Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
episode 8


__ADS_3

Denis bangun dan berjalan menghampiri Shilla.Denis merasa sedang bermimpi melihat Shilla.Shilla heran kenapa Denis menjadi berwajah sedih seperti itu


"Kenapa?"tanya Shilla


"Ini kamu Shil?"Denis balik bertanya dan mencoba menyentuh pipi Shilla saat Denis sudah berada di depan Shilla.Shilla menepis pelan tangan Denis


"Melihat kau tidak mau kusentuh,aku yakin ini benar benar kau!"ucap Denis


"Maaf"jawab Shilla


"Apa aku boleh bertanya kamu dari mana?tanya Denis


"Aku..aku tadi it"Shilla menjawab dengan gugup


"Sudahlah jangan dipaksakan menjàwab kalau sulit bagimu.Tak perlu khawatir,aku tidak marah.Aku hanya cemas karena kau tidak memberitahuku kalau kamu akan keluar"jawab Denis.Shilla hanya menunduk lalu bertanya


"Sudah makan?"tanya Shilla


"Tak ada yang memasak bagaimana bisa aku makan?"Denis mencoba bercanda dengan Shilla.Shilla merasa bersalah

__ADS_1


"Maaf"ucap Shilla penuh penyesalan


"Aku maafin.Sekarang ayo masak,aku kelaparan"Denis menarik tangan Shilla kali ini Shilla tidak menepisnya.Denis tersenyum simpul saat melihat tangan yang digandengnya


((*semua adalah takdir.mungkin takdir dan jodohku memang harus Denis.aku harus belajar membuka hati untuk Denis.seperti yang ayah bilang Denis pria yang baik*))Shilla menatap punggung Denis yang sedang menarik tangannya


(witing tresno jalaran soko kulino.itu kalau kata pepata jawi.dan semoga Shilla juga bisa mencintaiku kelak karena kami sering bersama)Denis berharap keinginannya mendapat cinta Shilla bisa terkabul


Mereka sampai didapur dan Denis menunggu Shilla mengeluarkan bahan masakan dari kulkas.Shilla melihat kulkas memang sudah kosong,disana dia hanya melihat sebungkus daging sapi ukuran berat 250gram


"Hanya ada daging.Kau suka daging?"tanya Shilla


"Aku sangat suka,karena itu bi Sum sering membeli lebih banyak daging sapi dibanding sayuran!"jawab Denis.Shilla mengeluarkan daging itu dan bumbu yang akan dipakainya.Dia menyerahkan daging pada Denis untuk diiris dan Shilla menyiapkan bumbu.Denis langsung membuka plastik pembungkus daging,tapi dia lupa tidak menggulung lengan kemejanya.Denis berniat mencuci tangan dan menggulung lengan kemejanya


"Mulai malam ini tidurlah dikamar atas!"ucap Shilla.Denis melotot tak percaya mendengar ucapan Shilla


"Maksudku hanya tidur,aku belum bisa melakukan itu"ucap Shilla menjelaskan maksud ucapannya


"Terima kasih,sudah mengijinkanku tidur sekamar denganmu.Dan kau tak perlu khawatir kalau soal itu,aku tidak akan memakanmu tanpa ijin"ucap Denis tulus

__ADS_1


"Hmm.sudah selesai sekarang iris dagingnya kecil kecil saja!"Shilla selesai menggulung lengan kemeja Denis.Denis tersenyum bahagia,meski mungkin Shilla belum benar benar menerimanya tapi setidaknya Shilla sudah berusaha untuk menerima Denis


Setengah jam kemudian masakan mereka matang,dan mereka sudah duduk dikursi meja makan.Denis makan dengan lahap,semua yang dimasak Shilla terasa enak.Tentu saja..karena Shilla sudah berkutat dengan urusan dapur sejak kecil.Selesai makan seperti biasa Shilla langsung mencuci piring,saat Shilla selesai mencuci piring,Denis menghampiri Shilla di dapur


"Shil..bisakah temani aku ngobrol sebentar di balkon atap sebelum tidur.Ini juga masih sore kan belum terlalu malam!"pinta Denis.Shilla mengernyit heran


"Balkon atap?"tanya Shilla yang tidak tahu bahwa atap sebelah belakang rumah Denis dijadikan taman kecil.


"Iya..balkon taman di atas,kamu belum melihatnya?"ucap Denis dan Shilla hanya menggeleng


"Aku membuat taman kecil dengan gazebo bambu ada air terjun mini buatan juga.Jika dari halaman depan rumah memang taman atap itu tidak terlihat.Ayo kita kesana!"Denis kembali menggenggam tangan Shilla dan membawanya ke taman atap.Shilla heran karena arah yang mereka tuju malah kamar tidur atas


"Ko ke kamar?"tanya Shilla


"Karena tangga menuju taman atas berada di kamar.Agar taman itu menjadi taman pribadiku untuk bersantai jadi aku sengaja menempatkanmu disini supaya kau mungkin bisa menenangkan pikiranmu ditaman!"Denis menjelaskan.Shilla tersentuh akan perhatian Denis


((*Dia selalu berusaha menghiburku,semoga dia bisa sabar untuk menunggu hatiku terbuka*))


Mereka sudah masuk ke kamar dan Denis mengajaknya menaiki rak buku

__ADS_1


"Tunggu dulu!Apa tidak spa apa menginjak rak buku?"tanya Shilla khawatir


"Ini tangga buat naik ke atap.Lalu celah dibawah tangga aku jadikan rak buku.Jadi gak usah takut raknya terguling.Udah ayo..keburu malam !!"Denis menuntun Shilla naik dan memecet tombol merah di dinding.Pintu atap terbuka,dari bawah terlihat langit langit kamar Shilla seperti berlubang.Mereka melangkah ke luar atap kamarnya


__ADS_2