Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
Trio Baby


__ADS_3

Daisy sadar dan membuka mata. Ia melihat sekeliling, ia melihat botol infusan tergantung. Ingatannya kembali pada kenangan saat ia kehilangan Akami pertama. Seketika ia bangun dan duduk, ia melihat kedua orang tuanya tertidur di sofa dan Juan tertidur di samping ranjangnya.


"Bayiku, hiks hiks. Kak, bangun," ucap Daisy membangunkan suaminya.


"Em, ada apa? Kamu sudah bangun, sayang?" tanya Juan.


"Mana bayiku, Kak? Hiks hiks, mana Akami, Kak?" tanya Daisy sambil terisak.


"Tenang, sayang! Mereka sudah lahir," jawab Juan tersenyum. Daisy bernafas lega setelah tahu bayinya selamat.


"Mereka? Anak kita kembar?" tanya Daisy mengusap air matanya.


"Ya, kembar tiga. Aku hebat kan, haha."


Daisy memukul bahu Juan, wajah Daisy memerah karena Juan berkata sambil mengerlingkan matanya. Suara tawa Juan membangunkan Shilla dan Denis.


"Eh, sayang. Sudah bangun? Bagaimana perasaanmu?" tanya Shilla sambil berjalan menghampiri ranjang rawat Daisy.


"Baik, Ma! Daisy merasa lebih segar sekarang," jawab Daisy.


"Selamat ya, sayang. Kamu sudah jadi seorang ibu!" ucap Shilla sambil mengecup kening putrinya. Shilla merasa bersyukur putri serta cucunya baik-baik saja.


"Sayang, Mas harus keluar kota, baru saja anak buah Papa bilang jika perusahaan yang di Malang bermasalah. Tidak apa-apa kan?" tanya Denis di samping Shilla.


"Ya, tidak apa-apa. Mas, hati-hati di jalan!" ucap Shilla.


"Papa tinggal dulu, semoga urusannya cepat selesai. Supaya Papa bisa ikut menggendong cucu Papa. Selamat ya, sayang!" ucap Denis mengusap rambut Daisy.

__ADS_1


"Terima kasih, Pa, Ma."


Denis langsung pergi dari rumah sakit ke kota Malang.


"Selamat pagi," ucap Aurora yang entah sejak kapan berdiri di pintu.


"Ra, selamat pagi."


Daisy tersenyum menatap sahabat yang sudah membantunya melahirkan. Aurora menghampiri dan memeluk Daisy.


"Selamat ya, Dais! akhirnya kamu jadi seorang ibu!" ucap Aurora.


"Dokter, saya lupa bertanya, anak kami perempuan atau laki-laki semua?" tanya Juan.


"Oh, ya. Saya juga lupa memberitahu, bayi kalian dua orang putra dan satu orang putri. Sekali lagi selamat!" ucap Aurora.


"Terima kasih, Ra. Bolehkah aku melihat putra putriku?" tanya Daisy.


Aurora keluar setelah memeriksa Daisy. Tak lama suster membawa ketiga bayi mereka. Juan dan Shilla menggendong bayi laki-laki dan Daisy menggendong bayi perempuan.


"Selamat datang, putra putri Mama. Kak Juan, sudah punya nama untuk bayi kita?" tanya Daisy.


"Rafa Putra Zabrani, Rafi Putra Zabrani dan Reva Putri Zabrani. Apa kau setuju, sayang?" tanya Juan seraya menciumi pipi putranya.


"Setuju, nama yang bagus dan mudah diingat. Ya, kan, Ma?" tanya Daisy. Shilla tidak menjawab, Daisy melihat Shilla meneteskan air mata.


"Ma, kenapa?" tanyanya kembali.

__ADS_1


"Mama cuma merasa bahagia, dulu saat kamu lahir, Mama sama sekali tidak pernah menimangmu seperti bayimu saat ini. Ternyata seperti inilah rasanya menggendong seorang bayi mungil!" ucap Shilla terisak.


"Ma," panggil Daisy, ia jadi ikut merasa sedih. Shilla mengusap air matanya.


"Sudah, gantian sekarang putramu yang harus menyusu. Sini Reva biar sama Mama!" ucap Shilla sambil menaruh bayi yang digendongnya di samping Daisy, lalu Shilla mengambil Reva dari gendongan Daisy.


"Kak, bagaimana caranya membedakan mana yang Rafa dan mana yang Rafi?" tanya Daisy sambil menyusui putranya.


"Biasanya tetap ada yang membedakan meski mereka kembar. Coba kamu teliti!" suruh Juan.


Daisy memperhatikan wajah putra yang digendongnya. Ia melihat ada tahi lalat berwarna coklat kecil seperti sebuah titik.


"Kak, ada tahi lalat kecil di leher putra yang kugendong!" ucap Daisy.


"Yang kugendong tidak ada, jadi tentukan siapa Rafa dan Rafi lalu bedakan dari tanda di lehernya. Bagaimana kalau yang aku gendong Rafi dan yang kamu gendong Rafa?" tanya Juan.


"Ok, Rafa anak Mama, selamat datang ke dunia, semoga kamu jadi anak yang baik dan penurut serta sayang keluarga," ucap Daisy menatap putranya.


Setelah ketiganya disusui, suster membawa kembali ketiga bayi mereka ke ruang perawatan bayi.


***


Tiga hari kemudian


Daisy sudah diperbolehkan pulang. Mereka pulang dengan menggunakan taksi, karena mereka datang ke rumah sakit dengan menggunakan mobil Denis. Mobil itu dibawa Denis ke luar kota, jadi mereka pulang naik taksi.


*******

__ADS_1


Readers maaf ya


kalau telat up


__ADS_2