Bukan Salahku Merebut Istrimu

Bukan Salahku Merebut Istrimu
BSMI 88


__ADS_3

“Jadi ini calon manager marketing yang Pak Ardan rekomendasikan?” tanya Allan tanpa melepas tatapannya dari Desta.


“Iya, Pak. Menurut saya Desta bekerja lebih baik dibanding yang lain dan loyalitasnya kepada perusahaan tidak diragukan lagi.”


Allan mengangguk seraya menarik napas dalam, kemudian mengulurkan tangan hendak menjabat Desta, yang mana menimbulkan kerutan di kening laki-laki itu.


Menahan malu yang telah menembus ubun-ubun, ia menyambut uluran tangan sang bos. Allan dapat merasakan tangan Desta gemetar menjabatnya.


“Senang bertemu dengan kamu,” ucap Allan ramah. "Pertahankan kinerjamu."


Desta menunduk, ia bahkan tidak berani lagi mengangkat kepala untuk menatap Allan. Kenyataan yang baru ia terima membuatnya bagai mendapat hadiah tamparan keras.


“Ba-baik, Pak!” jawabnya sungkan.


Allan tersenyum ramah, sama sekali tidak terlihat gurat kesombongan meskipun memiliki kekuasaan mutlak untuk menendang Desta keluar saat itu juga. Ia bahkan bersikap biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan aroma permusuhan.


“Mari, Pak Ardan, ada yang perlu saya bicarakan dengan Bapak.” Setelahnya Allan menepuk bahu Desta dan beranjak meninggalkannya. Sementara Pak Ardan masih terlihat penuh dengan tanda tanya. Bingung, ada apa antara Desta dan Allan.

__ADS_1


"Temui saya nanti ya. Saya mau ikut Pak Allan dulu," ucap Pak Ardan.


"Baik, Pak." Sambil mengusap wajahnya dengan telapak tangan, Desta mengatur napas yang terasa sesak. Sungguh ini bukan kejutan yang menyenangkan.


Wajahnya bahkan masih sangat pucat akibat terkejut mendapati kenyataan, bahwa orang yang selama ini ingin ia jatuhkan karena telah merebut istrinya adalah bos pemilik perusahaan tempatnya bekerja.


Jika melihat profil Allan yang sederhana dan terkesan jauh dari gaya hidup mewah, siapapun tidak akan menduga jika ia seorang miliarder.


“Bagaimana bisa aku tidak tahu kalau Allan Hadikusuma adalah pemilik May-Day?” gumamnya.


__


Allan pun membuat heboh tak hanya seisi ballroom hotel, jagat maya pun geger dengan kemunculannya sebagai Mr.AH yang selama ini menjadi misteri. Tak terkecuali bagi beberapa orang karyawan May-Day yang sedang duduk di meja tengah.


“Apa aku salah lihat? Desta, itu bukannya Dokter Allan ya, orang yang bermasalah beberapa kali dengan kamu. Dia ternyata pemilik May-Day?"


Desta hanya menyahut dengan anggukan pelan. Kepalanya menunduk menatap lantai seolah mencari sesuatu di sana.

__ADS_1


"Aa ... artinya dia bos besar kita?” ujar Rendy dengan sisa keterkejutannya.


Aluna melirik Desta dan Rendy bergantian. Ia dapat melihat wajah pucat mantan kekasihnya itu. Bahkan Desta belum sanggup mengeluarkan sepatah kata pun sejak pertemuannya dengan Allan tadi.


“Aku juga terkejut. Ternyata logo AH itu inisial nama Allan Hadikusuma,” ucap Aluna.


Desta menarik napas dalam, berusaha mengembalikan kesadarannya yang hampir hilang. Terkejut, takut dan malu bercampur menjadi satu. Entah harus berbuat apa sekarang.


Ia kemudian berdiri dari duduknya. “Aku ke toilet sebentar ya ... .” Dengan segera, Desta meninggalkan Aluna dan Rendy yang masih saling tatap satu sama lain.


Rendy menggeser kursi hingga semakin dekat dengan Aluna dan berbisik, “Aluna ... selama ini Desta selalu cari masalah dengan Dokter Allan. Apa menurut kamu dia akan memecat Desta.”


“Kalau menurut kamu gimana, Ren?” Aluna tiba-tiba ikut merasa khawatir.


Bergidik ngeri, Rendy menggeleng frustrasi. Ia tak berani membayangkan jika dirinyalah yang ada di posisi Desta. Rendy sudah menebak dalam pikirannya akan seperti apa nasib Desta selanjutnya. Apakah kariernya akan berakhir di tangan Allan atau tidak.


“Kalau aku jadi Dokter Allan, pasti sudah aku tendang si Desta saat ini juga. Tapi aku heran, kenapa Dokter Allan tidak mengusir atau langsung memecatnya ya? Padahal ini kan kesempatan dia membalas semua perbuatan Desta.”

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2