Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
Kembali sekolah


__ADS_3


Daisy sudah siap dengan memakai seragamnya. Hari ini masa skorsingnya sudah habis, sudah waktunya Daisy kembali ke sekolah. Daisy turun setelah merapikan rambutnya. Merdengar suara tawa Shilla di ruang makan, membuat Daisy sedikit penasaran, apakah yang membuat Shilla begitu bahagia. Saat Daisy sampai ke ruang makan, barulah dia tahu ternyata Shilla sedang mengobrol dengan Juan dan papanya di meja makan.


"Selamat pagi Daisy!" sapa Juan.


"Pagi!" jawab Daisy singkat.


"Eh! sayang udah siap berangkat sekolah lagi! duduk dan saràpanlah dulu dengan nak Juan! Papa sama mama sudah sarapan lebih dulu!" Shilla berdiri dan pergi, meninggalkan mereka berdua di meja makan. Daisy menyendokkan nasi goreng dan memberikannya pada Juan tanpa bicara sepatah kata pun. Daisy mengambil sedikit nasi goreng dan menyuapnya dengan malas.


"Kenapa? gak nafsu makan ya, gara gara lihat aku?" ucap Juan.


"Tidak!" jawab Daisy singkat.


"Tante menyuruhku mengantar jemput kamu mulai sekarang. Biar kamu bisa lebih mengenalku!" ucap Juan.


"Hem!" Daisy masih belum sepenuhnya bisa menerima perjodohan itu. Selesai sarapan, Juan mengantar Daisy sampai didepan gerbang sekolah. Zahra yang baru turun dari angkot melihat Daisy yang diantar oleh seorang pria berjas rapi.


Zahra berlari menghampiri Daisy, yang sudah berjalan ke dalam sekolah.


"Daisy! tunggu!" panggil Zahra. Daisy menoleh dan menengok ke belakang.


"Kenapa sih, tumben kucel banget tuh muka. Persis baju belum disetrika!" ledek Zahra. Daisy tersenyum tipis menanggapi ledekan Zahra.


"Eh tadi yang nganter kamu itu yang katanya kakak sepupu kamu pas di perpus ya?" tanya Zahra.

__ADS_1


"Iya!" jawab Daisy singkat. Daisy lalu menoleh ke arah Zahra yang berjalan disampingnya.


"Za, aku butuh tempat curhat! Mau gak temenin aku bolos upacara dan dengerin curhatanku?" tanya Daisy. Zahra mengangguk dan mereka pun pergi ke atap gedung sekolah dan bersembunyi disana.


"Sekarang ceritakan sama aku! kenapa Daisy yang tiap datang ke sekolah selalu ceria! tiba-tiba murung bagai tak berjiwa," ucap Zahra.


"Janji jangan bilang siapa siapa ya?" ucap Daisy.


"Ok. aku janji!" jawab Zahra


"Aku dijodohin, sama orang yang tadi nganterin aku!" ucap Daisy


"Jadi dia bukan kakak sepupumu?" tanya Zahra. Daisy menggelengkan kepala.


"Gak apa-apalah, dia ganteng tahu!" ucap Zahra


"Gampang kok! kamu kerjain aja dia dibelakang mama kamu!" ucap Zahra.


"Maksudnya! kerjain dia gimana?" tanya Daisy


"Ya, kaya gini misalnya. Kamu telpon dia buat nyamperin kamu tengah malam tapi jangan kamu temuin dia. Ya pokoknya gangguin aktifitas dia aja gitu. Soal gimananya sih terserah kamu!" ucap Zahra.


"Makasih ya, Za! sekarang kita harus ke UKS sebelum bu Septi keliling," Daisy dan Zahra mengendap-endap dan masuk kedalam ruang UKS. Ternyata di ruang UKS ada orang lain yang membolos upacara. Aceng yang melihat mereka mengendap-endap itu mengagetkan mereka.


"Ngapain kalian mengendap-endap? bolos upacara, suka membully orang dan murahan, ckckck ... lo itu paket komplit ya Dais!" ledek Aceng

__ADS_1


"Apa maksudnya kamu ngatain Daisy murahan? lagipula kamu juga sama kan bolos upacara!" jawab Zahra


"Eh, asal lo tahu aja! teman lo yang katanya baik ini, tadi pagi keluar dari mobil om om berjas. Kalau gue tebak dia bukan kakaknya, karena gak ada kemiripan sama sekali. Dan mustahil kalau dia ayahnya, karena usianya belum setua itu. Jadi pasti dia itu sugar daddy lo kan, Daisy!" ucap Aceng menatap Daisy dengan pandangan jijik.


"Lo itu gak tahu apa apa! jadi jangàn asal bicara!" bentak Zahra.


"Za, udah! kita balik aja ke kelas. Lagiàn kayanya upacaranya dah selesai!" Daisy menarik Zahrana keluar dari ruang UKS. Aceng menjadi bengong dan terheran heran.


"Itu beneran dia tuh, dewi iblis yang biasanya ceria dan suka membully cowok! ada yang aneh? Biasanya dia kalo dengar orang jelek jelekin dia, udah pasti keluar tuh sifat kasarnya!" Aceng jadi penasaran.


Daisy belajar dengan malas dan hampir semua jam pelajaran hanya melamun. Jam istirahat pun Daisy tidak pergi ke kantin. Pelajaran terakhir selesai dan Daisy masih saja melamun. Aceng yang kelasnya disamping kelas Daisy itu melewati pintu kelas Daisy, dan mendengar pembicaraan Daisy dan Zahra. Dikelas itu semuanya sudah pulang, dan hanya ada Zahra dan Daisy. Aceng merasa penasaran dan berhenti untuk menguping.


"Daisy ... kamu setengah hari melamun terus bikin aku khawatir!" ucap Zahra.


"Aku bukan melamun, tapi lagi mikir! Gimana caranya supaya dia nyerah jadi tunanganku! Mana mama sekarang nyuruh dia antar jemput aku lagi!" ucap Daisy.


(oh ternyata pria dewasa tadi pagi itu, tunangan Daisy. Pantas aja dia murung, cewek kaya Daisy dijodohin haha kasihan juga!) gumam Aceng. Saat Daisy dan Zahra akan keluar dari kelas, Aceng segera pergi dari depan pintu kelas Daisy.


Didepan gerbang sekolah, Aceng melihat Juan sedang berdiri di depan mobilnya menunggu Daisy keluar. Daisy dan Zahra berjalan keluar dari gerbang sekolah. Aceng menghampiri Daisy dan secara mendadak mencium pipi Daisy.


"Aku pulang duluan ya, sayang! bye bye!" Aceng bertingkah seperti kekasih Daisy.


"Sialan! dia ngapain sih Za?" bisik Daisy pada Zahra.


"Sepertinya dia mendengar obrolan kita dikelas tadi. Tapi kaya gitu bukannya berarti dia sedang membantumu? lihat tunanganmu sepertinya kesal!" jawab Zahra berbisik juga.

__ADS_1


"Ya sudah aku pulang dulu! kamu mau jenguk Roni kan? Sampaikan salamku ya! aku tidak bisa menjenguknya karena sudah dijemput supir!" Daisy sengaja mengatakannya dengan keras agar Juan juga mendengarnya. Zahra masuk kedalam angkot dan Daisy menyebrang untuk menghampiri Juan tapi Daisy hampir saja terserempet motor. Untung saja Juan segera menariknya ke tepi. Juan mendekap Daisy agar tidak terjatuh.


Deg ... Jantung Daisy berdebar dalam dekapan Juan. Daisy segera mendorong Juan dan masuk kedalam mobil. Juan masih terbayang saat Daisy dikecup pipinya oleh Aceng. Karena alasan Juan menerima perjodohan itu, bukan karena hutang budi pada Shilla saja, tapi karena Juan memang jatuh cinta pada Daisy.


__ADS_2