Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
episode 20


__ADS_3

ting tong ting tong


Shilla mendengar bel rumahnya berbunyi.Shilla bangun terduduk lalu melihat jam dinding


"Jam 23:00,siapa yàng bertamu jam segini?"batin Shilla


ting tong ting tong bel itu berbunyi kembali


"Mas..mas bangun!"Shilla menepuk nepuk pundak Denis.Denis menggeliat lalu bangun karena melihat Shilla yang terduduk diranjang


"Eh..kenapa sayang?kamu butuh sesuatu?"ucap Denis mengusap rambut Shilla


"Tidak.Itu mas sepertinya ada yang bertamu"jawab Shilla.Denis melihat jam dinding menunjukkan jam sebelas malam.Mereka tidur lebih cepat setelah melihat sunset sore hari.Denis mengernyit heran Shilla mengatakan ada tamu.Tapi kemudian bel rumahnya berbunyi lagi


"Tuh kan ,,mas denger bel rumah sedari tadi terus berbunyi"ucap Shilla.Denis lalu bangun dan melihat dari jendela kamarnya didepan pagar ada dua orang wanita berdiri.Shilla ikut bangun dan menghampiri Denis.Shilla menatap ke arah yang ditatap Denis


"Siapa mereka mas?"tanya Shilla


"Mereka sepertinya Tante Dona dan anaknya Yulita.Biar mas yang buka,kamu tidur lagi ya sayang.Biar mas yang nemuin mereka"ucap Denis mengecup kening Shilla.Shilla mengangguk dan naik kembali ke ranjang


Denis keluar dari kamar dan turun menuju pintu.Denis membawa kunci untuk membuka gembok gerbang.Denis membuka gerbang dan mempersilahkan mereka masuk ke rumah.Setelah mengunci gerbang kembali kemudian Denis menghampiri mereka berdua


"Masuk Tante,Yul"Denis membuka pintu dan masuk lebih dulu lalu mereka mengikuti dari belakang.Denis lalu mengunci pintu dan membawa mereka ke ruang tamu

__ADS_1


"Duduklah dulu biar saya buatkan minum"Denis bangun hendak membuatkan minum


"Biar saya aja mas yang bikinin!"Yuli bangun dan menggantikan Denis membuat minum untuk mereka.Shilla melihat dari atas saat Yuli bangun dan menuju ke dapur


"Apakah mereka saudara mas Denis?"Shilla bertanya pada diri sendiri dalam hati.Shilla hendak menghampiri mereka baru satu langkah tapi langkah Shilla terhenti saat mendengar mereka bicara.Shilla menyandarkan tubuhnya ke dinding agar tak terlihat dari bawah


"Den..tolong nikahi Yuli!"pinta Dona pada Denis


"Tante sebenarnya ada apa ini?"Denis bertanya pada Dona.Dona dan Yuli pernah tinggal beberapa bulan saat ayah Denis harus mengurus pekerjaannya di luar negeri.Dona diminta oleh ayah Denis untuk menjaga Denis selama ayahnya pergi


"Den.. perusahaan papanya Yuli hampir bangkrut dan papanya Yuli ingin menikahkan Yuli dengan pengusaha kaya yang usianya bahkan melebihi tante hikk hikk.Tante tidak tega melihat Yuli hancur Den,tolong tante.Setidaknya jika Yuli menikahimu itu bisa sedikit membantu papanya Yuli untuk meminjam modal dengan kamu sebagai penjamin"ucap Dona


"Tapi tante.."ucapan Denis terpotong


"Mas ini tehnya..dan ini buat mama less sugar"ucap Yuli


"Mas Denis begitu akrab dengan mereka"gumam Shilla dalam hati.Mereka melanjutkan obrolan mereka


"Bagaimana Den..kamu bisa kan menikahi Yuli?"tanya Dona.Yuli hanya diam menunduk


"Denis sudah menikah tante.Maaf Denis gak bisa!"jawab Denis


"Tidak apa apa Den.Kamu nikahi Yuli sebagai istri kedua kamu.Tolong tante!"ucap Dona.Shilla menutup kupingnya dengan kedua tangannya

__ADS_1


"Gak mungkin..gak mungkin mas Denis tolong jangan duakan aku mas hik hik"Shilla berteriak dalam hati dan meneteskan air mata tanpa suara tangis.


"Sekarang sudah malam sebaiknya Yuli dan tante Dona istirahat saja dulu di kamar tamu.Kalian pasti lelah.Masalah ini kita bicarakan lagi nanti"Denis bangun dan Shilla bergegas masuk kekamar lalu tidur dengan posisi membelakangi pintu kamar


ceklek


Denis membuka pintu dan melihat Shilla yang sudah tidur membelakanginya.Denis naik ke ranjang dan memeluk Shilla dari belakang mencium pundak Shilla lalu memejamkan mata tak lama kemudian Denis tertidur.Shilla sebenarnya belum tidur dan dia hanya pura pura tertidur


"Mas Denis belum memberikan jawaban atas permintaan wanita itu untuk menjadikan anaknya istri kedua dari Denis.Apa mungkin mas Denis menyukai wanita yang diminta dinikahi itu.Mas Denis bahkan memuji teh yang dibuatkan wanita itu"Shilla terus menerus bergumam dan menggerutu dalam hati sambil bolak balik tak bisa tidur karena itu.Denis yang merasa ranjangnya terus bergerak pun akhirnya membuka mata


"Kenapa sayang?"Denis bangun dan memandangi Shilla yang tidur telentang.


"Gapapa mas cuma gak bisa tidur aja"ucap Shilla datar lalu memiringkan kembali tubuhnya membelakangi Denis.Denis membalikkan tubuh Shilla kembali telentang dan menindihnya


"Ehmm mas lepasin"Shilla mendorong Denis yang sedang melumatnya.Denis bingung dengan sikap Shilla


"Apa dia dengar apa yang tante Dona dan aku bicarakan tadi?"tanya Denis dihatinya sambil menatap lekat Shilla yang berada dibawah tubuhnya.Menatap kedua manik mata indah milik Shilla.


"Aku gak boleh terlalu terlihat mencurigakan.Atau Denis berpikir aku menguping pembicaraan yang tak seharusnya aku dengar"gumam Shilla dalam hati.Shilla lalu tersenyum dan tak lama kemudian


"Awww ahh,sayang kamu kaya kepiting aja nyubit aku"ucap Denis.Shilla tertawa geli


"Ha ha ha"tawa Shilla begitu menggoda Denis

__ADS_1


"Tersenyum,tertawa dan bahagialah selalu Shil.Karena hatiku sedih jika kamu bersedih"ucap Denis sambil jari telunjuknya menjelajahi wajah Shilla dari mulai kening,hidung dan bibir Shilla.Kemudian Shilla merasakan Denis meremas bukit kembarnya


"Sshhh ehmm"Shilla mendesah dan memejamkan matanya.Kemudian Shilla merasakan bibir Denis melumat bibirnya lembut,Shilla membuka mulutnya dan membalas lumatan Denis lalu mereka kembali berpacu dalam gairah dan mengulang olah raga ranjang yang mereka lakukan tadi siang hingga akhirnya mereka terlelap kelelahan dan tidur tanpa sehelai benangpun,yang menempel hanya selimut yang menutup tubuh bugil mereka hingga pagi hari tiba menyapa bumi


__ADS_2