
Juan menemani Daisy semalaman di rumah sakit, tanpa mempedulikan tubuhnya yang lelah.
Keesokan harinya, Daisy pulang ke rumah Shilla.Juan mengantarnya dan menceritakan pada Daisy, saat di perjalanan. Juan memberitahu bahwa kemarin Shilla mencarinya ke kantor.
"Kau harus mengatakan hal yang sama dengan pak Herman. Jangan sampai Tante Shilla khawatir!" ucap Juan.
"Iya!" jawab Daisy. Ia terdiam menatap lurus ke depan. Menatap pepohonan di tepi jalan yang seolah bergerak. Juan sesekali melirik ke arah samping, menatap Daisy yang terlihat sedih.
"Ada apa, sayang?" Juan bertanya karena khawatir. Ia tak pernah melihat Daisy sediam itu, apa yang terjadi padanya? Juan sungguh sangat penasaran.
"Aku merasa kasihan pada Satya!" jawab Daisy dengan pandangan menerawang.
Juan memegang kemudi dengan kuat, darahnya bergolak. Kemarahan menguasai hatinya. Kasihan, Daisy kasihan pada orang yang sudah menculiknya. Apa dia sadar apa yang sudah dia ucapkan. Hati Juan menggerutu penuh kemarahan dan cemburu.
"Apa kau menyukainya? Tiga hari hidup serumah dengannya, apa kau jatuh pada pesonanya?" tanya Juan dengan nada bicara sinis.
Kata-kata pertanyaan Juan begitu menusuk hati Daisy. Matanya melebar menatap Juan, ia tak percaya jika Juan akan bicara sekejam itu. Suka, bahkan Daisy tak memiliki sedikitpun untuk Satya apalagi cinta. Tak mengertikah Juan, jika rasa kasihan dengan kasih sayang itu berbeda. Kecemburuan telah membutakan pikiran Juan hingga mengatakan hal yang tak pernah Daisy sangka.
__ADS_1
"Kak Juan, apakah menurutmu aku bisa semudah itu berpaling? Apa menurutmu aku wanita gampangan yang akan langsung jatuh cinta karena dibawa ke rumah seorang pria? Serendah itukah kakak menilaiku selama ini?" Daisy mulai terisak.
Juan menarik nafas panjang dan mengembuskannya dengan kuat. Ia sadar jika ia sudah menyakiti dan menyinggung hati Daisy. Hanya karena Daisy mengucap kata kasihan pada Satya, Juan langsung meradang.
"Aku minta maaf, sayang! Mendengar kamu menyebut namanya membuatku cemburu. Maaf sudah menyinggungmu!" ucap Juan menyesal.
Daisy hanya terdiam, membisu seribu bahasa. Juan berubah menjadi semakin pencemburu. Juan yang dulu selalu dengan sabar berbicara dengan Daisy, sekarang menjadi Juan yang pencemburu, pemarah. Daisy tak mengerti, apa yang membuat Juan jadi seperti itu.
"Kak Juan berubah!" gumam Daisy pelan tapi masih terdengar jelas oleh Juan.
"Maaf, tapi cinta kakak masih sama seperti lima tahun yang lalu. Dan itu tidak akan berubah sampai kapanpun. Kakak janji tidak akan mengulanginya, jadi mau kan maafin kakak? Kalau boleh kakak tahu, apa yang membuatmu kasihan pada Satya?"
"Dari mana kamu tahu semua cerita itu?" tanya Juan.
"Saat aku mencari jalan keluar, aku berkeliling menyusuri setiap ruangan. Aku menemukan sebuah bingkai foto keluarga di dalam sebuah kamar. Tanpa sengaja aku menjatuhkan bingkai itu hingga hancur berantakan. Aku mengambil foto itu dan dibelakang foto itu lah dia menuliskan kisah mereka semua. Dia sepertinya menderita depresi akut!" ucap Daisy mengakhiri ceritanya.
"Bagiku, dia hanya pria gila!" pungkas Juan.
__ADS_1
"Kak berhenti dulu!"
"Ada apa?"
"Mau siomay yang di seberang jalan," tunjuk Daisy.
Juan tersenyum, dia ingat saat Daisy SMA dulu. Daisy pernah menyuruhnya hujan-hujanan untuk membeli siomay. Kali ini Daisy memintanya karena dia ingin, bukan karena mengerjai Juan seperti dulu.
Saat mobil Juan berhenti, ada mobil lain yang berhenti agak jauh di belakangnya. Dan ketika Juan keluar dari mobil, mobil di belakang Juan itu melaju dengan sangat cepat. Dan menabrak Juan yang akan menyebrang.
Brukk
Juan terjatuh dan pingsan di tengah jalan. Daisy keluar dari mobil dan memangku kepala Juan yang mengucurkan darah di bagian kening. Daisy segera menelpon ambulance.
"Kak Juan, bangun kak!" teriak Daisy dengan cemas.
Sambil menunggu Ambulance datang, Daisy mengusap darah Juan dengan baju kemejanya. Selama di sekolah di Mount Sinai of medical college, dia tak pernah merasa takut melihat darah. Tapi melihat darah Juan yang terus menetes, membuat Daisy begitu ketakutan.
__ADS_1
wiuw wiuw wiuw
Ambulance datang dan membawa Juan ke rumah sakit. Daisy mengikuti di belakang ambulance dengan membawa mobil biru Juan.