Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
episode 35 Shilla sadar


__ADS_3

dear readers..


part selanjutnya semoga kalian suka


maaf jika jd drama lebay menurut kalian


smoga kalian tetap suka


happy reading


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


**4 tahun kemudian


Denis menjalani hari harinya seperti biasa.Jam 8 pagi ke kantor dan pulang jam 3 sore.Princess kecil Denis dan Shilla sudah berusia 4 tahun.Denis menamai putri mereka Daisy Zein.Meski berumur 4 tahun tapi Daisy yang tumbuh tanpa sosok seorang ibu selama 4 tahun ini menjadi lebih berpikiran layaknya orang dewasa


Sore itu Denis yang biasa pulang jam 3 belum sampai juga ke rumah.Daisy memiliki mata bulat yang tajam berwibawa seperti Denis dan memiliki rambut hitam dan bergelombang indah seperti Shilla.Daisy sangat menyukai rambut panjangnya.Seorang pelayan menghampiri Daisy


"Non Daisy mau makan lebih dulu? biar bi Rum siapin!"ucap bi Rum.Biasanya Daisy dan Denis makan jam 5 sore saat Denis sudah mandi.Tapi hari ini Denis belum datang padahal sudah jam 6 dan langit sudah mulai terlihat gelap.Daisy sangat khawatir pada ayahnya dan mondar mandir didepan rumah


"Non..ini sudah gelap non.Masuk dulu dan tunggu saja tuan didalam"ucap bi Rum


"Tidak apa apa bi..Daisy tunggu sebentar lagi!"ucap Daisy.Daisy khawatir terjadi apa apa pada ayahnya.Dia sudah hidup tanpa belaian kasih sayang ibunya itulah sebabnya dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada ayahnya


tidd tidd..Denis membunyikan klakson mobilnya.Bi Rum bergegas membukakan gerbang dan Denis pun segera memarkir mobilnya di garasi lalu segera berlari menghampiri Daisy yang berdiri didepan pintu


"Pa paaaa..hiks hiks hiks"Daisy menangis saat melihat ayahnya datang.Daisy berlari memeluk ayahnya yang berjongkok


"Eh kok princessnya papa nangis? kenapa sayang?"tanya Denis sambil memeluk dan membelai rambut putrinya


"Papa kenapa pulang telat.Papa gapapa kan?"tanya Daisy khawatir


"Papa ga apa apa sayang,papa baik baik saja.Daisy khawatir sama papa ya sayang?"ucap Denis lembut


"Iya Daisy takut pah.Daisy takut papa seperti mama.Daisy takut hiks hiks"Daisy terisak dipelukan ayahnya


"Papa tadi cuma terjebak macet sayang!,,maaf papa ga nelpon ke rumah dan memberitahu Daisy.Sekarang sudah gelap sebentar lagi malam.Daisy kan takut kalau diluar rumah malam hari.. jadi ayo kita masuk!"Denis menggendong Daisy.Bi Rum setelah mengunci gerbang menyusul masuk dan mengunci pintu


"Papa mandi dulu.Daisy mau makan duluan sama bi Rum atau mau bareng papa?"tanya Denis

__ADS_1


"Sama papa aja!"jawab Daisy tersenyum manis.Denis selalu sedih melihat senyum Daisy.Karena Denis pernah satu kali mendapati Daisy yang menangis diam diam di kamarnya


flasback**


Denis selesai mengerjakan tugas kantor yang sengaja dia bawa ke rumah.Denis melihat jam menunjukkan pukul 9 malam.Dia pergi ke kamar Daisy yang berada di samping kamar miliknya dan Shilla.Denis membuka pintu perlahan dan melihat Daisy yang sedang menangis membelakangi Denis dan mendekap boneka hello kitty besar yang Denis belikan saat ulang tahun ketiga putrinya


Denis hendak menghampiri Daisy tapi langkahnya terhenti didekat pintu saat mendengar ucapan Daisy dalam tangisnya


"Kitty..hiks hiks Daisy cuma bisa nangis depan kitty.Daisy gak mau nangis didepan papa karena papa pasti ikut sedih.Daisy gak mau papa sedih,Daisy cuma punya papa saat ini.Hikss hikkss ..kitty kapan mama bangun dari bobonya hiks hiks Daisy ingin dipeluk mama hiks hiks!!"Daisy mencurahkan semua isi hatinya pada boneka helllo kitty yang dipeluknya dengan erat


"Mama..cepat bangun mah!!,, Daisy pengen peluk mamah hiks hiks" Daisy mengusap air matanya dan berdiri.Denis segera keluar dan menutup pintu kamar Daisy pelan pelan


Denis segera masuk ke kamarnya dan menangis mendengar ratapan Daisy yang ingin dipeluk oleh mamahnya


"Sayang..kapan kamu sadar sayang.Putri kita sangat ingin dipeluk olehmu sayang!!"gumam lirih Denis.Daisy dan Denis selalu mengunjungi Shilla di hari minggu.Mereka akan seharian menunggu Shilla dari pagi sampai sore.Meskipun mereka hanya boleh masuk kedalam ruang ICU selama lima menit.Tetapi mereka masih bisa melihat Shilla dari kaca ruangan ICU


flasback off**


Denis selesai mandi dan berganti baju.Dia lalu segera turun menghampiri putrinya yang sedang menonton tv di sofa ruang tamu dekat tangga


"Sayang..papa!! matiin tvnya ayo kita makan"ucap Denis disamping Daisy.Setelah Daisy mematikan pesawat tvnya,Denis menggendong putri kesayangannya itu ke meja makan.Mereka pun makan dalam diam


Denis menyuruh Daisy masuk ke kamarnya setelah makan


"Ok pah!!,, besok kita pergi lihat mama kan pah?"tanya Daisy


"Iya sayang.makanya Daisy cepat bobo biar kita tidak kesiangan menjenguk mama!"jawab Denis.Daisy mengangguk dan segera pergi ke kamar setelah makanannya habis


"Pah Daisy udah selesai makan.Daisy ke kamar dulu.selamat malam pah!!" ucap Daisy lalu menaiki tangga dan masuk kekamarnya.Denis juga selesai menyantap makan malamnya dan pergi ke kamar.Denis menuju ke taman atap,taman yang sangat disukai oleh Shilla.Taman yang penuh dengan pot bunga mawar,pot bunga mawar yang dulu dibeli Shilla juga sudah tinggi dan berbunga lebat dan mekar dengan indah


Drrttt drtttt..ponsel Denis bergetar di nakas tapi Denis tak menggunakan nada dering sehingga Denis tak mendengar suara telpon yang masuk.Denis tiduran di gazebo sambil menatap bintang bintang malam yang hanya tampak sedikit karena tertutup awan


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


**di rumah sakit


Noval dan Ajeng juga putra kembarnya baru saja tiba di rumah sakit.Dokter Adrin menelpon Denis tapi Denis tak mengangkatnya jadi dokter Adrin menelpon nomor Noval.Mereka sampai didepan ruangan Shilla


"Gimana mas,, apa mas Denis mengangkat telponnya?"tanya Ajeng.Noval menggeleng dan mendesah.Dokter Adrin selesai memeriksa Shilla dan keluar dari ruang ICU.Noval menghampiri dokter Adrin

__ADS_1


"Dok..ada apa dengan Shilla dok?,,dokter menelpon malam malam pasti sesuatu yang penting kan dok jawab saya dok!"Noval bicara tanpa memberikan waktu untuk dokter Adrin menjawab.Dokter Adrin hanya tersenyum menanggapi ucapan panjang lebar dari Noval


"Mas tenang dulu..biarkan dokter bicara!!" ucap Ajeng


"Maaf jika saya mengganggu anda pak Noval.Tadi saya sudah mencoba menghubungi pak Denis tapi tak ada jawaban jadi saya menelpon bapak..Begini pak Noval,Ibu Shilla sudah sadar!!"ucap dokter Adrin.


"Benarkah dok? syukurlah ya Tuhan terima kasih akhirnya Shilla sadar sayang!" ucap Noval memeluk Ajeng


"Iya mas.syukurlah!"jawab Ajeng


"Lalu bagaimana keadaan Shilla sekarang?apa kami boleh menjenguknya?"tanya Noval


"Ibu Shilla tertidur setelah kami berikan obat.Saat ini pasien harus banyak istirahat.besok pagi kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat inap!"ucap dokter


"Baiklah dok!!,kami mengerti!"ucap Noval lalu duduk didepan ruangan Shilla


"Mas gak nyoba nelpon mas Denis lagi?"tanya Ajeng


"Mereka besok pagi juga pasti kesini.biar menjadi kejutan buat mereka saat menjenguk Shilla besok!" ucap Noval


"Oh.."jawab Ajeng singkat.Kedua putra Noval dan Ajeng Jammy dan Sammy menguap


"Dokter Adrin jika kami pulang tidak masalah kan.Putra kami sudah mengantuk,dirumah sakit juga tidak baik untuk anak anak!"ucap Noval


"Iya tidak masalah pak Noval.Lagipula pasien tidak bisa ditemui malam ini.Kalian pulanglah!" ucap dokter Adrin


"Terima kasih dok.kami permisi!"Noval pamit pada dokter dan dokter Adrin mengangguk dan berlalu pergi menuju ke ruangannya.Noval pun pulang bersama Ajeng dan putra kembarnya


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


seperti biasa ya readers


mohon tinggalkan jejak kalian


dengan like n koment


bantu author untuk mendapat inspirasi


agar author bisa merampungkan novel ini sesuai target author

__ADS_1


terima kasih


smoga kalian suka ya


__ADS_2