
"hooaaammm..hem"Denis bangun jam 8 keesokan pagi.Dia melihat disampingnya Shilla masih tertidur lelap dengan tubuh hanya terbalut selimut.Denis mengecup kening Shilla
cuupp
"Selamat pagi sayang!"ucap Denis pelan.Denis berbisik pelan karena takut membangunkan Shilla.Tapi Denis tersenyum saat Shilla menjawab
"Pagi mas.Gak usah bisik bisik aku dah bangun cuma masih lemes!"ucap Shilla pelan.Denis makin tersenyum lebar
"Masih lemes ya sayang?"tanya Denis sambil menatap Shilla yang berbicara tapi tak mau membuka mata
"He eh.Kamu sih mas..tegangannya tinggi banget "ucap Shilla lalu membuka mata dan menatap Denis
"Bukannya bagus ya sayang kalo punya suami ehmm yang kuat dan memuaskan hmm"goda Denis membuat Shilla menutup wajahnya yang memerah dengan selimut.Denis mencoba menarik selimut yang menutupi wajah Shilla tapi Shilla menahannya dengan kuat
"Apa sih mas ihh ha haa"Shilla tak kuat menahan tawa saat Denis menggelitik pinggannya
"Ampun mass iya ampun"ucap Shilla sambil terus tertawa
"Gak ada ampun hm hm"Denis berhenti menggelitiki pinggang Shilla lalu memeluk Shilla
"Hari ini malas sekali rasanya pergi ke kantor.Mas ingin memelukmu seharian seperti ini"ucap Denis
tok tok tok..Dona mengetuk pintu kamar Denis karena sudah pukul 9 Denis belum juga keluar dari kamar
"Den..Deniss"panggil Dona dari luar
"Ya tante"jawab Denis.Denis lalu berbisik ke telinga Shilla
"Kamu ke kamar mandi duluan sebelum aku buka pintu!"ucap Denis pelan.Shilla bergegas masuk ke kamar mandi setelah Shilla menutup pintu kamar mandi,barulah Denis membuka pintu
ceklek
"Pagi tante"sapa Denis
"Kamu mesti menikahi Yuli.coba saja lihat istri kamu malasnya kaya apa Den.Jam segini masih tidur tidak mempersiapkan sarapan.Sekarang kamu cepat mandi dan sarapan.tante tunggu di ruang makan"ucap Dona.Denis hanya mengangguk dan menutup lalu mengunci kembali kamarnya
__ADS_1
"Sayang..mas masuk ya!"ucap Denis didepan pintu kamar mandi.Shilla yang sedang mengguyur tubuhnya dibawah shower tidak mendengar suara Denis karena gemericik air.Denis membuka pintu dan masuk kedalam
"Aakhh mas ngapain sih.Udah tau aku didalam juga maen masuk aja!"ucap Shilla kaget
"Justru karena mas tahu kamu yang didalam makanya mas masuk!"ucap Denis santai.Shilla malu berdiri telanjang di depan Denis lalu menutupi tubuh bagian atasnya dengan tangan menyilang
"Bawahnya kelihatan tuh"goda Denis.Shilla menutupinya dengan satu tangan menutupi bawah dan satu tangan menutupi atas.Denis makin jahil
"Mas keluar sana..aku malu mas"ucap Shilla
"Aku buru buru ah mandi bareng aja ya?"ucap Denis.Shilla mendorong Denis keluar dari kamar mandi lalu mengunci pintu kamar mandi
"Hemm heran masih malu aja.Tapi kalo lagi maen kenapa gak malu sayang?"Denis masih getol menggoda Shilla dari luar kamar mandi
"Masss..ngomong sekali lagi aku ngambek nih"ucap Shilla dari dalam kamar mandi
"Iya iya,,mas gak ngomong lagi he he"jawab Denis lalu pergi ke taman atap dan melihat bunga bunga mawar yang baru dibeli Shilla kemarin.Denis terpaku terpesona dengan bunga mawar berwarna orange
"Cantik sekali!!,,Shilla membeli yang lain masing masing tiga pot bunga tapi yang cantik ini cuma satu.Kenapa ya?"gumam Denis sambil menyiram bunga itu satu persatu.Menunggu Shilla keluar dari kamar mandi
"Mas mandi sana!,,eh kok gak ada?"ucap Shilla dan melihat pintu taman atap terbuka.Shilla tersenyum lalu mengambil dress dari lemari dan memakainya.Lalu dia pergi ke taman atap dan melihat Denis yang sudah selesai menyirami bunga bunga mawar itu.Denis berdiri membelakangi Shilla dan sedang asyik memandangi bunga mawar
Denis menengadah memejamkan matanya mengenang kembali bagaimana dulu dia jatuh cinta saat melihat Shilla yang berumur 10 tahun sedang berdiri menyirami bunga mawar.Denis lalu tersenyum merasakan dua tangan yang melingkar di pinggangnya.Shilla memeluk Denis dari belakang lalu berkata
"Mass.."panggil Shilla lembut
"Apa sayang?"tanya Denis dengan serius
"Bau acem..mandi sana haha haha"Shilla melepaskan pelukannya dan berlari karena Denis ingin menggelitiknya
"Mau kemana hem..awas ya mas tangkap kamu.mas udah serius serius gak tahunya cuma mau ngeledek"ucap Denis sambil mengejar Shilla yang turun ke dalam kamar.Denis menangkap Shilla
"Ketangkap kamu sekarang sayang"ucap Denis memeluk Shilla
"Ampun ampun mass ha ha haha"Shilla menahan tawanya agar tudak terdengar oleh Dona
__ADS_1
"Mas mandi sana.Aku keluar duluan,aku tunggu mas dibawah ok!"ucap Shilla.Denis melepaskan pelukannya dan berkata sesuatu pada Shilla sebelum masuk ke kamar mandi
"Sayang! nanti siang ke kantor mas ya.Kita makan siang bareng!"ucap Denis
"Ehm"Shilla menjawab dengan deheman singkat lalu pergi keruang tengah disamping tangga dan duduk disana menonton tv
Dona menghampiri Shilla dan mencibir
"Istri macam apa kamu? jam segini baru bangun bukannya menyiapkan sarapan untuk suaminya malah enak enakan tidur.Bangun tidur nonton tv"ucap Dona ketus
"Kan udah ada tukang masak,tante sama Yuli"jawab Shilla menatap tajam pada Dona.Yuli yang mendengar ibunya sedang marah marah itu menghampiri ibunya
"Maa..kenapa lagi sih?"tanya Yuli pelan
"Ini Yul..masa kita dibilang tukang masak sama istri pemalas ini!"ucap Dona dengan emosi
"Kenapa tan?"Denis turun dan bertanya pada Dona
"Ini loh Den..masa dia bilang Yuli dan tante tukang masak.Yuli kan masak buat kamu,buat kalian.Tapi istri kamu ini malah bilang tukang masak"ucap Dona mengadu sedih pada Denis tepatnya berpura pura sedih
"Shil..mereka ini tamuku.Apa kamu tidak bisa lebih sopan pada mereka.Minta maaf sama mereka!"perintah Denis pura pura marah pada Shilla
"Belain aja terus calon istri sama calon mertua kamu itu huuhh"Shilla naik kembali ke kamar dan Denis hanya menatapnya seolah tak perduli didepan Dona
"Kamu dah sarapan Yul?"tanya Denis
"Udah kak.tapi kak Shilla belum sarapan.Gimana ini kak,kakak gak mau bujuk kak Shilla buat sarapan?"tanya Yuli khawatir
"Biar nanti mas bawakan sarapannya,kamu tolong ambilkan ya Yul!"ucap Denis lalu duduk di sofa.Yuli pergi ke ruang makan menyiapkan beberapa lembar roti tanpa selai dan segelas jus jeruk.Dona yang melihat Yuli menyiapkan sarapan untuk Shilla itu merasa kesal
"Kamu ini ngapain sih nyiapin sarapan buat dia?"tanya Dona pelan
"Udahlah ma.masih pagi gak usah nyari masalah!"ucap Yuli.Dona kesal karena Yuli selalu membela Shilla.Dona masuk ke kamar dan Yuli memberikan nampan berisi sarapan untuk Shilla kepada Denis
"Kak ini sarapannya!"ucap Yuli sambil menyodorkan nampan.Denis menerimanya
__ADS_1
"Sampaikan maafku sama kak Shilla"ucap Yuli kemudian.Denis mengangguk dan naik ke atas menuju kamarnya