
Denis akhirnya menata hidupnya kembali dan mulai bekerja kembali.Denis selalu mengunjungi Shilla dua hari sekali.Begitupun dengan Ajeng dan NovalTiga bulan berlalu Denis mendapat telpon dari rumah sakit
drrttt drttt..ponsel Denis bergetar di meja kerjanya
"Halo"sapa Denis
('Selamat siang pak Denis.bisakah anda datang ke rumah sakit siang ini?')ucap suster
"Baiklah saya akan kesana sekarang!" Denis membereskan berkas berkas yang baru saja ditanda tangani.Denis mengangkat pesawat telpon dan memanggil Dito ke ruangannya
"To ke ruangan saya sekarang!"ucap Denis lalu menaruh kembali pesawat telpon ke meja
tok tok tok..
"Masuk"jawab Denis
"Ada apa pak Denis?"tanya Dito
"Apa masih ada berkas yang perlu saya tanda tangani?"tanya Denis
"Tidak ada pak.semua sudah saya serahkan ke bapak pagi tadi!"jawab Dito
"Apa jadwal saya selanjutnya?"ucap Denis
__ADS_1
"Hari ini jadwal bapak hanya tinggal acara makan malam dengan Mr.James jam 7.selain itu jadwal anda free pak!"ucap Dito
"Baiklah kalau begitu..saya harus ke rumah sakit sekarang.jika tidak ada yang mendesak jangan ganggu saya!"ucap Denis.
Denispun pergi menuju rumah sakit dengan mengendarai mobilnya.Setengah jam kemudian Denis sampai diparkiran rumah sakit.Denis memarkir mobilnya setelah memarkir mobilnya diapun segera menuju ke ruangan dokter
tok tok tok..
"Masuk"ucap dokter
Denis masuk tetapi dokter sedang berbicara dengan keluarga pasien yang lain
"Tunggu saya sebentar!! duduklah!"ucap Adrin.Ya setelah hampir sebulan merawat Shilla,Denis baru tahu nama dokter yang bertugas memantau perkembangan Shilla
"Baik dok..!"Denis duduk diranjang pasien dan mendengarkan dokter bicara pada keluarga pasiennya
"Terima kasih banyak dok.saya permisi kalo gitu!"ucap seorang wanita paruh baya yang membawa seorang gadis berusia 10 tahun.Ibu dan anak itu kemudian keluar dari ruangan dokter Adrin.Denis menghampiri meja dokter setelah pasiennya keluar.Denis duduk didepan dokter Adrin
"Ada apa dengan istri saya dok?,saya yakin dokter tidak akan memanggil saya jika tidak ada sesuatu yang terjadi dengan istri saya.apa dia sudah sadar?"tanya Denis penuh harap.Denis berharap jika Shilla akan segera sadar tapi sudah tiga bulan berlalu.Keadaan Shilla masih koma dan belum juga sadar
"Maaf mengecewakan anda pak Denis tapi bu Shilla masih koma hanya saja ada sesuatu yang harus saya beritahukan kepada anda!"ucap dokter Adrin
"Apa itu dok?"tanya Denis mulai cemas.Denis cemas jika itu bukan berita baik
__ADS_1
"Ibu Shilla tengah mengandung janin berusia 12 minggu!"ucap dokter Adrin
"Hamil dok?"tanya Denis memastikan pendengarannya tidak bermasalah
"Benar pak Denis.Karena kami melihat ada sedikit pembengkakan didekat luka tusukan jadi kami khawatir ada infeksi pada luka itu.Kami melakukan USG dan hasilnya tidak ada masalah pada luka tetapi pembengkakan itu karena ibu Shilla tengah mengandung!"ucap dokter Adrin.Denis gembira mendengar istrinya sedang mengandung buah cinta mereka tapi senyumnya pudar saat sadar jika istrinya masih dalam keadaan koma
"Tapi dok..istri saya masih koma.Apakah janin itu tidàk mempengaruhi keadaan kesehatan istri saya?"tanya Denis
"Seharusnya tidak masalah pak Denis.Janin itu akan tumbuh sehat meski sang ibu tengah koma!"ucap dokter
"Bagaimana dengan persalinannya nanti dok?"tanya Denis
"Jika sampai janin berusia 9 bulan keadaan si ibu masih koma maka akan dilakukan persalinan dengan cara caesar"ucap dokter Adrin menjelaskan panjang lebar pada Denis
"Bolehkah saya menjenguk istri saya dok?"ucap Denis
"Tentu pak Denis.silahkan pak Denis bicara dengan suster didepan.Untuk membantu anda memakai baju steril sebelum masuk ruang ICU"ucap dokter
"Terima kasih dok!" ucap Denis lalu keluar.Dokter Adrin hanya mengangguk.Denis pergi mencari suster jaga.Setelah suster itu memakaikan baju steril,Denis melangkah masuk ke ruang ICU.Denis duduk disamping Shilla yang tergolek tak berdaya
"Selamat siang sayang!, gimana kabar kamu sekarang?"ucap Denis tersenyum meski hatinya terluka melihat keadaan Shilla
"Kàmu tahu sayang..disini didalam sini hiks hiks!"suara Denis tersekat ditenggorokan.Denis mengelus perut sang istri
__ADS_1
"Disini calon anak kita,buah cinta kita,dia sedang berada disini dirahimmu sayang.Apa kamu tidak akan bangun dan melihatnya.Bangunlah sayang.Kita rawat anak kita bersama hem!"ucap Denis dengan air mata yang menetes
"Mass..ada janji makan malam dengan klien hari ini.Andai kamu bisa nemenin aku sayang! apa kamu tahu putri Mr.James itu genit sekali.jika bukan karena ayahnya aku pasti tidak pernah ingin berkunjung ke rumahnya"Denis terus menceritakan apa yang sedang dialaminya.Denis mengecup kening pipinya lalu keluar dari ruangan Shilla