Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
Hari baru


__ADS_3

Juan mengantar Daisy pulang dan makan malam bersama Shilla, Denis, dan Daisy. Setelah makan malam, Daisy dan Juan mengobrol di teras.


"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Juan.


Meski Juan tahu jika Daisy ingin membuka klinik di pedesaan, tapi Juan masih berharap jika Daisy bisa mengubah keputusannya. Daisy terdiam sejenak sebelum menjawab.


"Jika aku ingin tinggal di desa, jauh dari hiruk pikuk kota, apa kak Juan akan mendukungku?" tanya Daisy.


"Tentu saja, kakak akan selalu mendukungmu! Seperti apa pun keinginanmu, kakak akan selalu mendukungmu!" ucap Juan.


"Aku tahu, kau akan selalu mendukung diriku. Tapi aku tidak ingin egois dan selalu mengabaikan perasaanmu! Aku akan tetap menggapai keinginanku tanpa harus meninggalkanmu!" gumam hati Daisy.


"Aku seperti mendapat jodoh seorang malaikat. Selain baik, kak Juan juga tak pernah melarangku melakukan hal yang ku sukai. Bagaimana jika aku meminta ijin untuk sesuatu yang lain?" tanya Daisy.


"Tak perlu minta ijin, aku pasti akan mengijinkanmu!" jawab Juan.


"Sungguh!"


"Iya,"


"Tapi aku belum bilang, ijin untuk apa,"


"Memangnya untuk apa?"

__ADS_1


"Selingkuh, ha haa," Daisy tertawa geli melihat reaksi Juan.


"Aku mengijinkanmu untuk melakukan apa pun, kecuali yang satu itu. Awas kalau berani!!" ancam Juan. Daisy terus terkekeh.


"Sudah malam, pulanglah!" ucap Daisy.


Juan memandang wajah Daisy cukup lama. Hingga Daisy harus mengibaskan tangan di depan wajah Juan.


"Kenapa malah bengong?" tanya Daisy dengan pandangan penuh tanda tanya.


"Ini bukan bengong, tapi mengamati!"


"Bedanya?" tanya Daisy kembali.


"Kak Juan semakin lama semakin suka ngegombal," ledek Daisy.


"Kakak pulang, istirahatlah. Sangat melelahkan perjalanan NY ke Indo, jadi istirahatlah beberapa hari. Setelah itu kau baru mencari desa mana yang ingin kau tinggali. Ok," Juan pun pamit pulang.


Daisy tersenyum karena Juan tidak tahu jika Daisy dan Herman sudah menyiapkan sebuah kejutan untuknya.


*******************************


Dua hari kemudian

__ADS_1


Juan mulai memakai kantor yang dia jadikan pusat, dari semua kegiatan Juan. Koko memakai setelan jas rapi, karena mulai hari ini dia resmi menjadi asisten pribadi Juan. Herman menjadi wakil direktur, yang Juan percaya untuk memegang urusan kantor saat Juan tidak ada di kantor.


Herman masuk keruangan Juan. dia melapor tentang Klinik perusahaan yang sudah siap digunakan, dan hari ini dokter yang akan menjaga klinik milik perusahaan akan datang.


"Pak Juan, hari ini kita akan mengunjungi klinik perusahaan di lantai 1. Karena mulai hari ini klinik itu akan akan beroperasi, Dokternya juga sudah datang, "lapor Herman.


"Baiklah, kita akan mengunjungi klinik sebentar untuk melihat, apakah sudah layak atau belum. Setelah itu kita akan pergi ke kota Y, karena pembangunan supermarket di sana sepertinya bermasalah."


Juan, Herman, dan Koko melangkah keluar dari kantor Juan. Mereka turun ke lantai 1 untuk mengunjungi klinik. Saat Juan masuk dia terkejut melihat Daisy yang menggunakan pakaian Dokter, lengkap dengan stetoskop yang menggantung di lehernya.


"Sayang, kamu di sini? " tanya Juan.


" Kejutan!! " ucap Daisy.


Herman dan Koko keluar dari klinik dan membiarkan mereka berdua berbicara.


"Bukannya kamu ingin membuka Klinik di desa, Lalu kenapa malah ada disini? " tanya Juan dengan heran sekaligus gembira. Juan benar-benar tidak menyangka jika Daisy akan bekerja satu kantor dengannya.


"Aku akan tetap membuka Klinik di desa! hanya saja aku akan menyewa dua orang Dokter dan 2 orang Perawat. Mungkin aku akan sesekali ke sana, " jawab Daisy dengan tersenyum. Juan benar-benar merasa senang, dia memeluk Daisy lalu mencium pipinya.


"Terima kasih, sayang! " ucap Juan.


"Pak Juan, kita harus berangkat sekarang ke kota Y, agar kita bisa mengejar pesawat untuk kembali sore hari, " ucap Koko.

__ADS_1


Juan berpamitan pada Daisy. Lalu mereka pun berangkat menuju bandara untuk ke kota Y. Tiba-tiba setelah Juan dan Koko pergi, Tak lama kemudian datang seorang karyawan minimarket yang terluka parah. Karyawan itu melapor pada Herman, bahwa ada perampok yang merampok mini market mereka dan melukai karyawan itu dengan pisau yang ada di minimarket. Herman segera pergi ke minimarket itu bersama supir.


__ADS_2