Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 58


__ADS_3

"Harap tenang Bapak-ibu!" Pak RT dan Pak Lurah mencoba meredam keributan. Giany sudah menangis, bahkan kini sesegukan. Antara sedih, kecewa dan malu bercampur menjadi satu.


Sementara Allan menatapnya tanpa ekspresi. Ia diam seribu bahasa dan membiarkan semua tuduhan warga mengarah kepadanya. Mulutnya seolah terkunci rapat, tidak ada sepatah kata pun pembelaan yang terucap.


Tak lama berselang, seorang pemuka agama pun tiba setelah mendapat laporan dari Pak Lurah dan Pak RT. Pria berusia lebih dari setengah abad itu tampak serius mendengarkan penjelasan dari beberapa saksi.


Dan Allan, seperti biasa hanya diam mendengar tuduhan demi tuduhan dari warga. Sang pemuka agama kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan bersama dengan Pak RT dan Pak Lurah untuk berbicara bertiga.


Hingga beberapa menit berlalu, tampak ke tiga pria itu keluar.


"Bapak dan ibu, setelah berembuk dan mencari solusi dengan Pak ustad, untuk masalah ini kami rasa hanya ada satu jalan keluar yang terbaik," ucap Pak Lurah.


Semua orang terdiam, membiarkan Pak Lurah menyelesaikan kalimatnya. .


"Jika hubungan Dokter Allan dan Bu Giany sudah sejauh apa yang dikatakan beberapa warga, dan tidak ada sanggahan dari yang bersangkutan, maka solusi yang terbaik adalah Dokter Allan harus menikahi Bu Giany."


Mendengar ucapan Pak Lurah membuat sepasang mata Giany membulat penuh. Wanita muda itu terkejut, ia tidak menyangka bahwa solusi yang diusulkan Pak Lurah adalah pernikahan. Beberapa warga pun kembali saling berbisik satu sama lain. Berbeda hal nya dengan Allan yang masih memilih diam.


"Tapi Pak, saya dan Dokter Allan tidak pernah melakukan yang dituduhkan," ucap Giany dengan sisa keberaniannya. Suaranya nyaris gemetar tanpa tenaga.


"Mana ada maling mau mengaku," sahut seorang warga. "Lagi pula kalau memang saling suka kenapa tidak menikah. Dokter Allan kan duda, sedangkan Bu Giany janda. Untuk apa melakukan perbuatan dosa dengan kumpul kebo? Solusi terbaik memang menikah saja."


"Iya, Benar!" seru beberapa warga.


Pak Lurah kini menatap Allan dan Giany bergantian. "Bagaimana, Dokter? Saya rasa sebagai seseorang yang bertanggungjawab, Dokter Allan pasti mengerti hukum agama dan hukum masyarakat setempat."


Allan menghela napas panjang, meskipun geram dengan ulah beberapa warga yang melayangkan fitnah kepadanya, tetapi ini adalah kesempatan baginya untuk bisa menikah dengan sang pujaan hati.


"Bagaimana, Dokter?" tanya Pak Lurah sekali lagi ketika Allan tak kunjung menjawab. Ia hanya melirik Giany yang kini mengusap air mata.

__ADS_1


"Baiklah, kalau itu sudah menjadi solusi terbaik dari Pak Lurah dan Pak Ustad, saya siap menikahi Giany," ucap Allan dengan mantap.


Pak Lurah dan Pak Ustad akhirnya menghela napas lega. Begitu pun dengan beberapa warga. Tentu saja tak terkecuali beberapa orang yang telah dibayar oleh Ayra yang juga tampak terkejut mendengar keputusan itu. Sementara Giany menunduk malu. Ia baru menyandang status janda selama hampir tiga bulan. Menikah secepat ini tentu bukan sebuah pilihan baginya.


"Tapi Pak Ustad, bagaimana dengan masa iddah Bu Giany? Bukankah Bu Giany baru cerai ya?" tanya seorang warga.


Pak ustad kemudian menjelaskan beberapa hal, termasuk lamanya masa Iddah bagi seorang wanita, baik bagi yang cerai hidup atau pun cerai mati.


🌻


🌻


Allan baru saja tiba di rumah setelah drama panjang yang menguras emosi. Perdebatan yang tiada habisnya itu akhirnya menemui titik terang yang membuat Allan senang bukan kepalang. Betapa tidak, ia didesak untuk segera menikahi Giany. Dan sudah pasti keputusan itu membuatnya bahagia.


"Allan, bagaimana? Giany di mana?" tanya Bu Dini begitu mendapati Allan pulang seorang diri tanpa Giany.


"Haa?" Mata Bu Dini melotot tajam. "Kenapa kamu tinggalkan Giany di sana? Memang apa yang terjadi?" Pertanyaan Bu Dini seolah menuntut untuk segera dijawab.


Allan kemudian beranjak menuju sofa dan merebahkan tubuhnya di sana. Ia mengatur napasnya yang terasa memburu. "Sepertinya ada yang menghasut warga, Bu. Mereka menuduh aku dan Giany berbuat zina. Dan parahnya ada beberapa yang muncul sebagai saksi palsu."


Bu Dini pun terkejut luar biasa, terlihat dari ekspresi wajahnya. "Tapi kamu tidak diam saja kan? Kamu membela kehormatan Giany, kan?"


"Bu ... percuma melawan puluhan warga yang sudah menuduh. Biarkan saja mereka berbuat semaunya. Lagian fitnah itu akhirnya membawa berkah untuk aku dan Giany," ucapnya sambil tersenyum senang.


"Maksud kamu?"


"Aku dituntut untuk menikahi Giany!" jawab Allan singkat, dengan mata berbinar bahagia.


Bu Dini masih antara percaya dan tidak. "Apa? Kamu dituntut untuk menikahi Giany?"

__ADS_1


"Iya, Bu!" jawabnya. "Ucapkan selamat lah, Bu! Malah diam."


Bu Dini akhirnya menerbitkan senyum bahagianya. Meskipun cara yang ditempuh cukup ekstrim baginya, tetapi demi Allan dan Maysha, ia akan mendukung apapun. Sepertinya misi merebut istri dan menantu orang akan sukses besar kali ini.


"Selamat ya, Allan. Akhirnya kamu akan menikah juga dengan Giany," ucapnya sambil memeluk. "Walaupun caranya termasuk ekstrim sih."


"Iya, Bu. Tapi tidak apa-apa lah. Lebih cepat lebih baik, keburu diambil orang. Hehe ... Maysha juga pasti sangat senang."


"Jadi kapan kamu dan Giany menikah?"


"Kata Pak Ustad, Giany masih ada sisa masa Iddah selama satu minggu. Jadi selama menunggu masa Iddahnya selesai, dia akan tinggal di rumah Pak Ustad Somad untuk sementara."


Mendadak wajah Bu Dini menjadi suram kala memikirkan nasib Giany. Ia tahu Giany tidak serta Merta bisa menerima keputusan itu.


"Tapi reaksi Giany bagaimana, Lan?"


"Awalnya syok, Bu. Tapi setelah dijelaskan dia mulai mengerti dan menerima."


Bu Dini menarik napas dalam. "Kasihan Giany. Tapi ini adalah yang terbaik supaya tidak ada lagi fitnah di antara kalian. Dan lagi, dengan menikahi Giany kamu bisa melindungi Dia dari mantan suaminya."


Allan mengangguk.


"Oh ya ... Allan, Kira-kira siapa yang memfitnah kamu dan Giany? Kamu ada yang dicurigai, tidak?"


"Kalau sekarang tuduhannya hanya Desta atau Ayra. Tapi untuk sementara biar aja dulu, Bu. Lagian kalau ketahuan semuanya hanya fitnah, bisa batal nikahnya," ucap Allan membuat tawa kecil terdengar di antara keduanya.


"Kamu bisa aja sih, Lan!"


🌻

__ADS_1


__ADS_2