
kriiinggg kringg.telpon rumah Denis berbunyi.bi Sum segera berjalan dari dapur ke arah telpon yang ada didekat tv
"Halo"jawab bi Sum
(,,,,)
"Hikkss hikkss..baik baik saya pulang.terima kasih sudah memberitahu saya.ya"bi Sum terisak dengan air mata membasahi pipinya.Shilla yang baru turun dengan Denis kaget melihat bi Sum sedang menangis di dekat pesawat telpon.mereka menghampiri bi Sum
"Bu..ibu kenapa kok nangis?ada apa bu ?"tanya Shilla khawatir
"Nyah.itu tadi telpon dari kampung.mereka bilang kalo putri saya meninggal hiks.saya harus pulang dan mengundurkan diri dari pekerjaan saya"ucap bi Sum
"Kenapa harus berhenti bu?"tanya Shilla
"Iya bi Sum kenapa harus berhenti.jika bi Sum ingin mengurus pemakaman putri bi Sum saya kasih cuti lagi kok bi gapapa!"ucap Denis
"Tapi saya harus mengurus cucu semata wayang saya.Dia sudah tak punya siapa siapa lagi gan!"ucap bi Sum
"Kalo gitu bawa aja kesini cucu ibu biar ibu rawat disini saja"Shilla membujuk bi Sum agar tetap bekerja
"Tidak bisa nyah.cucu saya punya penyakit hydrocepallus.jika saya membawanya kesini akan merepotkan.saya pamit mau beres beres barang!"bi Sum kembali ke belakang menuju kamarnya.
"Sepertinya siapapun yang berhubungan denganku akan sial.Tunangan dan ayahku meninggal.sekarang anak bi Sum meninggal.sebaiknya kamu ceraikan aku mas biar gak ikut sial"Shilla berlari ke kamar dan mengunci dirinya disana.
"Shil ..Shil.jangan gitu dong sayang!"Denis mengejar Shilla tapi
braakkkk ceklek.Shilla mengunci pintu kamarnya
__ADS_1
tok tok tok
"Shil.sayang kamu jangan salahin diri sendiri gitu sayang.semua yang sudah terjadi adalah takdir bukan karena kamu.Shil buka pintunya sayang"ucap Denis
tok tok tok.Shilla tak mau membuka pintunya
"Gan saya pamit.nyonya saya pamit"ucap bi Sum mencoba berpamitan pada Shilla tapi Shilla tak menjawab.Denis pergi ke kamar bawah dan mengambil amplop coklat lalu mengisinya dengan uang cash untuk bi Sum.Denis kembali ke atas dan bi Sum masih mencoba memanggil Shilla
"Nyah kalo nyonya gak ijinin saya pulang saya bakal nunggu nyonya disini sampe nyonya kasih ijin!"bi Sum mengancam Shilla.Shilla tidak tega menghalangi bi Sum karena disana jenazah anaknya pasti sedang menunggunya pulang.Shilla membuka pintu
ceklekk
"Ibu boleh pulang kok.maaf saya kekanak kanakan"Shilla memeluk bi Sum dengan air mata yang menetes bebas dipipi Shilla.Shilla melepaskan pelukannya.Denis melihat Shilla sudah mau menemui bi Sum
"Bi ini..untuk bi Sum.hati hati diperjalanan ya bi!"ucap Denis
"Terima kasih bibi sudah mengurusku sedari kecil sampai hari ini"ucap Denis tulus
"Ga kok bi.bibi gak ada salah sama kita.mungkin kamilah yang punya salah sama bi Sum.tolong dimaafin"ucap Denis.Lalu bi Sum mengangguk dan pergi dari hadapan mereka.Denis masuk ke kamar saat Shilla mencoba menutup kembali pintunya
"Kamu tega sayang.masa kamu mau kunciin mas diluar?"tanya Denis
"Mas jangan dekat dekat aku.nanti mas sial kalo dekat aku!"usir Shilla pada Denis
"Shil gak ada orang yang bikin sial.semua sudah takdir..
Aduhh aww aww"Denis mengaduh membuat Shilla khawatir dan menghampiri Denis yang berguling guling memegangi perutnya
"Mas..mass kamu kenapa mas.jangan bikin aku panik mas kamu kenapa heii!"Shilla memegangi lengan Denis khawatir tapi Denis malah menarik Shilla yang berdiri di depannya
__ADS_1
"Akkhhhh"Shilla terjatuh didada bidang Denis
"Kamu bohongin aku mas?"tanya Shilla.Denis menggeleng
"Terus kamu ngapain narik aku kalo perut kamu sakit?tertimpa tubuhku nanti tambah sakit!"ucap Shilla khawatir.Denis memeluk pinggul Shilla dan berucap pelan
"Shil... aku... lapar.."ucap Denis sambil tertawa"hahaha"tawa Denis terhenti karena Shilla yang tiba tiba mencium Denis
"Makanan pembuka hihi"ucap Shila terkekeh
"Kurang"ucap Denis lalu membalik tubuh Shilla menjadi dibawah dan menautkan kedua telapak tangàn mereka disamping kiri dan kanan.Denis menatap sayu mata Shilla lalu mencium bibir Shilla lembut penuh perasàan.Shilla meremas telapak tangan Denis
"Ahh mmm"Shilla mendesah merasakan bibir Denis sudah berada dilehernya dan menjilati lehernya
"Ahsshhh ehh mas hmm"Nafas Shilla mulai terengah engah menahan geli bercampur nikmat .Denis meleppaskan pegangan tangannya pada tangan Shilla dan menarik kerah dress Shilla lalu Denis menggigit kecil pundak Shilla dan meninggalkan kissmark disana
"Ehmmm aahhh sshhh"Shilla mendorong Denis dan membalikkan posisi mereka.Shilla mencium Denis penuh nafsu dan tangannya bergerak membuka satu persatu kancing kemeja Denis.Denis membiarkan Shilla yang mengambil alih kegiatan mereka.Shilla berhasil melepas semua kancing baju Denis dengan masih melumat dan menghisap bibir bergiliran antara Denis dan Shilla
"ehhmm sayang..berhentii"ucap Denis. Shilla bangun dari atas tubuh Denis dengan perasaan malu karena merasa ditolak oleh Denis.
"Kita baru pulang dari rumah sakit.Bagaimana jika kita mandi dulu heh"Denis bangun dan mengangkat Shilla
"Akhh"Shilla kaget saat Denis membopongnya.
"Kita mandi bareng ok!"ucap Denis.Lalu Denis membawa Shilla ke kamar mandi bersamanya.Denis memutar kran shower dan memandang Shilla didepannya yang sudah tersiram air dari pancuran shower.Mereka saling menebar senyum bahagia
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
please like n komen y readers sayang
__ADS_1
dukung author juga ya dngn klik love n star
makasih