Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
Pria misterius


__ADS_3

Kegiatan rutin Daisy dan Juan setiap pagi adalah berangkat ke kantor bersama. Kali ini Daisy ijin pada Juan untuk pergi ke Rumah sakit.


"Kak, aku berangkat agak siang jadi Kak Juan duluan saja. Aku ingin pergi ke Rumah sakit," ucap Daisy, sambil menyiapkan roti yang dioles selai kacang untuk Juan.


"Kamu sakit, sayang?" tanya Juan khawatir.


"Tidak, hanya chek up kesehatan saja!" jawab Daisy.


"Oh, perlu aku antar?" Juan menawarkan.


"Tidak perlu, aku akan pesan taksi online," jawab Daisy.


Selesai sarapan, Juan pergi ke kantor tanpa Daisy. Setelah mencuci piring dan gelas bekas sarapan, Daisy segera mengganti bajunya dan memesan taksi online. Saat Daisy turun dan keluar dari lobby apartement, taksi pesanannya sudah menunggu di pintu lobby. Daisy menemui temannya yang berprofesi sebagai Dokter kandungan. Daisy menelpon temannya sebelum sampai di Rumah Sakit.


Tutt tutt tutt


"Halo, Aurora," sapa Daisy ketika panggilannya tersambung.


"Halo, Dokter Daisy. Ada angin apa menelponku, tumben?" tanya Aurora.


"Aku ingin konsultasi denganmu sebentar, bisa?" tanya Daisy.


"Bisa, kebetulan aku shift malam. Kita bicara di restorant samping Rumah Sakit saja," ucap Aurora.


Daisy mengakhiri panggilannya. Taksi yang ditumpanginya sampai di depan restorant.


"Berhenti di depan ya, Pak!" ucap Daisy. Setelah membayar ongkos taksi, Daisy turun dan masuk ke dalam restorant. Dia duduk di salah satu meja dan memesankan sup iga kesukaan Aurora.

__ADS_1


"Dais," sapa Aurora saat masuk ke dalam restorant.


"Lama sekali," keluh Daisy.


"Maaf, panggilan alam, hehe," jawab Aurora.


"Aku sudah pesankan makanan favoritmu, anggap saja sebagai biaya konsultasi," ucap Daisy sambil tersenyum.


"Semurah ini biaya konsultasi denganku, pelitnya!" jawab Aurora, dan merekapun tertawa geli.


"Aku langsung saja. Sejak menikah 3 minggu lalu, aku sama sekali belum datang bulan. Padahal tanggal pernikahanku bertepatan dengan tanggal bulananku. Karena datang bulanku selalu di tanggal yang sama setiap bulannya. Jadi menurutmu bagaimana, apa itu normal?" tanya Daisy.


"Mungkin kamu hamil, tes urine saja. Jika benar kamu hamil, usia kandunganmu harusnya 2 minggu. Chek saja dulu, jika dugaanku salah, datanglah ke Rumah Sakit, kita lakukan chek lab," ucap Aurora, ia kemudian menyendok makanan dan menyuapkannya ke mulut.


Aurora hanya punya waktu 2 jam untuk beristirahat, sebelum menghadiri seminar kesehatan di Rumah Sakit tempatnya bekerja. Karena butuh istirahat setelah jaga malam, Daisy dan Aurora pun berpisah.


Dua hari kemudian


"Dais, Kakak berangkat dulu ke kota Y bersama Koko. Kalau kamu butuh bantuan, cari Pak Herman, ok!" ucap Juan.


"Ok. Berapa hari di sana?" tanya Daisy.


"Kalau bosan di apartement, menginap di rumah Mama," ucap Juan.


"Baiklah, Kakak hati-hati di sana!" ucap Daisy.


Juan mengecup kening dan bibir Daisy sekilas, lalu dia pergi dan turun ke basement. Koko sudah menunggu di basement apartement, saat Juan keluar dari lift Koko segera menghampiri dengan mobilnya. Koko turun dan membukakan pintu untuk Juan, merekapun melaju menuju kota Y. Kali ini Juan pergi dengan menggunakan mobil, ia memakai mobil Koko.

__ADS_1


Karena ini adalah acara penting, para bodyguard bayangan Juan juga ikut mengawal, mereka bersembunyi di tempat yang tak diketahui orang lain. Mereka sampai 5 jam kemudian.


Malam hari di kota Y. Acara pemotongan pita di pintu utama supermarket sedang di persiapkan. Seorang wanita memakai gaun hitàm panjang berjalan menghampiri Juan, ia adalah wanita pembawa nampan berisi gunting untuk menggunting pita. Wanita itu berpura-pura terjatuh di depan Juan, karena takut wanita itu tersungkur, Juan menangkap dan menahan wanita itu. Dan moment itu diabadikan oleh seorang pria, yang bersembunyi diantara para tamu undangan yang hadir. Wanita itu kembali berdiri tegak.


"Maafkan saya, Pak. Saya tidak sengaja menginjak gaun saya," ucap wanita itu.


"Tidak apa-apa. Lain kali hati-hati!" jawab Juan.


Pesta pembukaan supermarket berjalan lancar, tetapi Juan tidak tahu badai yang akan menghampirinya. Si pria misterius itu sudah menyebarkan fhotonya yang sedang memeluk wanita pembawa nampan. Pria misterius itu mengunggahnya di internet dengan akun bodong.


Di apartement Juan


Hari ini Juan akan kembali dari kota Y dan dia masih dalam perjalanan. Daisy yang baru saja pulang dari klinik kantor, merasa bosan dan jenuh. Ia membuka laptop dan iseng membaca berita di internet. Alangkah terkejutnya Daisy saat melihat berita, tentang Juan yang memeluk seorang wanita di pesta. Dengan judul berita yang membuat Daisy naik darah seketika.


"Berita apa ini? Seorang CEO muda bernama Juan Zabrani, semalam dia menghadiri upacara pembukaan supermarket bersama selingkuhannya. Bukannya membawa istri sahnya, tetapi CEO Juan justru membawa simpanannya. Apa ini? Dia punya simpanan di kota Y!" Daisy marah dan menutup laptopnya.


Dia pergi ke rumah orang tuanya, padahal dia tahu Juan akan kembali malam ini. Dia marah dan tak mau melihat wajah Juan, jadi dia memilih pergi ke rumah orang tuanya.


Juan tiba di lobby apartement dan sedang menunggu lift untuk naik. Saat lift terbuka, Juan naik dan menekan tombol angka 8. Juan naik ke lantai atas dan Daisy turun dari lift sebelahnya. Daisy juga tak mau membawa ponselnya karena malas jika nanti Juan menghubunginya.


Daisy naik taksi untuk ke rumah Shilla, tetapi di perjalanan dia berubah pikiran. Dia memilih pergi ke apartement Aurora yang tak jauh dari Rumah Sakit. Sungguh beruntung nasib Daisy karena Aurora sedang libur.


Ting tong ting tong


Aurora membuka pintu dan bersorak senang melihat Daisy yang datang.


"Daisy, aku senang sekali kamu datang. Mari masuk!" ucap Aurora mempersilahkan masuk. Daisy masuk ke dalam dan duduk di sofa. Aurora pergi ke dapur untuk membuatkan Daisy teh. Daisy menatap ke sekeliling apartement milik Aurora.

__ADS_1


__ADS_2