Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
episode 12


__ADS_3


Denis menonton tv tapi hatinya terus terpikir Shilla yang pergi keluar untuk senam.Denis takut Shilla digoda oleh para lelaki mata keranjang


(haruskah aku menyusul dia ke tempat mereka senam?tapi apa nanti Shilla tidak akan marah?haahh)Denis mengacak rambutnya frustasi.Denis tidak mau kepalanya makin pusing karena tidak tenang memikirkan Shilla


"Aku lebih baik menyusul Shilla"ucap Denis pada diri sendiri.Denis pun keluar rumah dan berjalan mencari Shilla.Dia tidak tahu para ibu ibu senam dimana.Denis berjalan ke arah taman karena Denis berpikir jika mereka pasti mencari tempat yang lapang dan luas


Dugaan Denis benar,saat sudah sampai di taman.Denis melihat bagaimana Shilla menggerakan badannya dengan lincah


(ternyata benar kan dugaanku kalau mereka disini.Wah diantara mereka semua Shilla yang paling terlihat sexy dan menggoda.Lehernya yang sudah penuh keringat tersorot matahari berwarna jingga yang perlahan mulai tenggelam.Jika saja aku tidak mempunyai janji tidak menyentuhmu,sudah kupastikan kamu akan habis kumakan)Denis bergumam dalam hati dengan senyum merekah menatap ke arah Shilla


"Wah sexy bener bodynya bu Denis ck ckckck"ucap seorang lelaki sambil berdecak kagum melihat ke arah Shilla.Lelaki yang duduk dibangku taman itu ada tiga orang.Mereka saling bersahutan memuji tubuh Shilla


"Bener bener,saya setuju.Body bu Denis memang bagus bak gitar spanyol"ucap yang lainnya


"Beruntung banget ya pak Denis punya istri bening dan mulus begitu.Kalo bu Denis itu istri saya,sudah pasti bakal saya garap tiap hari sampe lemes hahaha"timpal yang lainnya


(apa lelaki itu bilang tadi.dia sedang menghayalkan Shilla.menghayal tubuh istriku)batin Denis bergejolak marah.Mereka tidak sadar jika Denis berdiri di belakang dan mendengar semua ucapan mereka.Denis maju menghampiri Shilla yang masih asyik mengikuti gerakan senam yang diperagakan instruktur senam


Denis yang sangat marah lalu menarik tangan Shilla

__ADS_1


"Akkhhh"Shilla kaget tangannya ditarik Denis


Semua orang kaget melihatnya.Denis tidak peduli dengan tatapan heran orang orang yang melihatnya.Denis bahkan tidak menghiraukan pekikan Shilla.Shilla mencoba meronta menarik tangan yang sedang dicekal dan ditarik Denis dengan kuat.Shilla pasrah saat cekalan tangan Denis makin kencang.Shilla kesakitan tapi tidak berani bicara pada Denis yang terlihat sangat murka



Mereka sampai di rumah.Denis menarik Shilla ke sofa ruang tamu dan membanting tubuh Shilla ke sofa panjang lalu menindihnya dan dengan paksa mencoba menciumnya.Shilla meronta


"Lepassiinn aakuu.hemm hemm"Shilla tak bisa melanjutkan ucapannya.Denis mencekal kedua tangan Shilla dan melumat bibir Shilla dengan kasar


"Hikk hiksss ehmm heemmm"Shilla menangis dengan mulut disumbat oleh mulut Denis yang sedang melumatnya dengan rasa kecemburuan.Denis melepaskan ciumannya saat mendengar Shilla menangis pilu.Denis bangkit dari tubuh Shilla dan bersimpuh di pinggir sofa panjang itu.Shilla menutupi wajahnya dan menangis tersedu sedu


(tidak.tidak mungkin aku sudah membuat Shilla menangis.Aku yang berjanji melindunginya saat menikahinya tapi sekarang akulah yang telah menyakitinya)Denis merutuk di hatinya.Denis meneteskan air mata tanpa sadar,betapa sakit hati Denis melihat Shilla yang terbaring disofa dihadapannya


"Shil aku mohon maafkan kebodohanku Shil.Sungguh aku sangat menyesalinya Shil.Kumohon jangan menangis lagi.Aku rela ngelakuin apapun asal kamu maafin aku"ucap Denis dengan penuh penyesalan.Shilla bangun dari sofa dan berjalan pergi hendak meninggalkan Denis.Denis mengejar Shilla dan kembali mencekal tangan Shilla


"Shill aku mohon jangan marah.kita bicarakan baik baik.ok"pinta Denis


"Baik baik kamu bilang heh.kalo kamu ngerasa kita bisa bicara baik baik kenapa tidak kau bicarakan denganku sebelum kau menyakitiku.KAU MENYAKITIKUU apa kau sadar hah?"Shilla menekankan kata itu pada Denis


"Aku sadar aku salah.Kumohon Shil!"lirih Denis

__ADS_1


"Lepasin tangan aku..!"Shilla meronta tak terkendali dan


keeppp.Denis membawa Shilla ke pelukannya.Denis mengusap lembut rambut Shilla sambil mendekapnya erat


"Dengerin penjelasan aku Shil.aku mohon"ucap Denis di pundak Shilla


"Apa yang ingin kamu jelasin.aku gak ngerti kenapa kamu tiba tiba nenyusul dan menarikku dengan marah hikk.kamu dah kasih ijin sebelum aku pergi hikks hikkss"Shilla bertanya dalam pelukan Denis.Shilla hanya diam tak membalas pelukan Denis


"Aku tidak berniat menyakitimu.aku hanya refleks menarik kamu pulang karena aku marah mendengar dan melihat sendiri para lelaki ditaman itu melotot dan membayangkan kamu yang enggak enggak"ucap Denis pelan


Shilla akhirnya mengerti kenapa Denis seperti itu.Shilla tau kalau Denis saat ini sedang cemburu.Denis mengeratkan pelukannya,Shilla membalas pelukan Denis.Shilla merasa bersalah karena ini juga salahnya.Denis belum pernah menyentuh Shilla sedikitpun tapi sudah mendengar orang lain yang berbicara kotor tentang Shilla



Denis melepaskan pelukannya dan mencoba menghapus sisa air mata di pipi Shilla lalu Denis mengusap bibir Shilla yang tadi dilumat kasar olehnya


"Ini sakit"ucap Denis sambil mengusap bibir Shilla


"Tidakk..kalo kamu cium lagi dengan lembut"Shilla menunduk malu setelah mengatakan itu.Denis tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan


"Emm memang boleh?"tanya Denis ingin memastikan pendengarannya tidak salah.Shilla hanya mengangguk malu malu

__ADS_1


__ADS_2