
Shilla tersadar dan menggerakan kedua tangannya tapi satu tangannya terasa berat untuk digerakkan.Shilla menoleh kesampingnya,ternyata tangannya sulit digerakan karena digenggam erat oleh Denis.Denis tertidur duduk dilantai dengan kedua tangan menggenggam tangan kiri Shilla.Shilla merasa kasihan melihat Denis dan tak terasa air matanya menetes
"Kenapa aku harus melupakkanmu mas.Aku sungguh ingin mengingatmu.Tinggal disisimu tanpa ingatan masa lalu kita sungguh tidak nyaman untukku.Karena kau akan selalu tersiksa olehku,tersiksa karena aku bahkan lupa seperti apa perasaanku padamu.Kenapa kau tidak lepaskan saja aku mas!"gumam Shilla lirih
"Jangan pernah berpikir seperti itu sayang!!"ucap Denis menegakkan kepalanya yang tadi tertunduk ditepi ranjang.Shilla terkejut karena ternyata Denis sudah bangun dan mendengar semua ucapan Shilla
"Kamu sudah bangun mas?"tanya Shilla sambil menarik tangan yang digenggam Denis
"Hem..kamu masih merasa sakit?"tanya Denis
"Tidak!"jawab Shilla singkat
"Syukurlah!"ucap Denis
Shilla mencoba bangun dan Denis membantunya untuk bangun dan duduk bersandar dikepala ranjang.Shilla memandang sekeliling kamar yang terasa asing.Denis memperhatikan pandangan Shilla yang merasa asing dengan kamar mereka
"Aku akan tidur dibawah,di kamar tamu.Seperti saat dulu kita pertama menikah!"ucap Denis.Shilla mengernyit heran
"Saat baru menikah kita tidur terpisah?"tanya Shilla penasaran
"He ehm.Aku tidur dikamar tamu dan kamu tidur disini!"ujar Denis
"Kenapa?"tanya Shilla heran
"Karena kamu belum jatuh cinta padaku!"jawab Denis
__ADS_1
"Berarti kita nikah tanpa cinta.Apa begitu maksudnya?"tanya Shilla perlahan karena takut menyinggung perasaan Denis
"Kamu menikah denganku tanpa cinta.Tapi aku menikahimu dengan segenap cinta!"ucap Denis menatap dalam wajah Shilla dengan penuh kasih sayang
('Cintamu terlihat jelas dari matamu.aku juga merasakannya.tapi apakah tak apa jika selamanya nanti aku tidak bisa mengingatmu.Apa kau tetap menerimaku?')gumam hati Shilla
"Hei..kenapa bengong.apa aku bertambah tampan.sampai kamu tidak bisa berkedip menatapku!"ucap Denis mengedipkan sebelah matanya
"Chh..apa kau selalu percaya diri seperti ini!"ledek Shilla seraya tersenyum geli menatap Denis
"Shil..aku akan membuatmu jatuh cinta lagi padaku.Jadi kamu hanya perlu mengingat apa yang saat ini sedang kita lalui.Tak peduli apa kau akan bisa mengingat kenangan kita kembali atau tidak.Aku akan menciptakan kenangan baru diantara kita dan juga putri kita!"ucap Denis lembut.Shilla berkaca kaca mendengar ucapan Denis
"Terima kasih mas hiks hiks!"Shilla terharu.Denis mendekati Shilla dan memberanikan diri memeluknya.Shilla terisak dalam pelukan Denis.Denis mengusap punggung Shilla dengan lembut
"Jangan menangis lagi sayang! aku tidak tahan melihat air matamu.Sudah ya!.Sudah malam tidurlah,kalau butuh sesuatu panggil saja.Aku dikamar tamu,kamarnya ada diujung tangga!"ucap Denis melepaskan pelukannya
"Daisy sudah tidur dikamarnya.Dia tadi datang kesini dan mengatakan akan tidur sendiri!,tak perlu khawatir.Putri kita sangat mandiri dan pemberani.Dia sudah terbiasa tidur sendiri!"ucap Denis lalu bangun hendak pergi tapi tangannya ditahan oleh Shilla
"Bisakah..mas temani aku disini.Tapi mas tidur di sofa!"ucap Shilla ragu ragu.Shilla takut Denis marah disuruh tidur di sofa
"Heh..baiklah.Aku akan ganti baju dulu.Tidurlah lebih dulu!"ucap Denis mengusap pelan rambut Shilla
Degg deg deg deg..Shilla merasakan debaran aneh didadanya saat Denis mengusap rambutnya.Denis mengambil piyama tidurnya dari lemari dan menggantinya di kamar mandi.Saat keluar dari kamar mandi Denis melihat Shilla masih duduk
"Kenapa sayang.Apa belum ingin tidur?"tanya Denis.Shilla menggeleng
__ADS_1
"Apa mau menonton tv?"tanya Denis lagi.Shilla juga menggeleng
"Lalu?"tanya Denis bingung
"Aku mau kesana!"ucap Shilla menunjuk ke taman atap
"Tapi disana dingin sayang,gak baik untuk kesehatan kamu!"ucap Denis.Shilla merengut kecewa.Denis tidak mau Shilla bersedih akhirnya Denis setuju
"Baiklah..tapi kamu pakai baju hangatmu ok!"ucap Denis.Shilla tersenyum sumringah.Denis mengambil sweater biru milik Shilla dan memakaikannya
Denis menyalakan lampu taman.Barulah setelah itu menuntun Shilla naik ke taman atap.Shilla terperangah takjub melihat taman atap di malam hari yang dihias lampu berwarna warni yang menempel disepanjang pagar.Air terjun buatan yang disorot lampu berwarna kuning itu terlihat lebih indah
"Indah sekali!"ucap Shilla lalu duduk di gazebo disamping air terjun.Denis bahagia melihat Shilla tersenyum.Denis duduk disamping Shilla dengan jarak du a jengkal dari Shilla.Denis ingin agar Shilla merasa nyaman.Jika terlalu dekat Denis takut Shilla merasa canggung dan tak nyaman
Mereka duduk tanpa bicara selama setengah jam lebih.Shilla hanya memandang ikan ikan yang sudah besar setelah lima tahun ditinggalkan Shilla.Angin malam bertambah dingin lama kelamaan Shilla bersedekap untuk menahan dingin tapi sesekali Shilla masih menggedikkan pundaknya karena dingin
Denis yang terus memperhatikan Shilla yang mulai kedinginan pun akhirnya mengambil inisiatif mendekati Shilla lalu mendekap Shilla dari samping dengan kedua tangannya.Shilla yang terkejut menoleh ke arah Denis dan pandangan mereka bertemu.Jarak diantara mereka hanya beberapa centi
Debaran jantung Shilla berpacu kembali dengan cepat.Denis perlahan mendekatkan wajahnya.Shilla hanya terdiam kaku melihat wajah Denis yang makin mendekat.Lalu Shilla menutup matanya rapat sekali.Denis tersenyum melihat reaksi Shilla,akhirnya Denis hanya menggesek gesekkan hidungnya ke hidung Shilla
"Sudah dingin..ayo masuk!"ucap Denis melepaskan pelukannya dan bangun dari duduknya.Denis menarik tangan Shilla menuntunnya masuk karena udara malam tak baik untuk proses kesembuhan Shilla.Shilla hanya diam mengikuti Denis yang bangun dan menariknya untuk masuk.Shilla dan Denis berjalan menuju kamar dengan bergandengan
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
dkung terus karyaku ya readers
__ADS_1
terima kasih
smpai jumpa next part ya