Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
Penantian


__ADS_3

Dua hari kemudian Juan pulang ke Indo. Untuk membunuh waktu selama menunggu Daisy, Juan bekerja di supermarket miliknya sebagai office boy. Supermarket yang baru dibuka sebulan itu begitu ramai setiap harinya. Supermarket tiga lantai itu cukup besar dan luas.


Lantai satu adalah tempat kebutuhan sehari-hari seperti, sayuran, sembako, sabun dan lain sebagainya. Lantai dua diisi oleh barisan pakaian, elektronik, kosmetik dan lainnya. Lantai tiga adalah area food court, area permainan dan tempat penitipan anak.


Supermarket itu memiliki 50 karyawan yang bekerja dibagian kasir, office boy, office girl, satpam dan seorang manager. Selama Juan bekerja di supermarket , tak ada seorang pun yang tahu bahwa Juan adalah pemilik supermarket itu.


**************************


3 Tahun kemudian


Selama tiga tahun menunggu Daisy, Juan semakin sukses melebarkan sayap bisnisnya. Seiring dengan kesuksesannya, banyak para pengusaha yang menjadi saingannya merencanakan sesuatu yang buruk. Karena itu Juan menyewa bodyguard bayangan untuk melindunginya secara sembunyi-sembunyi.


Setiap hari Juan akan menelpon Daisy, untuk sekedar menanyakan kegiatannya. Seminggu sekali mereka melakukan video call. Dari video call itulah Juan melihat perubahan Daisy dari hari ke hari. Daisy kini sudah menjadi wanita dewasa berumur dua puluh dua tahun yang begitu anggun dan cantik.


Hari ini adalah jadwal Juan dan Daisy melakukan video call. Seminggu yang lalu Daisy menyelesaikan skripsinya. Dan setelah itu Daisy tidak mengatakan bagaimana hasil sidang skripsinya, apakah dia lulus sidang atau tidak. Juan biasa melakukan video call jam lima pagi hari.


Entah kenapa, pagi ini Juan masih menunggu panggilan video dari Daisy tapi sampai satu jam masih belum ada. Juan memutuskan untuk melakukan panggilan lebih dulu. Saat Juan melakukan panggilan video pada Daisy, ternyata dia sedang berdua dengan Debby di kamarnya.


Daisy sedang berganti baju, dia baru memakai underwear. Debby melihat panggilan video di laptop Daisy yang sedang online. Debby dengan jahil menerima panggilan itu dan wajah Juan langsung memerah. Juan memalingkan wajahnya karena di layar laptopnya terlihat Daisy yang hanya memakai underwear dan sedang berdiri mencari baju di lemari.


"Hei, Daisy. Look!" suara Debby mengalihkan pandangan Daisy. Saat Debby memanggil dan menunjuk layar laptop yang memperlihatkan wajah Juan yang berpaling.


"Aakkhhh, Debby what you doing?" teriak Daisy segera menghampiri laptopnya dan menutupnya.


"E, kkheemm... kenapa jadi panas ya," gumam Juan sambil mengipasi wajahnya yang memerah setelah melihat tubuh mulus Daisy dari belakang.

__ADS_1


Setelah setengah jam, Daisy akhirnya menelpon Juan dengan panggilan video. Daisy sudah berpakaian lengkap dan memasang wajah garang. Daisy sudah siap memarahi Juan.


"Halo, sayang."


"Gak usah sayang-sayangan! Kenapa kak Juan ngeyel? Daisy kan sudah bilang, jangan telpon kalau bukan Daisy yang telpon lebih dulu!" Daisy marah-marah pada Juan.


"Maaf, kakak tidak tahu! Kakak pikir Daisy marah sama kakak, karena sampai siang kamu belum telpon kakak!" jawab Juan.


"Di sana siang, di sini malam! Daisy baru pulang, baru selesai mandi dan baru mau ganti baju. Katakan apa yang kak Juan lihat tadi?" Daisy terus cemberut dan marah-marah.


"Kak Juan tidak lihat apa-apa selain underwear merah dan tubuh bagian belakang yang mulus, ha ha," Juan tertawa geli.


"Kak Juan..." teriak Daisy kesal. Daisy menutup panggilan videonya dan segera menutup laptopnya.


Tut tut tut


Ponsel Juan bergetar di saku celana.


"Halo, pak Herman," sapa Juan.


"Selamat pagi, pak Juan. Kantor yang bapak minta sudah selesai di urus. Sesuai keinginan bapak, saya mencari gedung dua lantai yang berada di tempat strategis. Jadi kapan, bapak akan mulai menggunakan kantornya?" tanya Herman.


"Nanti saja pak Herman, tunggu waktu yang tepat. Rekrut saja bawahan untuk membantu kita di kantor. Tiba saatnya nanti saya akan muncul di hadapan publik!" ucap Juan.


" Baik, pak!" jawab Herman.

__ADS_1


Juan bersiap berangkat bekerja menggunakan seragam office boy. Hari ini karena menunggu video call dari Daisy yang terlambat, Juan juga jadi terlambat datang bekerja ke supermarket.


Juan mendapat omelan dari kepala office boy.


"Kamu ini sering sekali terlambat! kamu pikir ini supermarket punya bapak kamu apa! Hari ini kamu akan saya laporkan pada pak Herman!" bentak kepala office boy. Setelah memarahi Juan, sang kepala office boy itu pun pergi ke kantor.


"Hei, bro. Kenapa terlambat?" tanya Koko. Diantara semua office boy yang ada di supermarket itu, hanya Koko-lah yang akrab dengan Juan.


Seorang office boy yang selalu memusuhi Juan tiba-tiba mencibir.


"Jangan ada yang gangguin si Juan, kalau gak percaya kalian lihat saja! Sebentar lagi kepala office boy kita bakalan di pecat sama pak Herman!" cibir Rano.


"Sudah, jangan di dengar. Lebih baik kita kerja sekarang!" ucap Koko.


Grep


Tiba-tiba ada seorang office girl yang memeluk Juan. Juan meronta menyingkirkan Rere, agar melepaskan pelukannya.


"Huwaahh, bebeb Juan. Rere dengar, bebeb Juan mau di pecat. Rere gak rela kalau bebeb pergi!" ucap Rere.


"Hei, kamu itu peluk-peluk suami orang tahu!" ucap Koko menarik Rere menjauh.


"Bohong! bebeb Juan sengaja kan pake cincin biar dikira dah nikah. Cincin itu tidak bisa membuktikan bahwa bebeb Juan udah nikah. Lagian bebeb Juan cuma buat aku!" jawab Rere.


Juan hanya tersenyum lalu mengambil sapu dan kain pel. Juan melakukan tugasnya dengan baik, tak ada yang curiga jika dia adalah bos besar yang memiliki banyak usaha di segala bidang, selain dari supermarket dan apartement, Juan juga mulai melebarkan usahanya ke bisnis fashion. Juan punya satu buah pabrik kecil yang memproduksi baju tidur. Juan selalu menjadi pusat perhatian para wanita yang melihatnya. Kebanyakan dari mereka menyayangkan, kenapa pria setampan dan sebersih Juan menjadi OB.

__ADS_1


__ADS_2