Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
episode 11


__ADS_3


Shilla hanya berdiri didekat pintu sampai Denis datang menghampiri setelah memarkir mobilnya


"Shil kok gak masuk.Ayo kita order disana!"ajak Denis menunjuk ke arah meja bagian pemesanan.Shilla berjalan pelan


(semoga saja Noval tidak mengenaliku!)


"Hei kok diam.ayo"ucap Denis lalu menggandeng tangan Shilla.Denis dan Shilla sampai didepan meja pemesanan,Noval mengenali Shilla dan menyapanya


"Shilla kamu ada disini?mana Jody"tanya Noval


"Hm Val kenalin ini Denis suamiku"Shilla memperkenalkan Denis pada Noval.Noval menatap heran sambil mengulurkan tangan


"Noval"sapanya sambil berjabatan dengan Denis


"Denis"balas Denis.Denis merasa heran kenapa Shilla begitu gugup melihat Noval


"Shil kamu pasti pesan capucino kan seperti biasa?"tanya Noval.Denis merasa semakin heran


(kenapa aku merasa cemburu ada pria lain yang justru lebih tau apa yang disukai Shilla)


"Oh ya mas Denis pesan apa?"tanya Noval


"Samakan dengan pesanan Shilla!"jawab Denis.Tapi Denis melihat Noval dan Shilla justru tersenyum geli


"Mas yakin disamain sama pesanan Shilla?"tanya Noval meyakinkan.Denis mengangguk dan mengajak Shilla duduk disamping kaca


"Kamu dari jam berapa ke supermarket?"tanya Denis


"Selesai pekerjaan rumah tadi"jawab Shilla


"Kamu suka kopi capucino?"tanya Denis lagi


"Ya"jawab Shilla tidak memandang ke arah Denis yang ada dihadapannya tapi melihat ke arah luar.Denis menatap Shilla sambil tersenyum

__ADS_1


"Ini pesanannya mas dan mba silahkan dinikmati!"pelayan datang dan menyodorkan capucino pesanan mereka.Shilla menoleh ke arah Noval yang tidak beranjak dari meja order,Shilla mengangguk dari tempat duduknya.Yang mengantarkan minuman mereka adalah pelayan perempuan cantik dan anggun.Rasanya terlalu sayang jika dia bekerja sebagai pelayan


Shilla meminum dengan nikmat kopinya.Tapi saat Denis meminum kopinya


"Fuuuhhh"Denis menelan kopinya tapi menyemburkan kopinya kembali


"Ha ha haaa.Nikmat?"Shilla meledek


"Kamu suka kopi tanpa gula?"tanya Denis dan Shilla mengangguk.Shilla melihat foam dari capucino menempel diatas bibirnya Denis,Shilla mengambil tisu dan mengelapnya pelan.Denis terpaku menatap Shilla lalu tangan Denis memegang tangan Shilla yang sedang mengelapnya


Shilla menarik tangannya canggung


"Hmm itu tadi ada foam nempel"Shilla menunjuk atas bibirnya.Shilla lalu menambahkan gula blok yang tersedia di meja


"Tambahkan gula saja"setelah itu Shilla memasukan gula blok pada kopi Denis lalu mengaduknya


"He eh terima kasih"ucap Denis


Mereka menghabiskan kopinya lalu memanggil pelayan dan membayar minuman mereka lalu Shilla melambai tanda perpisahan pada Noval.Shilla dan Denis menuju parkiran lalu naik ke mobil dan mobil itupun segera Denis kemudikan menuju ke rumah


"Mantan pacar"jawab Shilla.


(pantas saja dia bahkan tau kopi kesukaan Shilla)gumam Denis dalam hati


Denis merasa cemburu Shilla bertemu kembali dengan mantan pacarnya.Setengah jam kemudian mereka sampai di depan gerbang rumah.Shilla hendak turun membuka pagar tapi Denis melarangnya


"Kamu tunggu disini biar aku yang buka gerbangnya!"ucap Denis.Shilla hanya mengangguk.Setelah gerbang terbuka Denis lalu memarkir mobilnya di garasi lalu turun menutup pagar.Denis menghampiri Shilla yang sedang mengeluarkan belanjaan lalu Denis menenteng semua belanjaan,Shilla membuka pintu dan Denis langsung masuk ke dapur menyimpan belanjaan


"Sudah jam 1 siang.kau sudah makan?"tanya Shilla


"Belum.aku akan ganti baju dan kita masak bareng ok?"kata Denis.Shilla hanya tersenyum lalu merapikan belanjaanya dan memasukannya dalam Freezer.Hari ini Shilla ingin memasak tumis buncis daging dan ikan goreng crispy


"Shil aku ngerjain apa sayang?"ucap Denis.Shilla tertegun mendengar Denis memanggilnya sayang


"Kamu potongin buncis aja"ucap Shilla dan Shilla sedang menggulung fillet ikan di tepung lalu digoreng.Sementara menunggu ikan yang di goreng kering. Shilla mengiris daging sapi kecil kecil untuk di oseng bersama buncis.Denis selesai memotong buncis dan memberikannya pada Shilla

__ADS_1


"Ini..ya ampun"Shilla menepuk jidatnya.Denis memotong Buncis halus seperti daun bawang untuk taburan


"Salah ya hehe"tanya Denis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Ah sudahlah.Biar dibahas juga percuma.gak mungkin buncisnya bisa utuh lagi"ucap Shilla sambil mendesah.Shilla melanjutkan masaknya sampai semua matang dan siap disajikan dimeja.Mereka lalu makan tanpa bicara.selesai makan Shilla membereskan meja dan mencuci piring,Denis datang membantu Shilla cuci piring


"Shil kamu marah ya,kok diam aja sih?"tanya Denis sambil menyimpan piring dirak dekat washtapel


"Tidak"jawab Shilla


"Benarkah?tapi kenapa diam aja?"tanya Denis


"Boleh aku ikut senam nanti sore"tanya Shilla


"Boleh tentu boleh"jawab Denis senang.Denis merasa berinteraksi dengan tetangga juga baik untuk terapi Shilla agar melupakan masa lalu.Selesai mencuci piring Shilla masu ke kamarnya dan Denis mennton tv


Dua jam kemudian tepat jam 4 sore Shilla keluar dari kamar dan sudah memakai pakaian senamnya dan melangkah mendekati Denis



"Aku berangkat senam dulu"pamit Shilla dengan tersenyum manis.Denis terpana melihat Shilla


(cuma baju olah raga saja jadi terlihat sangat indah saat dipakai Shilla)


"Harus pake baju kaya gitu ya?"tanya Denis


"Iya.kalau senam harus pakai baju yang bisa cepat menyerap keringat dan nyaman buat bergerak"terang Shilla


"Oh"Denis merasa Shilla terlalu sexy dengan bentuk tubuh yang bagus,wajah yang cantik ditambah baju press body.Denis takut ada lelaki yang tertarik dengan Shilla.Saat Denis sibuk dengan lamunannya ternyata Shilla sudah pergi dari hadapannya.Denis celingak celinguk dan kembali menonton tv


^^^^^^^^^^^^^^^^^


please like,komen readers


kasih masukan y buat author

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2