Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
episode 36 Daisy anak mama!


__ADS_3

**keesokan hari


Pagi pagi sekali Noval sudah berada di rumah sakit untuk menemui Shilla.Shilla sudah dipindahkan ke ruang rawat inap tetapi dia masih tertidur karena itu Noval pergi dari kamar rawat Shilla dan berinisiatif menunggu Denis dan Daisy di loby rumah sakit


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


**di rumah Denis


"Pahh..!!"panggil Daisy


tok tok tokkk..Daisy mengetuk pintu kamar Denis


"Huwammm.."Denis bangun dan menguap lalu menghampiri pintu


"Pagi sayang.."sapa Denis melihat Daisy sudah berdiri didepannya dengan baju kaos hello kitty berwarna putih dipadu dengan rok jeans biru bermotif bordiran hello kitty dibagian depan


"Pah ayo kita ketemu mama pah!!" Daisy menarik narik lengan Denis


"Tapi sayang,,ini masih pagi sekali.Kita kan biasa kesana jam 9 pagi sayang.Ini baru jam setengah tujuh.Nanti saja ya?"bujuk Denis


"Gak mau pah,,Daisy mau sekarang.Ayo pah cepat pah!!"Daisy hari ini tidak seperti biasanya.Seolah dia tahu bahwa ibunya sudah sadar.Dia sangat ingin cepat cepat pergi ke rumah sakit


"Ya udah tapi papa mandi dulu ok!"ucap Denis


"Ya pah!"jawab Daisy.Dia pergi ke ruang makan


"Bi Rum..bikinin Daisy bekal dong"ucap Daisy


"Tumben non Daisy ke rumah sakit bawa bekal?"tanya bi Rum


"Daisy mau sarapan bareng mama di rumah sakit bi!"ucap Daisy


"Memang mama non sudah bangun?"tanya bi Rum sambil menyiapkan sandwich dan memasukannya ke kotak bekal


"Belum hah!!"Daisy mendesah sedih


"Non jangan sedih.Bibi do'akan semoga mama Shilla cepat sadar!"ucap bi Rum


Denis selesai mandi dan memakai baju kemeja putih dengan bawahan celana jeans biru

__ADS_1


"Wah tuan dan Non bajunya warnanya sama.Kalau nyonya sudah sadar bisa pake baju keluarga ya.."ucap bi Rum.Mereka hanya tersenyum


"Ayo pah berangkat!"Daisy menarik tangan Denis


"Gak sarapan dulu sayang.Nanti kamu sakit!"ucap Denis.Daisy menunjuk kotak bekalnya


"Daisy bawa bekal bikinan bi Rum hehe!"ucap Daisy


"Hem tumben bawa bekal?"tanya Denis.Karena biasanya mereka sarapan di rumah lalu mereka makan siang di kantin rumah sakit


"Daisy mau sarapan di rumah sakit sambil lihat mama pah!"ucap Daisy.Denis mengusap rambut putrinya yang hari itu digerai indah dan menggunakan bando dengan hiasan strawberry


"Ya udah..bi saya dan Daisy berangkat dulu"Denis pamit pada bi Rum


"Iya tuan,non Daisy hati hati dijalan!"ucap bi Rum


Mereka pun pergi ke rumah sakit dengan senyum gembira


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


**dirumah sakit


Noval menunggu Denis di loby rumah sakit.Noval duduk dikursi yang tersedia di loby.Setengah jam kemudian Denis dan Daisy tiba di rumah sakit.Setelah memarkir mobilnya Denis menuntun putrinya masuk ke dalam rumah sakit dan bertemu Noval


"Pagi Den.Aku sendirian kesini.Semalam kenapa kau tidak menjawab telponnya dokter Adrin?"tanya Noval


"Semalam aku ketiduran di taman dan ponselku didalam kamar.Kenapa Val,apa ada sesuatu yang buruk yang terjadi pada Shila?"tanya Denis khawatir


"Tidak Den.Justru berita baik.Shilla sudah sadar!"ucap Noval tersenyum lebar.Daisy dan Denis saling tatap dan tersenyum


"Mama Daisy sudah sadar pah!"ucap Daisy gembira


"Iya sayang.Ayo kita lihat mama.Ayo Val!"Denis mengajak Daisy dan Noval ke ruangan Shilla dirawat.Saat tiba didepan ruangan Shilla.Denis terdiam sejenak dan menarik nafas dalam.Jantungnya berdebar kencang karena sangat bahagia,setelah lima tahun Shilla terbaring


"Den..siap?"tanya Noval.Denis mengangguk dan Noval pun membuka pintu.Didalam ruangan,Shilla sedang terduduk diranjangnya dengan jarum infus terpasang dipunggung tangannya.Disana juga ada dokter Adrin dan juga suster.Mereka bertiga menoleh ke arah Denis,Daisy dan Noval yang baru saja masuk


Denis melangkah perlahan dengan mata terus tertuju ke arah Shilla yang juga sedang menatapnya.Daisy melepaskan genggaman tangan Denis dan berlari ke pelukan Shilla


"Mamaa..!!"panggil Daisy lalu langsung memeluknya.Shilla bengong tak bergerak menatap Daisy yang memeluknya erat sambil terisak

__ADS_1


"Val..gadis kecil ini siapa?"tanya Shilla bingung.Denis yang berada lima langkah dari Shilla memandang heran dan bertanya pada Shilla


"Sayang..kamu sudah sadar?"tanya Denis pada Shilla.Noval waspada menatap interaksi mereka.Noval merasa ada yang salah dengan Shilla


"Maaf..tapi anda siapa? apakah kita saling kenal?"tanya Shilla pada Denis.Denis terbelalak terkejut dengan reaksi Shilla,tanpa dia sadari air matanya jatuh.Denis tak percaya Shilla melupakan dirinya


"Mama..ini Daisy mah! Daisy anak mama,Daisy ingin dipeluk sama mama!"ucap Daisy dalam pelukan Shilla


"Val,,kamu ngerjain aku kan Val.Aku tidak mungkin sudah menikah dan mempunyai anak!"ucap Shilla menatap Noval


"Shil..kamu sudah menikah dengan Denis dan Daisy putri yang kamu lahirkan saat kamu koma Shil"ucap Noval


"Dok..ini.Shilla kenapa dok.Dia kenapa Dookkk?"teriak Denis sambil mencengkram pundak dokter Adrin


"Shhh awww..ahh"Shilla meringis mencengkram kuat rambutnya.Denis segera mendekati Shilla


"Sayang..kenapa.Apa kepalamu sakit?"Denis memegang tangan Shilla dan ditepis oleh Shilla


"Pergii aaawww..pergi aku gak kenal kamu.jangan pegang pegang!!"Shilla mendorong Denis dengan satu tangan dan tangan lainnya memegangi kepalanya yang terasa bagai tertusuk tusuk


"Shil..aku Denis Shil..aku suamimu.jangan bercanda seperti ini Shil!!"ucap Denis.Noval menggendong Daisy yang menangis melihat Shilla meringis kesakitan dan berteriak pada Denis


"Pergii..pergii...aahh"Shilla lalu terkulai pingsan.Dokter Adrin segera memeriksa Shilla dan memasang selang oksigen di hidung Shilla


"Dokter kenapa Shilla seperti ini dok?"tanya Denis


"Sebaiknya kita bicara diruangan saya.Mari pak Denis,pak Noval!"Dokter Adrin membawa mereka keruangannya.Mereka duduk didepan meja dokter Adrin


"Menurut pemeriksaan yang saya lakukan tadi.Ibu Shilla sepertinya menderita amnesia,saya menduga ada gumpalan darah yang membeku dalam otak pasien.Memang kasus seperti ini sering terjadi pada pasien yang baru saja sadar dari koma.Saya sarankan sebaiknya pak Denis dan pak Noval tidak memaksa bu Shilla untuk mengingat.Saya khawatir itu akan membuat kondisi bu Shilla memburuk!"ucap dokter Adrin


"Lalu..apakah Shilla akan bisa mengingat masa lalunya lagi dok?"tanya Denis pilu.Denis benar benar kasihan melihat putrinya.Harapannya yang ingin dipeluk Shilla saat dia sadar pupus sudah.Noval terenyuh melihat Denis dan Daisy yang sangat sedih dengan kondisi Shilla saat ini


"Menurut pengalaman pasien pasien yang sudah sudah.Biasanya amnesia yang diderita pasien hanya sementara.Meskipun tingkat kesembuhan pada setiap pasien berbeda beda.Semoga saja bu Shilla bisa segera mengingat kembali.Saya juga menyarankan agar pak Denis dan pak Noval memberikan penjelasan secara perlahan"ucap dokter Adrin


"Baik dok..kami permisi!"ucap Denis.Mereka pun keluar


"Den..sabar.aku pasti akan berusaha membantumu memberi penjelasan pada Shilla!"ucap Noval


"Terima kasih Val!"ucap Denis lalu mengambil Daisy dari gendongan Noval

__ADS_1


"Aku akan bicara dulu pada Shilla.kalian tunggulah dulu disini"Noval masuk keruang rawat Shilla.Shilla sudah sadar dan masih dalam perawatan suster.Suster itu sedang mengatur kecepatan aliran cairan infus.Setelah selesai sang suster pun keluar.Denis dan Daisy sedang duduk di depan ruangan Shilla.Dia menunggu Noval keluar


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


__ADS_2