas. Kasus apakah yang menjeratnya sehingga harus berurusan dengan hukum? Mungkin seperti itu arti tatapan orang-orang.


🌻


🌻

__ADS_1


🌻


Sore hari Giany sedang berbelanja ke sebuah minimarket tak jauh dari rumah yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Ia membawa Maysha bersamanya. Gadis kecil yang tadinya pemarah dan sering murung itu kini menjelma menjadi periang, dan sepertinya tidak mau jauh dari sang bunda.


"Bunda, boleh beli ini?" Maysha menunjukkan beberapa permen yang ia ambil dari rak.


Giany tersenyum sambil memperhatikan beberapa jenis permen yang dipilih Maysha. "Boleh, Sayang. Tapi jangan banyak-banyak. Nanti giginya bolong loh."


"Iya, Bunda." Maysha memasukkan beberapa permen ke dalam troli belanjaan, kemudian mengembalikan sebagian ke rak.


Giany mendorong troli menuju rak khusus susu. Di rumah persediaan susu Maysha sudah hampir habis. Ia memilih dua varian rasa, cokelat dan vanila. Pandangannya kemudian mengarah pada rak teratas di mana susu untuk program kehamilan tertata rapi.


Teringat obrolannya tadi pagi dengan Allan, yang menyarankan agar sebaiknya jangan hamil dulu, setidaknya sampai enam bulan setelah mengalami pendarahan. Artinya, ia harus bersabar menunggu dua bulan lagi. Giany menghela napas panjang sambil menatap kotak susu di genggamannya.


"Siapa sangka ya, aku menikah dua kali dalam satu tahun. Kalau ibuku masih ada, pasti bilangnya ini memalukan."


Mendadak wajah Giany murung mengingat sang ibu yang pergi untuk selamanya setelah terkena serangan jantung mendapati putrinya hamil di luar nikah. Ia hampir menangis, akan tetapi dalam beberapa saat kembali tersenyum setelah mengingat kelakuan konyol suaminya yang mengajari Maysha meminta seorang adik bayi.


"Dasar suamiku tukang modus. Padahal dia kan yang mengajari Maysha meminta adik. Tapi setelah dapat jatah, malah menyarankan supaya jangan hamil dulu. Gimana sih?"

__ADS_1


🌻🌻🌻


__ADS_2