Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
episode 13


__ADS_3

"Aduh" Shilla memegangi perutnya saat tiba tiba perutnya terasa sakit dan kram


"Kenapa sayang?"tanya Denis dengan khawatir dan mencoba memegang tangan Shilla.Denis merasakan keringat dingin yang membanjiri tubuh Shilla.


"Sayang kita ke rumah sakit ya?"ucap Denis khawatir.Shilla mengangguk .Denis lalu membopong Shilla dan memasukan Shilla kedalam mobil lalu secepat mungkin membawa Shilla ke rumah sakit.Sampai ke rumah sakit Shilla langsung dibawa ke UGD oleh suster.Lalu Shilla diperiksa oleh dokter selesai pemeriksaan Shilla dianjurkan di rawat selama semalam di rumah sakit.


 


"Kamu gapapa sayang?"tanya Denis setelah Shilla diinfus dan dipindah dari UGD ke ruang rawat inap


"Gapapa"jawab Shilla sambil tersenyum


"Aku kenapa kata dokter?"tanya Shilla


"Gapapa dokter cuma bilang maag aja sama kram perut.Ga usah khawatir kamu baik baik aja sayang.Setelah infusan ini habis kamu boleh pulang kok"Denis menerangkan dengan sabar pada Shilla


"Oh.."


"Maaf ya rencana first night kita jadi batal"ucap Shilla menyesal


"Gapapa sayang.Kalau kamu dah sembuh saja.masih banyak waktu buat kita.kamu gak usah terburu buru"ucap Denis dan Shilla mengangguk dan tersenyum


(Shil aku gak nyangka hatimu masih tertutup rapat untukku)ucap Denis dalam hati

__ADS_1


(flashback on


"Jadi istri saya kenapa dok?"tanya Denis cemas


"Begini pak.Dari hasil pemeriksaan kami sama sekali tidak ada masalah dengan kesehatan istri anda"ucap dokter


"Tapi dok.istri saya sangat kesakitan tadi.kalau dia tidak sakit apa apa kenapa dia sangat kesakitan?"tanya Denis


"Begini pak.menurut pengamatan kami yang terjadi pada istri bapak adalah tekanan kejiwaan"


"Dokter sebut istri saya gila gitu?"ucap Denis tidak senang


"Bukan pak Denis.maksud saya rasa sakit yang dialami pasien adalah karena pasien menolak dengan jiwanya dengan fikirannya.Semacam sugesti dari otaknya"ucap dokter


"Saya beri contoh ikan buntal yang akan mengembung saat dia dalam bahaya.Nah itu semacam pertahanan diri.Saya tidak tau apa yang terjadi dengan pasien sebelum dia merasa kesakitan.bisakah anda sedikit cerita pada saya?"tanya sang dokter


"Apakah anda dan istri menikah karena perjodohan?"tanya dokter kembali


"Benar dok!"jawab Denis


"Maka saran saya jangan dulu melakukannya,buatlah istri anda menerima anda terlebih dulu.karena sakit perut yang istri anda alami sepertinya bentuk penolakan dari tubuh pasien"ucap dokter.Denis keluar dari ruangan dokter


flashback off)

__ADS_1


 


Denis menggenggam tangan Shilla lembut


 


"Shil bagaimana kalau setelah kamu sembuh kita berlibur?"tanya Denis saat melihat Shilla tak kunjung tidur


"Gimana kamu aja!"jawab Shilla


"Bolehkah aku panggil mas?"tanya Shilla kemudian


"Terserah kamu.mau panggil sayang juga boleh!"canda Denis


"Maaf ya mas soal hari ini kita ga jadi malam pertama"Shilla kembali meminta maaf.Denis tersenyum


"Masa dari tadi cuma minta maaf aja"Denis menggoda Shilla


"Terus aku mesti gimana?"tanya Shilla


"Cium aku dikit haha"Denis tertawa menggoda Shilla.Tapi tawanya berhenti saat merasakan bibir Shilla menempel di pipinya


"Dikit aja ya!"Shilla tersenyum setelah mencium Denis.Denis juga tersenyum.Denis memang sedikit kecewa dengan apa yang dokter katakan.Dokter mengatakan jika Shilla merasakan kram diperutnya karena dia belum menerima Denis sebagai suami seutuhnya.Itulah yang membuat tubuh Shilla bereaksi untuk melindungi diri.

__ADS_1


Yah setidaknya Denis masih merasa bersyukur karena Shilla sudah berusaha menerima Denis meskipun belum seutuhnya.Malam ini Denis menemani Shilla di rumah sakit semalaman sebelum mereka pulang keesokan harinya.Denis tidak mau membiarkan Shilla sendiri.Tentu saja karena mereka berdua sudah sama sama tak memiliki orang tua.Mereka hanya bisa saling menjaga satu sama lain.


Meskipun baik Denis atau Shilla sebenarnya masih memiliki paman dan bibi tetapi paman dan bibi mereka sama sekali tidak menganggap mereka sebagai keluarga.


__ADS_2