
Daisy langsung masuk ke kamarnya. Shill yang baru saja keluar dari kamarnya merasa heran.
"Jangan-jangan mereka bertengkar lagi? Padahal aku sudah senang, karena Daisy mau di ajak Juan kencan!" gumam Shilla. Shilla pergi ke dapur untuk mengambil segelas air dan kembali lagi ke kamarnya.
Dikamar Daisy
Daisy melempar tas sekolahnya ke ranjang sembarangan dan langsung melemparkan diri ke ranjang. Dia tiduran tengkurap, menyembunyikan wajahnya yang memerah setelah dicium oleh Juan.
"Ini ciuman pertamaku," gumam Daisy. Dia membalik badannya jadi telentang. Daisy menatap langit-langit kamarnya. Dia terus terbayang wajah Juan dengan mata terpejam. Daisy berguling-guling salah tingkah.
Daisy merasa seluruh tubuhnya lengket oleh keringat.
"Em, aku cuma mandi tadi pagi. Siangnya langsung jalan sama kak Juan. Lengket semua badanku oleh keringat, kak Juan tadi tidak mencium bau tubuhku kan?" Daisy bertanya-tanya sendiri.
"Gak mungkin kan, aku selalu pake deodorant. Gak bau asem ah!" gumam Daisy sambil mencium baju dan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Dia pergi ke kamar mandi dan berendam dengan sabun essens mawar kesukaannya.
Di rumah Juan
Juan baru saja selesai mandi dan berganti baju. Dia masih kepikiran sikap Daisy, saat Juan menciumnya tadi.
"Daisy, apa dia marah ya?" gumam Juan.
Juan memutuskan menelpon Daisy, berkali-kali Juan mendial nomor Daisy. Tak satupun panggilan Juan yang diterima oleh Daisy. Karena Daisy sedang asyik berendam di kamar mandi. Juan jadi makin cemas, dia cemas jika Daisy benar-benar marah. Juan mengirim pesan teks pada Daisy, tapi tak kunjung mendapat balasan juga.
__ADS_1
"Ahh, sial. Kenapa jadi begini sih! Susah payah aku mendapat kesempatan berdekatan dengan Daisy. Sekarang aku yakin, Daisy akan membenciku!" Juan marah-marah pada diri sendiri. Dia mencari cara bagaimana agar Daisy tak marah padanya.
Di kamar Daisy
Daisy selesai berendam dan memakai baju tidurnya. Dia duduk di depan meja rias, dia mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Daisy lalu teringat ponselnya seharian ini tidak diisi daya. Daisy mengambil ponsel dari dalam tas.
"Hah, banyak sekali panggilan terlewat dari kak Juan! Ada apa, ya?" Daisy mencoba menghubungi balik nomor Juan. Tapi saat baru dua kali berdering, ponsel Daisy kehabisan baterai dan mati. Daisy menyambungkan kabel Charger ponselnya. Setelah ditunggu selama setengah jam, Daisy mencabut kabel Charger dan mencoba menelpon Juan.
tutt tutt tutt ... Daisy mendial nomor Juan. Sekali, tidak ada jawaban dari seberang telpon. Daisy mengulanginya dan barulah terdengar suara Juan.
"Halo, kak Juan. Tadi menelpon! ada apa?" tanya Daisy.
"Halo, Dais! itu ... kakak mau tanya. Daisy marah ya sama kak Juan?" tanya Juan dari seberang telpon dengan hati-hati. Juan takut akan memperburuk hubungan mereka.
"Ah, tidak apa-apa. Tidurlah sudah malam, besok kakak jemput seperti biasa! Selamat malam, sayang. Emuah," Juan mengucapkan selamat malam lalu mengecup ponselnya. Tidak ada jawaban dari Daisy.
Daisy menutup telpon dengan senyum sumringah. Tanpa Daisy sadari ternyata sang mama mengintip dari balik pintu.
Shilla menutup pintu kamar Daisy secara perlahan-lahan. Shilla kembali ke kamarnya dengan bahagia. Karena Daisy sudah mulai menerima Juan. Denis yang melihat istrinya tersenyum begitu bahagia, menjadi penasaran. Apa yang membuat Shilla begitu bahagia.
"Sayang! Kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?" tanya Denis. Denis yang sedang membaca buku di ranjang itupun bertanya dengan rasa penuh penasaran. Denis menaruh buku yang sedang dibacanya itu di nakas.
"Mas! tahu tidak? Tadi itu Daisy telponan sama Juan, dan wajah Daisy memerah. Aku yakin, Daisy pasti sudah jatuh cinta pada Juan!" jawab Shilla dengan begitu bersemangat. Denis menarik senyum simpul di bibirnya. Denis juga merasa tenang mendengarnya.
__ADS_1
Malam itu, Denis dan Shilla tidur dengan nyenyak. Berbeda dengan Juan dan Daisy yang sedang sama-sama gelisah dan tak dapat tidur. Di kamar mereka masing-masing, Juan dan Daisy hanya berguling kesana kemari.
Juan akhirnya mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Daisy.
Daisy yang sedang melamun sambil memeluk guling, tiba-tiba terlonjak bangun dan menatap layar ponselnya.
"Pesan? dari kak Juan!" gumam Daisy seraya menutup mulutnya dengan telapak tangan. Daisy membuka pesan dari Juan.
"Dais, sudah tidur?"
Daisy tidak menyangka Juan mengiriminya pesan larut malam. Daisy membalas pesan Juan.
"Belum, kakak tidak tidur?"
"Aku tidak bisa tidur! Kenapa kamu juga masih terjaga? Bukannya aku sudah menyuruhmu untuk tidur sore!"
"Baiklah, aku akan tidur sekarang!"
"Kalau sekarang, jangan tidur! karena kamu juga tidak bisa tidur, temani aku mengobrol. Aku ingin dengar suara kamu! Siapa tahu, kangenku hilang dan aku jadi bisa tidur!"
Kata-kata dalam pesan Juan, membuat Daisy tersenyum malu. Ternyata mereka berdua sama-sama tak bisa tidur. Setelah mereka berciuman tadi sepulang kencan, Daisy baru tahu ternyata jatuh cinta itu bisa membuat insomnia karena selalu terbayang wajah sang kekasih.
Juan menunggu balasan Daisy begitu lama, tapi Daisy tak membalas pesan Juan.
__ADS_1