Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
episode 43.Getaran cinta


__ADS_3

Daisy berlari menghampiri Denis dan menarik tangan Denis untuk ikut bermain


"Pah ikut main ayo!!"ucap Daisy


"Papa lihat kalian aja ya!"ucap Denis lalu duduk dibangku taman


"Pah main petak umpet yuk!!,,ayo pah main sama Daisy!"Daisy menarik narik tangan Denis.Denis pun berdiri karena tidak ingin membuat Daisy kecewa


"Baiklah..ayo.Biar papa yang jaga duluan..papa mulai hitung ya!,1,2,3,,,,,,,,"Denis terus menghitung.Daisy dan Shilla sudah bersembunyi dibelakang perosotan tak jauh dari tempat Denis berdiri


"49.50"Denis selesai menghitung sampai 50 lalu Denis berkeliling mencari mereka ke sekitar rumah.Saat Denis kembali ke tempatnya semula,Denis melihat baju Daisy yang tertiup angin didekat perosotan


"Daisy..kena.mama juga kena!"ucap Denis


"Yahh..kena!"ucap Daisy


"Mau mama gantiin jaga?"tanya Shilla tersenyum


"Gak mau.Daisy jaga aja.Mama sama papa ngumpet!"Daisy mulai menghitung.Denis menarik tangan Shilla dan bersembunyi dibawah tangga yang menuju ke balkon.Karena tempatnya yang sempit alhasil Denis dan Shilla berdiri berhadapan dengan pinggang yang dipeluk oleh Denis


deg deg degg degg..Shilla berdebar debar tak karuan.Apalagi saat Denis menatapnya dengan jarak hanya beberapa centi.Shilla merasakan getaran aneh saat bertatapan dari jarak dekat dengan Denis.Sedangkan Denis yang lama merindu akan pelukan Shilla itu hanya menatap dalam tanpa berkedip


Daisy mencari cari Denis sampai kedalam rumah.Tapi belum juga menemukan mama dan papanya.Denis tidak tahan untuk tidak menyentuh Shilla.Denis menarik pinggang Shilla agar lebih rapat,Denis perlahan mendekatkan wajahnya,Denis sangat ingin melumat bibir merah delima milik Shilla.Saat tinggal satu centi lagi bibir Denis dan Shilla menempel


"Doorr..papa sama mama kena yeeyyy!!"Daisy menemukan mereka dan secara refleks mereka menjauhkan diri masing masing


"Sayang..kita beli es krim yuk kesana!"ucap Shilla pada Daisy mengalihkan rasa canggungnya


"Ayo.tapi papa juga ikut!"ucap Daisy


"Ok.papa ikutt!!"Denis langsung menjawab karena tahu jika Shilla hanya mencari alasan untuk menghindarinya.Shilla jadi salah tingkah


('Duhh gimana sih,aku malu sama mas Denis makanya ngajak Daisy pergi.sekarang malah harus jalan bareng..')gumam hati Shilla.Shilla tidak ingin mengecewakan putrinya akhirnya mau tidak mau mereka jalan bertiga


"Daisy jangan dipinggir sayang jalannya.sini ditengah sama mama!"ucap Shilla.sengaja menaruh dan menuntun Daisy ditengah tengah antara dia dan Denis.Denis tidak kalah cerdik dari Shilla yang berusaha menciptakan jarak dengannya.Denis menggendong Daisy

__ADS_1


"Biar papa gendong saja ya! nanti Daisy capek!"ucap Denis.Shilla dan Denis jalan berdampingan menuju minimarket yang berada diujung komplek perumahan tempat tinggal mereka.Denis menarik telapak tangan Shilla dan menggenggamnya,hati Shilla makin merasakan getaran aneh


('perasaan apa ini?ini sungguh aneh.Aku merasa malu tapi juga bahagia.Rasa aman dan nyaman saat berada didekatnya sungguh membuatku bahagia')gumam Shilla dalam hati.Denis menggandeng tangan Shilla dengan erat.Mereka sampai di minimarket,Shilla menarik tangannya karena malu bergandengan didepan banyak orang.Shilla menemani Daisy memilih es krim.Denis mengikuti mereka dari belakang


Setelah menenteng dua buah plastik berisi cemilan.Daisy berlari meninggalkan Denis dan Shilla dibelakangnya


"Papa..Daisy duluan!!"ucap Daisy.Denis dan Shilla berjalan beriringan.Denis membuka obrolan dengan Shilla


"Aku pikir tadi pagi kamu sudah mengingatku.Tapi seperti inipun aku sudah bahagia.Yah anggap saja jika kita sedang pacaran sayang ha ha"ucap Denis menggoda Shilla


"Bisakah aku bertanya mas?"tanya Shilla


"Tentu sayang.mau tanya apa?"ucap Denis


"Berapa lama kita tidur terpisah saat pertama aku dirumahmu?"tanya Shilla


"Bukan rumahku tapi rumah kita!, gak lama sih sayang.Kalau mas gak salah ingat sebulan kayanya.kenapa sayang?"tanya Denis penasaran.Mereka sudah sampai dirumah dan melihat Daisy sedang asyik memakan eskrimnya di kursi depan rumah


"Aku merasa tidak nyaman semalam!"ucap Shilla.Denis berubah muram


"Mama..Daisy ngantuk!"ucap Daisy.Shilla menghampiri Daisy


"Ngantuk sayang!,mau bobo siang ya?"tanya Shilla


"Iya mah!"jawab Daisy


"Ya sudah Daisy habiskan dulu es krimnya terus bobo,nanti mama temenin Daisy ok!!"ucap Shilla


"Sudah habis mah!"ucap Daisy.Shilla lalu menggendong Daisy masuk ke kamarnya


"Kita bicara lagi nanti mas!"ucap Shilla pada Denis.Denis hanya mrngangguk dan tersenyum.Shilla keluar dari kamar Daisy satu jam kemudian.Shilla mencari keberadaan Denis tapi tidak menemukannya


"Apa mungkin dikamar?"Shilla bertanya sendiri.Lalu Shilla masuk ke kamar,Denis tidak ada juga.Shilla melihat pintu taman atap terbuka dan tersenyum lalu naik ke taman.Dia melihat Denis berbaring telentang di gazebo.Shilla menghampiri dan duduk disamping Denis


"Eh..sayang.Daisy sudah tidur?"tanya Denis

__ADS_1


"Sudah mas!,aku ingin membahas ucapanku tadi.."ucapan Shilla dipotong Denis


"Tidak dibahas lagi.Aku mengerti kamu pasti tidak nyaman sekamar denganku.jadi aku akan tidur dibawah nanti malam!"ucap Denis


"Aku ingin kita tidur seperti biasa.Bersama di ranjang yang sama!"ucap Shilla.Denis langsung bangun dan terduduk.Denis tidak percaya dengan yang didengarnya barusan


"Kita tidur seranjang maksudnya?"tanya Denis


"Iya memang seharusnya kan!,,kita kan suami istri.Jadi tidak ada yang salah dengan tidur seranjang!"ucap Shilla tanpa melihat ke arah Denis


"Kamu gak terpaksa kan sayang?"tanya Denis meyakinkan


"Tidak!"jawab Shilla


"Kalau tidak,kenapa kamu tidak berani menatap mata mas?"tanya Denis.Shilla pun menoleh dan menatap mata Denis lekat lekat seraya berkata


"Aku tidak terpaksa mas!,aku ingin berusaha menjadi istri dan ibu yang baik.Lagipula aku..ituu...ehm!"ucapan terakhir Shilla membuat Denis penasaran


"Lagipula apa sayang?"tanya Denis tak sabar


"Lagipula..akuu..sepertinya sudahh.Sudah jatuh cinta lagi padamu!"Shilla lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena malu


"Hem ehm..mas senang kalau memang kamu tulus mengatakan itu sayang.Tapi mas tidak melihat ketulusan kamu!"ucap Denis.Shilla menurunkan kedua tangannya karena ucapan Denis


"Anggap saja aku tidak mengatakannya kalau begitu!"ucap Shilla lalu beranjak bangun hendak pergi tapi Denis mencekal tangan Shilla dan menariknya kepangkuan Denis.Wajah Shilla memerah seketika


"Cinta sepasang suami istri itu bukan cuma bisa diucapkan tapi juga bisa dicurahkan dengan suatu tindakan!"ucap Denis


"Tindakan apa.Aku gak ngerti mas,dan tolong lepasin aku!"ucap Shilla berontak dalam pangkuan Denis.Denis makin erat memeluk pinggang Shilla dalam pangkuannya.Shilla merasa jantung berdebar debar kencang


"Tindakan seperti ini contohnya!"ucap Denis lalu Denis menarik tengkuk Shilla dan melumat bibir Shilla lembut.Shilla merasakan getaran aneh saat Denis menciumnya.Shilla tadinya hanya diam tapi lama kelamaan Shilla membalas lumatan Denis.Darah Shilla berdesir saat satu tangan Denis mengusap paha Shilla.Shilla seketika bangun dan melepaskan ciuman mereka


"Ehm akuu..akuu lihat Daisy.Mungkin dia sudah bangun!"ucap Shilla lalu berlari turun dari taman atap dan keluar dari kamarnya masuk ke kamar Daisy.Shilla bersandar di pintu kamar Daisy dengan jantung yang berdebar kencang dan wajah tersipu.Ditaman atap Denis hanya tersenyum geli melihat Shilla melarikan diri


"Kamu jadi tambah menggemaskan sayang haha..tak apa sekarang tidak berhasil tapi nanti malam aku tidak akan melepaskanmu sayang"Denis bergumam sambil senyum senyum sendiri

__ADS_1


__ADS_2