Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 139


__ADS_3

"Brengseknya hanya itu, atau masih ada yang lain?" Giany menatap penuh curiga, membuat Allan menarik napas dalam-dalam.


"Yakin mau tahu? Kalau kamu tahu semua, kamu akan marah dan sakit hati nanti. Lebih baik tidak usah bicarakan masa lalu, yang terpenting sekarang aku sama kamu."


"Dari pada nanti tahunya dari orang lain. Aku akan lebih sakit."


"Baiklah, kamu mau tanya apa? Aku akan jawab sejujur-jujurnya. Tapi resikonya nanti kamu cemburu dan marah."


Giany mengangguk setuju. Meskipun sebenarnya agak ragu. "Aku tidak akan marah selama Mas Allan jujur."


"Ya sudah, tanya aja."


"Mas Allan mantan pacarnya ada berapa?"


Seketika Allan terdiam. Jika ditanya ada berapa, maka dirinya pun bingung menjawab. Ia tidak tahu lagi berapa kali berpacaran semasa mudanya.


"Banyak, Sayang. Kalau kamu tanya ada berapa, aku tidak tahu."


"Lebih banyak dari Dokter Willy? Dia kan terkenal playboy."


Allan menelan saliva, senyumnya menunjukkan keraguan. "Lebih," jawabnya ragu.


"Haa?"


"Namanya juga masa lalu. Dulu di masa muda aku memang agak bandel. Aku sering mempermainkan gadis-gadis, bolos sekolah, berkelahi, tawuran, taruhan apa saja dengan Willy dan Marchel. Kamu tahu, Willy playboy itu mengikuti aku."


Mulut Giany terbuka dengan mata melebar, sebuah ekspresi yang menunjukkan terkejut dan rasa tak percaya. Ternyata suaminya di masa lalu sangat berbeda dengan sekarang.


"Mas Allan dulu playboy juga?"

__ADS_1


Allan tiba-tiba teringat masa lalu ketika dirinya mengajari Willy untuk mendekati para gadis, tetapi saat mendekati Giany justru membutuhkan bantuan dan saran dari Willy.


"Aku lebih brengsek dari Willy. Tapi sungguh, bukan aku yang mendekati gadis-gadis, mereka yang mau duluan sama aku."


"Termasuk Indah itu?"


"Kalau itu kan taruhan sama Marchel dan Willy, jadi aku yang dekati."


"Terus apa lagi?"


"Yang paling parah waktu sama Wira. Aku pernah ..." Ucapan Allan terputus tatkala menatap Giany yang sudah menunjukkan sinyal bahaya.


"Pernah apa?"


Demi apapun, ekspresi Giany saat ini sangat menakutkan bagi Allan. Ini adalah pertama kali Giany mencecarnya dengan pertanyaan yang membuatnya ragu untuk menjawab. Tetapi ia paham, sebagai seorang istri wajar jika ingin tahu masa lalu suaminya.


"Wira pernah terlibat kencan buta dan meminta aku menggantikan."


"Ternyata wanitanya salah satu dosen di kampus. Tidak lama setelah kencan buta itu tersebar kabar kalau dosennya hamil. Aku yang dituduh menghamili."


Giany kembali meraih buku menu dan mengibaskan di depan wajahnya demi mengurai rasa panas yang sedang membakarnya. "Tapi bukan Mas yang melakukan, kan?"


"Bukan, Sayang. Aku akui ... aku memang brengsek. Tapi aku tidak pernah sampai melakukan hubungan terlarang."


"Jadi Mas Allan lepas perjaka sama siapa?"


Allan menarik napas dalam, sebelum menjawab, "Ya sama ibunya Maysha lah, mau sama siapa lagi ..."


Allan meraih jemari Giany dan menggenggamnya. "Sayang, udah yuk bahas masa lalunya. Kamu jadinya panas sendiri kan?" Ia meraih tissue dan mengusap keringat yang membasahi kening istrinya.

__ADS_1


"Dengar aku ... Semua orang punya masa lalu. Entah itu masa lalu yang baik atau buruk. Yang terpenting sekarang, aku sama kamu dan hanya kamu. Kita sudah bahagia dengan hidup kita sekarang, kenapa harus bahas masa lalu?"


Tidak ingin pembicaraan tentang masa lalu membuat Giany merasa kesal, Allan pun meraih sushi yang tadi dipesannya. "Yuk makan."


Giany akhirnya tersenyum. Sedari tadi ia menyadari wanita bernama Indah terus mencuri pandang ke arah mereka. Akhirnya timbul ide jahil di benaknya. Ia akan memanfaatkan kesempatan itu untuk bermanja-manja sambil menyandarkan kepala di bahu sang suami.


Melihat itu, Indah tampak sedang mengibaskan kipas di tangannya, membuat Giany tersenyum tipis.


Kalau mantan tidak tahu diri memang harus digituin. Bibit-bibit pelakor harus musnah sebelum tumbuh.


"Aku suapi ya," tawar Allan.


Giany mengangguk, lalu membuka mulutnya ketika Allan menyuapkan makanan.


"Enak?"


"Enak, Mas. Aku mau disuapin tak oyaki juga."


"Boleh ... yang penting jangan suujon, teriyaki, apalagi Ju Lid sama suami."


"Kenapa memangnya?"


"Karena kalau itu terjadi maka, BUKAN SALAHNYA MEREBUT SUAMIMU!" ujar Allan dengan intonasi menekan.


"Mass!" pekik Giany menahan rasa kesal.


Ampun, apa ini kutukan? Masa muda playboy, masa tua jadi perebut istri orang. Allan Allan, kamu memang brengsek sejak masih dalam masa pembuahan!


🌻

__ADS_1


bersambung


__ADS_2