
Makan malam tiba, semua berkumpul di meja makan.
"Kalian ada rencana bulan madu kemana?" tanya Shilla.
"Rencananya sih, Juan ingin mengajak Daisy ke Paris. Tapi entah Daisy setuju atau tidak, karena Juan dan Daisy belum berunding!" jawab Juan.
"Loh, memangnya Daisy ada rencana ke tempat lain?" tanya Denis.
"Padahal Paris kan terkenal sebagai kota paling romantis buat bulan madu. Ke sana saja sayang!" ucap Shilla merayu Daisy.
Daisy hanya tersenyum tanpa memberi jawaban. Selesai makan malam, Denis dan Juan pergi ke kamar mereka. Sedang Shilla dan Daisy mencuci piring dan membersihkan meja makan.
"Dais, mama ingin bicara boleh?" tanya Shilla sambil mencuci piring. Dan Daisy sedang mengelap meja makan.
"Kenapa mama harus meminta ijin? Tentu saja boleh, ma."
"Kamu sudah menjadi seorang istri, dan sebagai seorang istri, kita harus menuruti dan mengikuti kata suami. Juan ingin membahagiakanmu dan mengajak berbulan madu, jangan menolak dan mengecewakan suamimu. Kamu mengerti kan?" ucap Shilla.
"Daisy mengerti, ma!" jawab Daisy.
Selesai membereskan dapur, Daisy masuk ke kamarnya. Juan sedang duduk bersandar di ranjang sambil membuka laptopnya. Daisy naik ke ranjang dan bersandar di pundak Juan.
"Sedang apa,sayang?" tanya Daisy.
"Mencari destinasy tempat yang mungkin kau suka untuk liburan bulan madu kita!" jawab Juan.
"Aku setuju kalau mas ingin kita honeymoon ke Paris. Lagi pula Paris kota yang indah!" ucap Daisy.
"Sungguh, kamu setuju kita honeymoon ke sana?" tanya Juan memastikan. Daisy mengangguk.
"Kak Juan, aku punya berita bagus loh!" ucap Daisy.
"Apa itu?" tanya Juan penasaran.
"Nanti saja!" ucap Daisy.
Juan jadi penasaran. Tapi ia fokus kembali ke layar laptop, dan mencari hotel yang dekat dengan ikon negara Prancis.
__ADS_1
Daisy berendam dalam bathtube dengan esses bunga mawar. Hari ini Daisy ingin memberi kejutan pada Juan. Karena ternyata Daisy hanya keluar flek, sepertinya karena kelelahan seusai pesta pernikahan. Ia ingin terlihat cantik, wangi dan segar di malam pertama mereka.
Selesai berendam, Daisy memakai gaun tidur transparan seperti biasa. Karena semua gaun tidur Daisy bermotif seperti itu. Bedanya kali ini Daisy menggunakan gaun tidur selutut berwarna hitam tanpa menggunakan underwear.
Daisy melangkah dengan perlahan ke arah Juan yang sedang serius menatap làyar laptop.
"Tidak ingin mandi dulu sebelum tidur?" tanya Daisy saat sudah berdiri di samping Juan. Juan menoleh dan segera berpaling.
"Kenapa harus mandi? Kan sudah mandi tadi sore!" jawab Juan tak mau menatap Daisy. Karena Juan sudah menahannya sejak kemarin, ia tak yakin bisa menahannya kali ini.
"Untuk menyegarkan diri sebelum ritual!" ucap Daisy.
"Ritual?" tanya Juan menoleh ke arah Daisy.
"Ehm."
"Bukannya, sedang berhalangan?" tanya Juan.
"Hanya flek, karena kelelahan sepertinya. Jadi mau mandi tidak?" tanya Daisy menggoda.
"Ok. Tunggu sebentar!" Juan langsung menutup laptopnya dan berlari ke kamar mandi. Daisy berbaring tengkurap di ranjang sambil memainkan ponselnya.
Juan merangkak di atas tubuh tengkurap Daisy.
"Sedang apa?" tanya Juan.
" Main game!"
"Main real game yuk!" ucap Juan memulai aksinya. Tangan Juan bergerilya dari àtas sampai ke bawah. Daisy memejamkan mata, merasakan sentuhan demi sentuhan yang Juan lakukan di punggungnya. Kemudian Juan membalik tubuh Daisy agar menghadapnya.
Daisy dan Juan saling pandang dengan senyum bahagia. Juan mengusap rambut Daisy dengan lembut kemudian mengecup kening Daisy. Mereka kemudian berciuman dan tangan Juan mulai beraksi menyentuh bagian-bagian sensitif dari tubuh Daisy.
Birahi keduanya mulai naik. Juan mengecup setiap jengkal tubuh Daisy. Hingga Daisy mulai tak tahan untuk tidak mengeluarkan desahan. Dan desahan- desahan halus dari bibir Daisy, membuat Juan makin bersemangat dan ingin segera memulai ritual utama mereka.
"Sakitt...," gumam Daisy saat Juan mulai berusaha menjebol pintu gua. Daisy meringis pelan saat pertama pintu guanya berhasil di jebol. Setelah beberapa lama, tak ada lagi suara meringis dari bibir Daisy.
Sampai tengah malam, di kamar Daisy dan Juan hanya terdengar erangan dan desahan. Hingga mereka terkulài lemas di bawah selimut, sambil berpelukan tanpa busana.
__ADS_1
"Terima kasih, sayang!" ucap Juan mengecup puncak kepala Daisy.
"Terima kasih juga karena kakak sudah sabar menanti sampai malam ini."
"Aku baru tahu, saat mendesah suaramu begitu menggoda!" goda Juan.
"Apa sih, mulai deh! Lebih menggoda desahanku atau goyanganku, hem!" ucap Daisy sambil naik ke atas Juan.
"Ternyata istriku ini nakal juga!" Juan menarik tubuh Daisy hingga tengkurap di dadanya.Mereka kembali berciuman dan mengulang percintaan mereka dengan Daisy yang menjadi joki di atas tubuh Juan. Mereka mengulang hingga beberapa kali dan akhirnya tertidur.
Keesokan hari
Juan terbangun lebih dulu, dia berbaring menyàmping sambil menatap wajah cantik Daisy yang masih terlelap.
"Sepertinya semalam kita benar-benar sudah bekerja keras." Juan memeluk tubuh Daisy, dan Daisy yang masih mengantuk itu, hanya bergerak merubah posisi tidurnya jadi memeluk Juan dan kembali terlelap. Tapi suara ketukan pintu membuat Daisy terpaksa membuka mata.
Tok tok tok
"Dais, apa kalian sudah bangun?" tanya Shilla di depan pintu.
Daisy menggeliat dan menutup wajahnya saat pandangannya beradu dengan mata Juan. Juan tersenyum geli.
"Dais, mama dan papa akan pergi ke swalayan. Sarapan sudah mama siapkan di dapur!" ucap Shilla.
"Ya, mah."
Daisy menjawab di balik selimut. Setelah tak terdengar suara Shilla, Juan menarik selimut yang menutupi wajah Daisy.
"Akhh..." Daisy menutup bukit kembarnya dengan kedua tangan.
"Semalam kamu ganas sekali, sayang. Kenapa sekarang jadi malu- malu begitu, haha!" goda Juan.
"Kak Juan nyebelin!" Daisy berlari ke kamar mandi tanpa busana.
Juan tertawa lebar melihat tingkah istrinya yang begitu menggemaskan. Daisy di kamar mandi juga tersenyum malu dengan tingkah lakunya sendiri. Daisy menyalakan kran shower dan membasuh tubuhnya yang lelah di bawah air hangat yang mengalir dari kran shower.
Setelah Daisy keluar dari kamar mandi, giliran Juan yang mandi. Daisy memakai baju. Setelah memakai baju, Daisy duduk di depan meja rias dàn menganga tak percaya melihat leher dan pundaknya.
__ADS_1
"Banyak sekali tanda kissmarknya. Harus ganti baju yang lain, kalau pake baju terbuka begini kan malu! Apalagi kalau dilihat papa dan mama," gumam Daisy. Ia kemudian mencari baju yang berkerah tinggi, hingga ia bisa menutup bekas tanda kepemilikan dari Juan. Kemudian Daisy melanjutkan memoles wajah dan bibirnya.