
Saat Shilla sedang mencuci piring, Denis diam-diam masuk ke kamar Shilla. Denis meletakan amplop dan secarik kertas di atas meja rias setelah itu dia keluar dan kembali ke kamarnya lalu bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Denis memakai kemeja putih dibalut jas dan celana coklat senada, setelah selesai berganti baju, Denis berpamitan pada Shilla.
"Shil. Aku berangkat, ya," pamit Denis. Ia menghampiri Shilla yang sedang menyiram tanaman di halaman depan rumah. Setelah berpamitan, Denis ke garasi dan masuk ke mobilnya. Tapi, Denis lupa membuka gerbang. Denis turun kembali dan berniat membuka gerbang. Namun, Denis melihat Shilla sedang mendorong gerbang pagar. Denis masuk kembali ke mobilnya. Shilla berdiri di samping pagar, menunggu Denis berlalu. Saat mobil Denis sampai di gerbang, dia berpamitan kembali pada Shilla.
"Makasih, ya, Shil. Aku berangkat." Denis lalu melajukan mobilnya menuju ke kantor. Shilla menutup kembali gerbang pagar.
Shilla melanjutkan menyiram tanaman. Saat sedang asyik menyiram tanaman, ibu-ibu komplek menegur Shilla.
"Wah, Bu Denis, sedang menyiram bunga, ya, Bu?" tanya si Ibu yang bertubuh kecil.
"Ya, Bu," jawab Shilla ramah.
"Mentang-mentang pengantin baru, gak pernah keluar. Baru kali ini saya lihat istri Pak Denis," kelakar si Ibu yang bertubuh gemuk.
"Tidak juga, Bu." Shilla menjawab dengan senyum canggung.
"Boleh, dong, kalau kita mampir ke dalam?" canda ibu yang bertubuh gemuk dan disambung oleh ucapan si Ibu yang bertubuh kurus.
"Iya, Bu Denis. Biar kita bisa akrab ya, kan, Bu Dina?" Si Ibu kurus itu menyenggol ibu yang bertubuh gemuk.
Oh, yang gemuk namanya Ibu Dina.
"Iya, dong, Bu RT. Lagian, Bu Denis ini belum terdaftar di kelompok ibu-ibu kompleks sini," ucap bu Dina.
Yang kurus ternyata Bu RT, tapi siapa namanya?
"Silakan mampir, ke dalam Bu." Shilla mempersilakan mereka masuk dan hendak membuka gerbang. Namun, mereka menolaknya secara halus.
"Tidak usah, Bu Denis. Saya dan Du Dina masih ada keperluan. Kami mau pergi ke supermarket. Kalau nanti sore kami berkunjung, apa boleh?" tanya Bu RT.
"Tentu saja," ucap Shilla tersenyum.
"Ya, udah, Bu Denis. Kalau begitu, kami permisi dulu," pamit Bu Dina.
Shilla hanya menangguk. Setelah beberapa langkah mereka pergi, Shilla mendengar mereka bergosip.
"Bu RT, saya dengar Pak Denis itu menikah mendadak dengan Bu Denis," ucap Bu Dina pelan. Dia khawatir Shilla mendengar ucapannya. Yang sebenarnya, Shilla memang mendengar obrolan mereka.
"Masa, sih, Bu Dina? Kok bisa mendadak menikah? Ada masalah apa, ya?" tanya Bu RT dan bu Dina hanya bergeleng lalu mengangkat bahu.
Benar juga. Sama seperti mereka yang bingung kenapa aku menikah dengan Denis secara mendadak. Aku juga bingung, apa alasan Ninis melakukan itu? Aku harus tahu alasannya. Kenapa Ninis tega melakukan hal sekeji itu. Aku harus bertanya dengan jelas pada Ninis.
Shilla menyudahi menyiram tanaman lalu pergi ke kamar. Ia mencari dompetnya di dalam lemari. Shilla berniat pulang ke kampungnya dan ingin menemui Ninis di penjara. Shilla sudah berganti baju dan memegang dompetnya. Pandangan Shilla menyipit saat mengambil sisir. Shilla melihat amplop berwarna coklat dan secarik kertas. Shilla membaca surat yang ada di bawah amplop coklat.
Shilla membuka kertas itu dan membaca tulisan yang ada di sana.
Shil, ini uang belanja bulanan. Biasanya Bi Sum yang memegangnya, berhubung aku sudah menikah denganmu, jadi aku memberikannya padamu. Rasanya tidak salah bukan, jika uang belanja bulanan ini aku berikan padamu? Aku tidak berani memberikannya secara langsung padamu. Aku takut kamu menolaknya. Pakailah uang ini untuk mengisi lemari pendingin. Aku lihat kemarin malam, lemari pendingin kita kosong. Jika kurang, kau bilang saja padaku! Denis.
Shilla selesai membaca dan melihat isi amplop itu.
"Sepuluh juta." Shilla melihatnya sekilas lalu menaruhnya kembali di meja. Shilla bergegas keluar dari kamar lalu pergi dan mengunci pintu depan. Dia melihat kanan dan kiri. Karena keadaan sepi, Shilla menaruh kunci rumah di dalam pot mawar dan segera pergi menggunakan taksi. Shilla tidak mau menggunakan bus karena bisa memakan waktu yang lama. Shilla berharap bisa pulang tepat waktu, sebelum Denis pulang nanti malam.
__ADS_1
***
kantor Denis
"Pagi, Pak," sambut Dito.
Denis sudah masuk ke ruangannya, diikuti Dito di belakangnya.
"Siang, To. Ini sudah jam sepuluh lebih tiga puluh menit, masa kamu bilang pagi. Oh ya jam berapa rapat dengan tim arsitek apartemen kita yang baru?"tanya Denis
"Jam 1 siang pak,setelah jam istirahat!"jawab Dito
"Setelah itu ada rapat yang lain tidak?"tanya Denis kembali
"Tidak ada pak.Tapi ada undangan makan malam dengan pak Ginanjar jam 8 malam nanti"jawab Dito
"Saya tidak akan hadir ke acara makan malam.Setelah rapat saya akan pulang,saya tidak tenang meninggalkan Shilla sendiri terlalu lama"ucap Denis
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**Kota S
Setelah tiga jam perjalanan akhirnya Shilla sampai di depan kantor POLRES kota S.Shilla masuk kebagian informasi
"Permisi pak"sapa Shilla
"Ya..ada yang bisa saya bantu mba"kata polisi yang berjaga di bagian info
"Tapi ini sudah jam 1 lewat mba.Jam besuk tahanan jam 12 sampai jam 1"ucap polisi itu
"Tapi pak saya sudah jauh jauh dari luar kota.Tolonglah pak sebentar saja"pinta Shilla.Polisi itu tidak tega melihat Shilla lalu mempersilahkan
"Lima menit saja ya?karena sudah lewat jam besuk jadi saya tidak bisa memberikan waktu terlalu lana!"ucap polisi itu tegas
"Terima kasih pak!"jawab Shilla
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**kantor Denis
Denis sudah memulai rapatnya dari jam 1 tadi.Mereka membahas gaya apartement yang akan mereka bangun.Denis memperhatikan tapi separuh pikirannya melayang memikirkan Shilla.
"Oke bagaimana menurut anda pak Denis dengan konsep yang saya ajukan"tanya pemilik kontruksi yang bekerja sama dengan D&S group.Denis menamai perusahaan real estatenya dengan inisial namanya dan Shilla
"Pak Denis bagaimana menurut anda?"tanya Dito disamping Denis.Denis tersadar dari lamunannya dan mengakhiri rapat jam 2:30 siang.
"Baiklah saya setuju dengan konsepnya.Saya percayakan pembangunan apartemen itu pada kalian.Rapat saya akhiri dan saya bubarkan.Saya permisi lebih dulu"ucap Denis lalu keluar dari ruang rapat
"To saya tidak tenang sedari tadi.Saya akan pulang lebih dulu!"kata Denis.Dia segera keluar dari gedung kantornya dan menuju ke parkiran lalu melaju cepat menaiki mobilnya
__ADS_1
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
***penjara kota S
"Shil.."panggil Ninis.Polisi sudah membawa Ninis dan membawa mereka ke ruang besuk tahanan.Shilla menoleh ke arah Ninis dengan wajah datar.
"Lima menit saja Ok"ucap polisi.Mereka kompak mengangguk
"Aku gak banyak waktu.Aku cuma ingin tanyakan alasan kamu membunuh mas Jody!"ucap Shilla dengan raut wajah penuh kebencian
"Aku mencintai Jody jauh sebelum kamu berpacaran dan bertunangan dengan Jody.Aku tidak mau dia menikah denganmu.Jadi aku bunuh Jody,jadi baik kamu ataupun aku tidak akan memiliki Jody.Apa jawabanku sudah cukup.Jika sudah,aku akan kembali masuk,aku muak melihatmu"ucap Ninis sambil bangkit dan masuk kembali ke dalam sel.Shilla terkejut dengan jawaban Ninis yang seolah tidak menyesal sekalipun
Shilla lalu keluar dari kantor polisi.Diluar gerimis sedang turun,Shilla berjalan dengan melamun di tengah rintik rintik gerimis yang lumayan membuat rambutnya basah.Shilla memesan taxi online kembali dan menunggu di halte yang tak jauh dari kantor polisi.Jam 3 sore Shilla masih di halte dan Denis sudah sampai ke rumahnya di jam yang sama tapi beda tempat
Taxi Shilla sudah sampai,dia segera masuk dan mobil pun melaju.
"Harusnya bisa sampai pas jam 6 jika tidak macet.Semoga Denis belum pulang"Shilla bergumam pelan
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**rumah Denis
Jam 3 sore Denis sampai di depan gerbang rumahnya.Denis turun membuka gerbang lalu memarkir mobilnya di garasi.Denis kembali menutup gerbang pagar lalu Denis mengetuk pintu
tok tok tok.. Denis mengetuk pintu berulang ulang tapi tak ada jawaban.Mata Denis melihat benda mengkilap dibalik pohon mawar yang berada di dalam pot.Denis mengambilnya dan langsung membuka pintu dan berteriak berlarian ke arah dapur tapi tak ada.Denis pergi ke kamar Shilla
Kamar itu kosong,Denis melihat amplop yang dia taruh tadi pagi masih berada di atas meja rias.Denis berpikir Shilla marah.Denis mencoba menelpon tapi Shilla tak mengangkatnya
"Kamu kemana Shil???"gumam Denis sedih
"Apa kamu marah sama aku?"Denis berjalan ke ranjang Shilla dan merebahkan tubuhnya disana.Denis melamun menutup matanya.Dia tertidur disana dengan memeluk foto Shilla yang Shilla taruh di nakas.Denis mengambil bingkai berisi foto Shilla dan memeluknya erat
3jam kemudian Shilla sampai di rumah Denis.Shilla melihat mobil Denis sudah terparkir tapi rumah dalam keadaan gelap.
"Ini sudah petang dan mulai gelap.kenapa Denis tidak menyalakan lampu?"Shilla berpikir
"Atau dia sedang tidur?"pikir Shilla
Shilla masuk ke rumah dan menyalakan lampu seluruh rumah kecuali kamar.Shilla berjalan ke kamarnya,kamarnya masih gelap.Shilla menyalakan lampu dan kaget melihat Denis tidur di kamarnya di ranjangnya pula sambil memeluk fotonya.Denis silau dengan cahaya lampu yang baru saja dinyalakan oleh Shilla.Denis bangun dan duduk ditepi ranjang melihat seseorang berdiri dekat pintu.Shilla dan Denis saling menatap tak percaya
__ADS_1
^^^^^^^^^^^^^^