Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 95


__ADS_3

“Desta, tolong bawa ini sekalian ke ruangan Pak Ardan, ya ...” Allan menyerahkan beberapa map ke tangan Desta.


“Baik, Pak.”


Setelahnya, laki-laki itu segera keluar dari ruangan sehingga Giany melepas tangannya yang melingkar di tubuh Allan. “Mas, aku pulang saja ya.”


“Janganlah. Masa pulang. Memang kamu bosan di sini ya?” Allan mengedarkan pandangan menyapu setiap bagian ruangan itu. “Ruangannya si Beni ini memang membosankan dan tidak keren. CEO masa tidak ada kamar khusus di dalam ruangannya, sama pintunya tidak pakai remote seperti di novel-novel.”


Giany termangu. Ketika suaminya sibuk membandingkan kehidupan CEO di dunia nyata dan di novel, ia hanya mampu menarik napas dalam. Hidup memang tidak perlu sesempurna itu.


Allan mengecup kening beberapa kali. Seolah kecupan dan pelukan tidak pernah cukup untuk menjelaskan betapa dirinya sangat mencintai wanitanya itu.


Tok Tok Tok


Allan mendengus saat mendengar suara pintu terketuk. “Apa salah dan dosaku ya, kenapa di kantor ini banyak jelmaannya Amir. Tadi si Desta, sekarang siapa lagi coba?”


Giany berpindah duduk di kursi di sebelah meja Allan.


“Masuk!” perintah Allan.


Begitu pintu terbuka, tampak Aluna berdiri di sana. “Permisi, Pak. Tadi Pak Ardan bilang, Bapak panggil saya?”


“Oh iya, silakan duduk.”


Aluna melangkah masuk dan tampak terkejut saat melihat Giany duduk di sebuah kursi. Kecanggungan pun tercipta, mungkin ia merasa tidak enak kepada Giany, sebab karena dirinya lah dulu Desta mengabaikan Giany. Namun walau begitu, Aluna berusaha untuk bersikap biasa. Ia membungkuk tanda hormat.


“Bu Giany, apa kabar?”

__ADS_1


Giany membalas dengan senyum ramah. “Baik.”


Wanita cantik itu kemudian duduk di kursi. Penasaran hal apa yang membuat Allan memintanya ke ruangannya.


“Maaf kalau saya mengganggu waktu kerja kamu,” ucap Allan membuka suara.


“Tidak apa-apa, Pak.”


“Ada beberapa hal yang perlu saya bicarakan dengan kamu.”


“Hal apa ya, Pak?”


“Nama kamu Aluna, kan?” tanya Allan membuat Aluna mengangguk. “Begini ... kamu tahu kan, beberapa hari lagi akan ada pelantikan manager baru di perusahaan kita. Saya butuh seseorang untuk posisi sekretaris manager marketing. Apa kamu berminat mengisi posisi itu?”


Kontan sepasang bola mata Aluna melebar mendengar ucapan Allan. Pikirannya langsung tertuju kepada Desta yang akan menduduki posisi manager marketing.”


“Kenapa? Kamu tidak mau?”


Aluna masih mematung, tidak tahu harus menjawab apa. Sebagai wanita yang cerdas, ia sudah mampu menebak sendiri apa tujuan Allan memintanya untuk menjadi sekretaris Desta.


“Kamu sepertinya tidak tertarik. Ya sudah tidak apa-apa. Saya akan cari yang lain.”


Gelagapan, wanita itu tersadar dari pemikirannya yang melayang. “Bu-bukan begitu, Pak. Sa-saya bersedia!” ucapnya dengan cepat.


Allan tersenyum penuh arti. “Oh, saya pikir kamu tidak tertarik.”


“Em, tapi ... kenapa saya, Pak? Kan banyak yang lain yang lebih baik. Saya kan hanya staf biasa.”

__ADS_1


“Ah, kamu ini. Kamu pasti tahulah alasan saya memilih kamu. Pak Ardan bilang kamu kerjanya bagus. Lagi pula saya butuh bantuan kamu.”


“Bantuan apa, Pak?”


Allan tidak segera menjawab. Ia melirik Giany yang tengah duduk di kursi lain. Dari wajahnya, ia bisa melihat bahwa Giany sedang mengantuk akibat rasa bosan.


“Sebentar ya.” Berdiri dari duduknya, lalu menghampiri Giany. “Sayang, kamu ngantuk ya? Baring di sofa saja ya.”


Giany mengangguk, sehingga Allan membawanya menuju sofa, agar giany bisa berbaring di sana. Ia melepas jas dan menutupi bagian kaki Giany. “Maaf ya, baringnya di sofa saja. Ruangannya Beni tidak keren sih.”


Sementara Aluna melirik Allan dan Giany dengan ekor matanya. Ada senyum tipis yang terbit di sudut bibirnya. Meskipun tidak dekat dengan Giany, tetapi Aluna ikut senang Giany menemukan seorang suami yang benar-benar mencintai dan memperlakukannya dengan baik.


Syukurlah kalau Giany bahagia dengan Dokter Allan. Mungkin ini buah dari kesabarannya. batin Aluna.


Setelahnya Allan kembali duduk di kursi kebesarannya. “Maaf, sampai di mana tadi?”


“Bapak bilang butuh bantuan saya.”


“Iya benar. Saya butuh bantuan kamu.”


“Bantuan apa, Pak?” tanya Aluna penasaran.


“Membantu manager marketing dalam pekerjaannya," ucapnya dengan lantang, lalu kemudian berbisik pelan-pelan, "dan juga ... membantunya untuk bisa move on dari istri saya.”


Aluna terkesiap, lalu dalam hitungan detik senyum lebar terlihat di sana. Allan memang punya sejuta cara unik. Tidak perlu mengusir Desta jauh-jauh dari perusahaan, cukup menghidupkan cinta lama pada Aluna dengan mendekatkan mereka. Dan itu sudah merupakan cara ampuh agar Desta tidak mengusik Giany lagi.


🌻

__ADS_1


__ADS_2