
**keesokan hari
"Mass..mass bangun!!"ucap seorang suster membangunkan Denis.Denis membuka matanya
"Ehm..maaf sus saya ketiduran"ucap Denis
"Maaf saya mengganggu tapi mas ditunggu dokter diruangannya"ucap suster itu
"Oh iya..makasih ya sus!"ucap Denis
"Saya permisi kalo gitu!"ucap suster
Denis merapikan rambutnya lalu berjalan ke ruang dokter yang berada tak jauh dari sana,hanya terpisah dua ruangan dari ruang ICU tempat Shilla dirawat
toktok tok..Denis mengetuk pintu
"Masuk"ucap dokter dari dalam yang mempersilahkan Denis masuk
"Pagi dokter"sapa Denis.Lalu berjalan menuju meja dokter itu
"Pagi pak Denis.Silahkan duduk"ucap dokter
"Terima kasih dok.Jadi bagaimana keadaan istri saya dok?"tanya Denis setelah duduk didepan dokter
"Begini pak Denis,saya harap bapak bisa tabah dan sabar mendengarnya!"ucap dokter perlahan menjelaskan keadaan Shilla
"Setelah kami cek keadaan istri bapak tadi pagi.Kami tim medis yang menangani istri bapak menyimpulkan jika istri bapak mengalami koma"ucapan dokter itu bagaikan pisau yang menghujam jantung Denis
"Koo..koma dok?,apakah istri saya bisa sadar kembali dok?"tanya Denis.Hatinya perih dan sakit mendengar ucapan dokter
"Kami akan berusaha yang terbaik merawat istri pak Denis.Soal kemungkinan istri bapak apakah bisa sadar kembali atau tidak itu semua bagaimana yang diatas.kita doakan saja semoga istri bapak bisa cepat sadar dan sehat kembali seperti sedia kala
"Semoga saja dok.Kalau begitu saya permisi dok! terima kasih dan tolong usahakan yang terbaik untuk istri saya!"ucap Denis
__ADS_1
"Pasti pak Denis.kami pasti mengusahakan yang terbaik!"ucap dokter.Denis pamit lalu keluar dari ruangan dokter dan berjalan kembali kedepan ruang ICU.Menatap Shilla yang terbaring didalam
"Sayang..jangan lakukan ini sama mas! bangunlah sayang.Bagaimana mas menjalani hari hari mas tanpa kamu sayang"Denis bergumam pelan dengan air mata yang terjatuh tanpa bisa dibendung
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**dikantor
"Pak Denis dari semenjak kemarin siang pergi rapat tidak kembali lagi ke kantor.Sekarang juga belum datang,ada apa ya?"gumam Dito
"Atau saya telpon saja ya?"Dito mengambil ponsel disakunya lalu memanggil nomer Denis
tutt tutt tutt..
('Halo To!')ucap Denis
"Selamat pagi pak Denis.Itu pak Denis hari ini berangkat ke kantor tidak ya pak?"tanya Dito
('Maaf To..tapi untuk beberapa hari kedepan saya tidak bisa pergi kekantor karena istriku sedang dirawat di rumah sakit!')ucap Denis
('Dia jadi korban penusukan orang yang tidak dikenal')
"Oh..saya turut prihatin atas peristiwa yang menimpa bu Shilla.Semoga bu Shilla cepat sembuh ya pak"ucap Dito
('makasih To.Sementara saya tidak ke kantor kamu tolong handle semua pekerjaan saya seperti biasa')Denis menutup telponnya
"Kasihan sekali pak Denis.Baru juga merasakan kebahagiaan bersama bu Shilla dan sekarang bu Shilla entah bisa bertahan atau tidak.Jika luka tusukan itu fatal akibatnya bagaimana! semoga saja mereka tidak dipisahkan"gumam Dito
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**Dirumah sakit
Noval dan Ajeng datang menjenguk Shilla.Ajeng membawakan makanan untuk Denis.Mereka datang jam 10 pagi karena Ajeng harus memasak dulu.Denis duduk dengan wajah tertunduk
__ADS_1
"Den.."panggil Noval.Denis mengangkat kepalanya lalu menyandarkan punggungnya ke dinding
"Val..terima kasih kalian bersedia datang menjenguk Shilla kembali"ucap Denis.Noval melihat jelas raut kesedihan,kekhawatiran,dan keputus asaan diwajah Denis
"Gimana keadaan Shilla Den?"tanya Noval
"Dokter bilang Shilla mengalami koma Val!"ucap Denis lesu
"Mba Shilla mas hiks hiks!!"Ajeng menangis memeluk Noval
"Kenapa mba Shilla harus mengalami ini mas.itu salahku mas.kalau saja aku tidak memaksamu menunggu mba Shilla..mba Shilla tidak akan seperti ini hiks hiks!!"Ajeng tersedu dipelukan Noval.Noval mengelus punggung Ajeng untuk menenangkannya
"Itu bukan salah kalian.tidak perlu merasa bersalah.Kita doakan saja agar Shilla segera sadar kembali"ucap Denis.Noval menyuruh Ajeng duduk dan memberikan makanan yang dibawa Ajeng pada Denis
"Den..makanlah dulu.Aku tahu pasti kau tidak punya selera makan.tapi kau harus kuat demi Shilla"ucap Noval.Denis mengambil kotak makanan yang disodorkan Noval.Tapi Denis hanya memakan beberapa suap hanya untuk menghargai Noval dan Ajeng
Mereka menemani Denis sampai malam dan pulang saat tengah malam
"Den..aku antar Ajeng pulang dulu!"ucap Noval
"Kau juga pulang saja..temani Ajeng kasihan kalau kau tinggalkan dia di rumah sendiri.Aku juga akan tidur jadi kalian pulanglah dan beristirahat juga!"ucap Denis
"Baiklah besok aku datang lagi.Apa ada sesuatu yang kau butuhkan biar kubawakan untukmu besok.Aku akan bawakan pakaian ganti juga untukmu,sudah dua hari kau memakai baju itu.Aku takut Shilla memarahiku saat dia bangun dan mencium bajumu bau asem haha!"ucap Noval mencoba membuat Denis tertawa
"Hehe..terima kasih Val!"Denis tersenyum.Noval dan Ajeng pulang ke rumah mereka
Noval selalu datang pagi dan membawakan makanan untuk Denis dari istrinya.Seminggu berlalu Denis tak pernah meninggalkan rumah sakit.Noval hanya datang setiap pagi selama seminggu karena dia punya tanggung jawab mencari nafkah dan mengurus coffeshopnya.Hingga setelah seminggu Noval mencoba memberikan Denis pengertian
"Den..aku ingin mengatakan sesuatu padamu!"ucap Noval
"Katakanlah..kenapa kau seperti takut begitu!"ucap Denis
"Den..ini sudah seminggu kau sama sekali tidak pulang juga tidak bekerja.Jangan berpikir karena aku mungkin bosan menemanimu tapi kau punya tanggung jawab terhadap banyak orang.karyawan dan semua yang bekerja di perusahaanmu adalah tanggung jawabmu.Saranku kau lanjutkan hidupmu seperti biasa dan serahkan perawatan Shilla pada dokter dan tim medis rumah sakit!"Noval menjeda ucapannya untuk melihat reaksi Denis lalu Noval kembali berucap
__ADS_1
"Meskipun kau tinggal disini dan tak pulang pulang sama sekali tapi kau juga tidak melakukan apapun yang bisa membantu Shilla.Kau hanya memandanginya dari kaca setiap hari.Akan lebih baik jika kau menjalani hidupmu seperti biasa karena aku yakin Shilla juga tidak mau melihatmu kacau seperti ini"ucap Noval perlahan lahan memberikan pengertian pada Denis