
Seorang pelayan toko menghampiri Shilla.Shilla membuka mata saat ada yang menyapanya
"Mba mau cari apa?"tanya pelayan wanita
"O maaf.saya sedang mencari pot bunga mawar apakah ada."jawab Shilla
"Oh ada mba.silahkan ikuti saya"ucap pelayan itu.Pelayan itu membawa Shilla ke belakang toko,dibelakang toko itu terdapat kebun bunga dan juga bibit bibit bunga dalam pot berbaris rapi
"Silahkan mba pilih ingin bunga mawar warna apa.jika banyak yang mba beli kami menyediakan jasa antar.Minimal 5 pot bunga kami bisa antar.Silahkan lihat dan pilih"ucap pelayan itu
"Emm saya ingin yang sudah ada kuncup bunganya!"ucap Shilla
"Ada mba.Warnanya?"ucap pelayan sambil mencari pohon mawar yang diminta Shilla
"Saya ingin warna merah 3,kuning 3,putih 3 dan yang merah muda 3 ya mba!"ucap Shilla
"Banyak sekali mba?"tanya pelayan itu tersenyum
"Mba sangat menyukai bunga mawar ya mba?"tanya pelayan itu ramah
"Ya saya suka sekali mba!"jawab Shilla tersenyum manis
"Kami punya bunga mawar warna orange loh mba.Hasil stek silang pemilik floris ini! apa mba mau lihat,kebetulan hari ini bunganya mekar!"ajak sang pelayan toko
"Oh boleh kalo diijinkan!"ucap Shilla senang
Shilla mengikuti pelayan itu ke tempat pot mawar itu diletakan.Dan benar bunga mawar orange itu sedang mekar dengan warna seindah sunset.Warnanya mengingatkan Shilla pada warna mentari senja.
"Kenapa bunga seindah ini disembunyikan mba?"tanya Shilla
"Bunga ini cuma ada satu ditempat kami.Jadi pemiliknya hanya menyuruh saya menawarkan untuk seseorang yang membeli banyak pot bunga mawar.kebetulan hari ini mba lah yang membeli banyak pohon mawar!"jawab pelayan
"Emhh saya mau mba yang ini.nanti tolong dikirim ya mba ke alamat ini!"Shilla memberikan alamat Denis yang sudah dicatatnya kepada pelayan.Pelayan itu menerimanya
__ADS_1
"Berapa semuanya mba?"tanya Shilla
"1,5 juta mba total semuanya!"jawab pelayan
Shilla mengambil uang cash di dompetnya dan memberikannya pada pelayan.Pelayan itu menulis di nota yang ada ditangannya.Lalu memberikan kertas nota itu pada Shilla
"Tunggu saja di rumah ya mba.mobilnya sedang mengirim ke tempat lain.Nanti begitu datang saya akan langsung kirim bunganya!"ucap pelayan
"Ya terima kasih"ucap Shilla lalu pamit pergi dan keluar dari toko.Shilla masuk kembali kedalam taxi.
"Jalan pak ke alamat ini"Shilla memberikan arah alamat rumahnya
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**Jam 12 siang di rumah Denis
Denis dan Yuli datang ke rumah.Denis yang niat awalnya tidak akan pulang saat makan siang membatalkan niatnya karena ingin menanyakan ada urusan apa Shilla bertemu mantannya.Denis bergegas masuk setelah memarkir mobilnya.Shilla tiba lima menit kemudian
"Mobil mas Denis ada dirumah?"Shilla bertanya pada diri sendiri.Shilla melangkah ke dalam rumah dan mendengar Denis memanggil namanya
"Dia belum pulang Den!"ucap Dona
"Belum pulang?"tanya Denis pada Dona.Shilla yang baru datang menyahut dibelakang Denis
"Aku baru pulang! ada apa mas?"tanya Shilla datar
"Bukannya kamu pergi dari coffeshop sejam yang lalu,kenapa baru pulang?"tanya Denis mencoba setenang mungkin menahan emosi karena cemburu
"Aku mampir ke toko bunga dulu mas!"jawab Shilla
"Alaahh bohong itu Den.Kamu tahu tidak istri kamu ini tadi pamit sama tante katanya mau ketemu pacarnya yang tampan!"ucap Dona dengan menggebu
"Benar kamu bilang seperti itu Shil?"tanya Denis
__ADS_1
"Iya benar.Dan mas juga dah lihat kan PACARKU YANG TAMPAN itu tadi!"jawab Shilla kesal dan pergi lari keatas menuju kamarnya.Denis menyusul Shilla yang berlari ke kamar
Dibawah Yuli dan Dona bertengkar
"Mama apa apaan sih manas manasin mas Denis kaya gitu"tanya Yuli pelan
"Mama bukan manasin.Tapi emang gitu keadaannya lagipula ini baik buat kamu saat mereka bertengkar"ucap Dona berbisik pelan pada Yuli
"Ah gak tahu ah..Yuli tidur siang aja!"ucap Yuli lalu masuk ke kamar disusul Dona juga masuk ke kamar
Dikamar Denis Shilla membanting tasnya ke ranjang dengan kesal.Shilla lalu duduk ditepi ranjang tak lama Denus masuk ke kamar dan menutup pintu kamar
"Shil..mas minta maaf kalo mas terlalu keras bicara padamu tadi!"ucap Denis lembut.Shilla hanya diam dan tak mau menatap Denis
"Sayang mas berbicara begitu karena jujur mas cemburu.Maafin mas Shil,mas sangat mencintai kamu"ucap Denis
"Aku mau mandi mas.permisi"Shilla pergi ke kamar mandi.Denis melihat tas Shilla dan ingat saat di coffeshop tadi Denis melihat Shilla memasukan kertas dari Noval.Denis penasaran dan membuka tas itu dan melihat kertas terlipat.Denis mengambil dan membukanya
"Cincin?"Denis terbelalak menatap cincin itu dan membaca isi dari kertas yang membungkus cincin itu
*cinta kita penuh dengan halangan.jadi aku memutuskan segera menikahimu.datanglah ke hotel x no 123*isi surat itu membuat Denis kembali naik darah.Denis melihat alamat dibelakang surat itu
*jln.merpati 2 no 44*
"Apakah ini alamat Noval?"tanya Denis pada diri sendiri.Shilla keluar lagi dari kamar mandi karena lupa membawa handuknya.Shilla tertegun melihat Denis memegang cincin dan surat dari Noval.Surat yang akan dia antarkan untuk kekasih Noval besok.Shilla yakin Denis salah faham
"Jadi kamu benar benar akan meninggalkan aku Shil.kamu akan meninggalkan aku dengan mantan pacarmu itu"teriak Denis sambil membanting kertas dan cincin itu
"Mas..tidak bisakah kamu menilai aku dengan hati kamu bukan dengan mata kamu hikss hikkss!"Shilla kesal dengan Denis yang berubah jadi pemarah sejak Dona dan anaknya Yuli datang.Shilla mencari cincin itu yang terjatuh kedekat pintu.Shilla menemukannya dan mengambilnya lalu Shilla juga memungut kertas itu lalu cincin itu dibungkus kembali dan ditaruh kembali dalam tas
"Aku permisi keluar mas!"ucap Shilla melangkah ke arah pintu.Pertanyaan dari Denis menghentikan langkah Shilla
"Kemana? kepelukan kekasih lamamu?"ucap Denis ketus
__ADS_1
"Cchhh...benar juga kamu hanya berkata padaku bahwa kau sudah 15 tahun mencintaiku.Tapi kau tak pernah mengenalku mas.Aku pergi sebentar.jika mas berpikir aku akan menemui kekasihku maka percayai saja apa yang kamu percayai mas!"Shilla melangkah keluar dan pergi dari rumah untuk segera memberikan surat dan cincin itu.Sebelum semua semakin memburuk