
Juan sudah rapi dan duduk manis dibalik kemudi. Herman sudah membelikan bunga mawar untuk Juan berikan pada Daisy malam ini. Setelah yakin penampilannya sempurna, Juan pun melaju ke rumah Daisy dengan mobil hitamnya.
Di rumah Daisy
Shilla dan Denis hanya bisa diam tak menjawab. Berbeda dengan Daisy yang menolak mentah-mentah lamaran Satya.
"Saya menolak lamaran bapak! Bapak tahu dengan jelas bagaimana perasaan saya! Apa yang membuat bapak berani melamar saya?" tanya Daisy dengan emosi, bagaimana tidak. Satya tahu dengan jelas jika Daisy sangat membenci sifat genitnya, dan dia berani melamar Daisy tanpa ijin dari Daisy.
"Cinta! aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Karena aku tidak suka membuang-buang waktu untuk berpacaran tak jelas, jadi aku langsung melamarmu!" ucap Satya.
"Karena bapak jatuh cinta pada saya, jadi saya juga harus jatuh cinta pada bapak, begitu? Maaf mengecewakan, hatiku sudah dimiliki orang lain!" jawab Daisy dengan emosi.
Ting tong ting tong
Suara bel rumah menjeda pembicaraan mereka. Yang lebih tepatnya perdebatan antara Daisy dan Satya. Shilla berjalan membuka pintu.
ceklekk
"Nak Juan!" sapa Shilla ketika melihat Juanlah yang datang. Wajah Shilla menegang kaku, karena dia khawatir Juan akan marah jika bertemu dengan Satya. Tapi tak mungkin juga jika Shilla harus mengusir Juan.
"Selamat malam, tante! Ada apa? Kok tante tegang sekali!" ucap Juan dengan heran.
"Tidak apa-apa nak Juan! masuklah," Shilla membawa Juan masuk. Denis langsung menatap Juan yang masuk bersama Shilla. Juan melihat suasana tegang di ruang tamu, dimana Daisy, Denis, Satya berdiri di ruang tamu.
"Malam om! Ada apa ini?" tanya Juan sambil berjalan ke arah Daisy. Denis tak bisa menjawab. Juan menatap pria yang pernah bertemu dengannya sekali. Juan ingat bahwa pria itu adalah pria yang Daisy katakan melamarnya di sekolah.
"Anda bukannya guru pengawas di sekolah Daisy? Ada masalah apa, hingga bapak harus datang ke rumah? Oh iya saya lupa, kenalkan! saya Juan! Saya tunangan Daisy!" ucap Juan dengan tegas.
__ADS_1
"Satya, aku datang untuk melamar Daisy!" ucap Satya mengulurkan tangan ke arah Juan tapi Daisy menepis tangan Satya.
"Pak Satya, seumur hidup saya baru pertama kali bertemu dengan orang yang sangat tidak tahu malu seperti anda! Apa anda tuli? Dia adalah tunangan saya! Orang yang saya cintai! Jadi silahkan anda pulang!" Daisy mengusir Satya yang masih bisa berkata dengan tak tahu malu di depan Juan.
"Kau yakin tidak akan mempertimbangkan keputusanmu?" tanya Satya. Juan sudah mengepalkan tangan siap meninju, jika saja Daisy tak menghalangi.
"Nak Satya, kami menghargai perasaanmu untuk putri kami! Tapi Daisy telah memilih, tidakkah nak Satya mengerti? Putri kami Daisy sudah bertunangan. Jadi bisakah nak Satya sekarang pulang! Maaf jika om harus mengusir nak Satya!" ucap Denis. Denis tak mau jika Juan sampai memukulnya nanti.
"Baiklah, saya permisi! Daisy! tawaran untuk menjadi istriku akan berlaku sampai kapanpun! Jadi jika kau berubah pikiran, aku siap menerimamu!" ucap Satya, kemudian diapun pergi meninggalkan rumah Daisy.
"TIDAK AKAN PERNAH!!" teriak Daisy saat Satya sampai ditengah pintu depan rumah Daisy. Satya berhenti mendengar teriakan Daisy, dia tersenyum getir lalu kembali melangkah menuju mobilnya dan melaju meninggalkan halaman rumah Daisy.
"Huuffhh, bagaimana bisa ada orang yang begitu keras kepala!" Shilla mendesah kesal dan menggerutu sambil mengurut keningnya. Denis menghampiri Shilla dan menuntunnya duduk di sofa ruang tamu.
"Sabar, sayang! Jangan sampai darah tinggimu naik!" ucap Denis sambil mengusap pundak Shilla.
"Baik, tante! Oh ya ini untukmu!" Juan memberikan mawar putih untuk Daisy.
"Selamat karena sudah selesai melalui ujian sekolahmu!" ucapnya lagi.
"Terima kasih, bukannya seharusnya saat aku dinyatakan lulus?" Daisy tersenyum.
"Aku yakin kamu lulus kok!" jawab Juan. Mereka kemudian duduk di depan Denis dan Shilla.
"Daisy! mama dan papa sudah menyiapkan pesta pertunangan untuk kalian. Waktunya minggu depan! Kamu persiapkan daftar undangan temanmu, siapa saja yang akan kau undang!" ucap Shilla.
"Iya mah!" jawab Daisy.
__ADS_1
"Dan sekarang, pergilah bersama nak Juan! kalian harus mencoba baju untuk acara pesta kalian!" ucap Shilla. Shilla kemudian masuk ke kamar, karena kepalanya pusing setelah keributan Satya di rumahnya.
"Kak Juan, aku ganti baju dulu!" Daisy pamit mengganti bajunya.
"Iya, dandanlah yang cantik!" jawab Juan. Daisy tersipu malu digoda oleh Juan. Daisy pergi ke kamarnya dan mengganti baju santainya dengan rok 3/4 berwarna hitam dipadu kaos putih polos press body. Dia memakai cardigan hitam 3/4 untuk mempercantik tampilannya. Dia memoles wajahnya dengan bedak berwarna kuning langsat, serta memoles bibirnya dengan lipstik merah muda.
Daisy turun dengan anggun dari tangga. Dia membawa tas selempang putih yang tersampir di pundak kirinya. Juan terpesona dengan penampilan Daisy yang terlihat lebih dewasa, dengan lipstik yang dipakainya. Ini pertama kalinya Juan melihat Daisy memakai lipstik. Daisy juga memakai sepatu hak tinggi berwarna hitam, membuat tampilannya seperti wanita berumur dua puluh tahunan. Mereka pergi dengan bergandengan tangan menuju halaman, dimana Juan memarkir mobilnya. Merekapun melaju pergi menaiki mobil hitam Juan dengan senyum bahagia.
*******************************
tinggalkan jejak readers
kritik dan saran semua author tampung
like n star atau vote seikhlasnya😅
mampir juga di novel author yang lain ya readers.
-MISSING YOU
-PENGASUH CANTIK SANG PUTRI CEO
-KU PILIH HATIMU
-STATUS GANTUNG Mrs.CEO
-AUNTY OPPOSITE DOOR I LOVE YOU
__ADS_1
Tinggalkan komen dan like kalian juga disana klo boleh author minta 😂😂👍