
Juan baru saja terlelap ketika ponselnya berbunyi. Juan meraba poselnya di nakas, Juan menatap layar ponsel menunjukan ID pemanggil.
"Daisy?" Juan heran, tidak biasanya Daisy menelponnya dini hari seperti sekarang. Juan menggeser layar ponsel dan menerima panggilan dari Daisy.
"Halo, sayang."
"Halo, kak Juan sudah tidur?" tanya Daisy.
"Belum! Ada apa?" tanya Juan lembut. Juan berbohong, agar Daisy tidak merasa sudah membangunkan Juan.
"Aku tidak bisa tidur!" ucap Daisy.
"Kenapa? Sudah tidak sabar tidur bareng kakak, ya?" goda Juan.
"Apa sih! kak Juan narsis banget. Aku tutup telponnya kalau gitu!" Daisy langsung menutup panggilan.
Di rumah Juan
Juan bangun dan pergi ke dapur untuk mengambil minum. Kebiasaan Juan jika tidurnya terganggu, maka ia akan sulit untuk tidur kembali. Setelah mengambil minum, Juan kembali berkutat di depan laptop. Sebuah email masuk ke akun Juan.
"Email dari Sultan Malaka?" Juan bertanya-tanya dengan heran. Sepuluh tahun lebih, Juan tak pernah mendapat kabar darinya. Juan membaca email itu dengan perasaan cemas.
*Juan...bisakah kau datang ke KL? Saya ingin menagih janjimu pada saya. Janji yang kau bilang berlaku seumur hidupmu! Saya ingin menagihnya sekarang!* Isi email itu seketika mengusik perasaan Juan.
"Apa kira-kira yang dia pinta dariku?" gumam Juan. Ia membalas email itu.
*Baiklah, saya akan terbang ke KL besok!* Juan pun mengirim email balasan.
Keesokan hari
Juan menelpon Herman pagi-pagi sekali, untuk mengatakan bahwa dia sudah di Bandara dan akan pergi ke KL. Herman mengerti dan menjawab akan menghandle pekerjaan Juan dua hari ke depan.
Daisy juga sudah dikirimi pesan teks, pagi-pagi sebelum Juan berangkat ke Bandara. Juàn berangkat ke KL jam lima pagi dan sampai di rumah Sultan Malaka jam delapan pagi.
Ting tong ting tong
Juan memencet bel gerbang rumah Sultan Malaka yang besar bak istana. Seorang satpam menghampiri Juan.
"Selamat pagi. Saya ingin jumpa Encik Sultan Malaka, apa beliau ada?" ucap Juan.
"Encik ini siapa? Dan dari mana?" tanya satpam itu.
"Saya Juan, dari Indo!" jawab Juan.
__ADS_1
"Tunggu sekejap!" satpam itu menelpon ke dalam rumah dari pos jaga. Kemudian dia kembali setelah beberapa saat dan membukakan pintu gerbang.
"Silahkan! Encik Sultan sudah menunggu di dalam," ucap satpam.
Juan mengangguk dan melangkah masuk ke dalam rumah yang berjarak dua puluh meter dari gerbang.
Tok tok tok
Juan mengetuk pintu dan Sultan datang menyambutnya.
"Juan, lama tak jumpa! Mari masuk!" jawab Sultan. Mereka duduk di ruang tamu.
"Apa kabarmu?" tanya Sultan.
"Kabar saya baik. Bagaimana kabar Encik dan Ros?" Juan bertanya balik.
"Saya baik, tapi Ros...," ucapan Sultan berhenti. Juan jadi penasaran, kenapa dengan Rosdiana.
"Ada apa dengan Ros?" tanya Juan.
"Dia sakit kangker lambung stadium akhir. Dokter memperkirakan umurnya mungkin tak sampai dua bulan lagi. Kau tahulah Ros selalu diet karena takut tak cantik lagi bila gendut, akhirnya lambungnya bermasalah. Dan seperti sekarang!" ucap Sultan.
"Saya turut prihatin atas Ros. Maaf jika saya langsung bertanya, mengenai apa yang akan Encik Sultan minta dari saya?" tanya Juan.
"Saya akan pergi menjenguknya, Encik Sultan antarkan saya ke sana!" ujar Juan.
Di klinik kantor Juan
"Permisi, Dokter."
"Ya. Silahkan masuk!" ucap Daisy.
"Terima kasih, Dokter!" ucap seorang wanita paruh baya. Daisy ingat wanita itu adalah cleaning service.
"Ibu Enah, ibu cleaning service di sini kan?" tanya Daisy.
"Ya, benar Dokter!" jawab Enah.
"Ok. Apa yang sakit?" tanya Daisy.
"Ini, Dokter...," Enah tak melanjutkan ucapannya.
"Ya, apa yang ibu rasakan?" tanya Daisy kembali.
__ADS_1
"Akhir-akhir ini, saya sering sekali lupa. Awalnya hanya kejadian kemarin yang saya lupakan, tapi sekarang, bahkan kejadian lima belas menit yang lalu saja saya langsung lupa. Kira-kira saya kenapa ya, Dok?" tanya Enah.
"Menurut indikasi yang ibu paparkan, dugaan saya itu adalah gejala Alzheimer. Istilah awamnya, penyakit pikun," terang Daisy.
"Pikun, Dok!" tanya Enah. Daisy mengangguk pelan dengan prihatin.
"Apakah selain suatu kejadian, ibu juga melupakan seseorang. Misalnya nama saya Dokter Daisy, tapi setelah dua puluh menit ibu lupa siapa saya. Apa ibu pernah mengalami seperti itu?" tanya Daisy.
"Ya, benar! Saya terkadang juga lupa saya harus pulang ke alamat mana! Apakah itu berbahaya, Dokter?" tanya Enah khawatir.
"Sebenarnya tidak berbahaya, hanya saja, ibu mungkin perlahan-lahan bisa melupakan setiap kejadian. Bisa jadi ibu lupa jika ibu baru saja makan dan kembali makan di jam yang sama. Itu contoh kecilnya," ucap Daisy menerangkan.
"Seperti itu ya, Dokter!" ucap Enah sedih.
"Saya sarankan, ibu berhenti saja bekerja. Usia ibu juga memang sudah cukup untuk pensiun, seharusnya ibu melakukan kegiatan ringan saja di rumah. Saya akan memberi ibu obat untuk menambah daya ingat, memang tidak bisa menyembuhkan tetapi setidaknya bisa sedikit memperlambat. Banyak makan buah dan sayur ya, bu!" ucap Daisy sambil menyerahkan obat yang sudah ia bungkus plastik.
"Terima kasih, Dok. Saya permisi!" ucap Enah.
"Ya, semoga lekas sembuh!" jawab Daisy.
Enah keluar dari ruang klinik. Beberapa langkah kemudian dia berhenti.
"Tadi Dokter Daisy bilang apa ya? Oh, ya. Jangan banyak makan sayur dan buah! Untung masih ingat."
Enah merasa yakin dengan ingatannya. Yang sebenarnya ingatan itu berkebalikan dengan yang Daisy ucapkan. Dia kembali bekerja dan lupa dimana ia menaruh sapunya. Dia berkeliling mencari ke setiap ruangan.
"Kasihan sekali ibu itu. Semoga dia memiliki keluarga yang bisa merawatnya. Tiba-tiba ingat Mama dan Papa. Jika aku menikah dan tinggal di apartement bersama kak Juan, mereka hanya berdua," Daisy menopang dagunya di meja. Dia bingung, apakah dia tinggal di rumah saja. Tapi apa Juan mau, Daisy tidak bisa meminta Juan tinggal di rumahnya.
Juan mempersiapkan apartement untuk mereka sejak lama. Daisy takut Juan kecewa jika mereka tidak jadi menempati apartement itu. Daisy melamun memikirkan kedua orang tuanya. Mereka hanya memiliki Daisy sebagai putri mereka. Daisy lalu membenamkan kepalanya di meja dengan di topang kedua lengannya.
****************************
mohon maaf ya readers
klo aq mulai gak teratur up
ada kendala teknis hehe
jangan lupa untuk like n komen
kasih ☆☆☆☆☆dong buat author bila berkenan. n vote seikhlasnya
see you next
__ADS_1