Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
episode 40.dekat di mata tapi jauh dihati


__ADS_3

Denis sampai di garasi begitupun mobil Noval yang menyusul parkir dibelakang mobil Denis.Denis membuka pintu mobil dan mengulurkan tangan pada Shilla.Daisy sudah turun dan menaruh tabletnya kembali di jok mobil.Shilla menyambut tangan Denis dan keluar dari mobil.Shilla mengedarkan pandangannya berkeliling


"Ayo masuk sayang!"ucap Denis.Shilla hanya tersenyum dan berjalan pelan menuju pintu dengan dituntun Denis.Noval dan Ajeng mengiringi Shilla dibelakang


"Mama..nanti malam Daisy bobo sama mama ya!"ucap Daisy.Shilla menoleh ke arah Denis


"Daisy..mama harus banyak istirahat,jadi Daisy boleh bobo sama mama tapi jangan ganggu mama ya?"ucap Denis


"Daisy janji gak bikin mama capek!"ucap Daisy.Shilla tersenyum begitu juga Daisy


Mereka berjalan masuk dan disambut bi Rum.Ini pertama kalinya bi Rum bertemu dengan nyonya rumah.Selama empat tahun bekerja merawat Daisy akhirnya bi Rum bisa bertemu dengan ibu kandung dari Daisy.Ibu yang selalu diceritakan Daisy saat dia pulang menjenguk Shilla


"Bi tolong buatkan susu coklat untuk Shilla!"ucap Denis setelah mereka duduk disofa ruang tamu.Shilla memandang sekeliling dengan tatapan asing


"Baik tuan,kalau bapak sama ibu mau minum apa?"tanya bi Rum


"Tidak usah bi,kami harus segera pulang!"ucap Noval


"Duduk dan minumlah dulu Val!"ucap Denis


"Kapan kapan saja Den,kasihan anak anak nanti nyariin ibunya.Lagipula Shilla harus banyak istirahat!"ucap Noval


"Kami pulang dulu Shil.Semoga kamu cepat sembuh!"Noval berpamitan


"Mba Shilla saya pulang dulu,kapan kapan mainlah ke rumah kami!"ucap Ajeng


"Baiklah.terima kasih sudah mengantarku.Kalian hati hati di jalan!"ucap Shilla.Mereka pun pulang setelah berpamitan.Bi Rum datang membawakan susu coklat hangat dua gelas

__ADS_1


"Kenapa dua gelas bi?"tanya Shilla


"Satu gelas lagi untuk non Daisy nyonya!"jawab bi Rum


"Dia persis seperti kamu sayang! dia suka susu coklat hangat dan dia juga sangat menyukai bunga mawar"ucap Denis


"Daisy kok diem aja,kenapa sayang?"tanya Shilla


"Sepertinya anak papa ini sedang melamun!apa papa benar?"ucap Denis menghampiri tempat duduk Daisy dan Shilla


"Tidak..papa salah.Daisy sedang bahagia melihat mama dan papa.Sekarang Daisy punya papa dan mama!"ucap Daisy.Mereka berpelukan bertiga dengan Daisy yang berada ditengah tengah antara Denis dan Shilla


"Kenapa Daisy bilang seperti itu,dari dulu kan Daisy memang punya mama 'mama Shilla'!"ucap Denis


"Karena ini sudah sore,jadi Daisy mandi dengan bi Rum ya!"Denis menyuruh Daisy mandi.Kemudian Denis mengantar Shilla ke kamar


"Maaf mas,bolehkah aku meminta sesuatu?"ucap Shilla


"Boleh sayang.Tentu saja boleh!"ucap Denis


"Aku masih tidak nyaman dengan situasi ini.Aku ingin kita tidur terpisah! aku tahu aku adalah istrimu tetapi saat ini perasaanku..aku bahkan tidak ingat perasaan cinta antara kita dulu.Bagiku saat ini kamu seperti orang asing! Maaf jika kata kataku menyakitimu!"ucsp Shilla


"Tidak apa apa! aku akan berusaha untuk mendapatkan hatimu kembali dan aku akan membuatmu nyaman berada disampingku!"jawab Denis


"Hemm..terima kasih kamu mau mengerti mas!"ucap Shilla.Denis hanya mengangguk dan tersenyum lalu mengajak Shilla ke taman atap


"Sayang..kamu juga pasti lupa tentang taman diatap kamar ini!"ucap Denis

__ADS_1


"Taman diatap kamar?"Shilla menengadah melihat sekeliling


"He heh..ayo aku antar kamu ke taman atap!"Denis berjalan menaiki tangga dan membuka pintu menuju keluar kamar.Shilla mengikutinya dari belakang.Shilla terpana memandang pot pot bunga mawar dan juga air terjun mini lengkap dengan sungai buatan dan gazebo di sampingnya.Denis duduk di gazebo sedangkan Shilla mendekati pohon bunga mawar berwarna orange lalu berniat menyentuhnya tapi jari Shilla tertusuk duri mawar


"Aakkhhh"Shilla terpekik kaget saat jarinya tertusuk.Denis yang sedang duduk segera menghampiri dan melihat jari Shilla berdarah.Denis menghisap darah dijari telunjuk Shilla.Tiba tiba dalam pikiran Shilla berkelebat bayangan saat Denis juga menghisap jari Shilla saat teriris pisau di dapur.Seketika itu pula Shilla merasakan kepalanya sakit


Shilla mendorong Denis hingga terjengkang dan Shilla berjongkok memegangi kepalanya


"Aawww..sshhh"Shilla menjambaki rambutnya sendiri karena rasa sakitnya semakin kuat


"Sayang kamu kenapa?,,aku ambilkan obat untukmu!"ucap Denis dan sesegera mungkin turun mengambil air dan obst untuk Shilla.Saat Denis sampai di taman atap Denis terkejut karena Shilla sudah tergeletak tak sadarkan diri.Denis menjatuhkan gelas dan obat yang dipegangnya lalu membopong Shilla


"Shillaa..sayang hei bangun sayang!"Denis membaringkan Shilla di ranjang didalam kamar.Daisy selesai mandi dan berganti baju lalu mencari Shilla ke kamar Denis


"Ma..pah.."panggil Daisy


"Masuk sayang!!"ucap Denis.Daisy membuka pintu dan masuk ke dalam


"Mama bobo ya pah,,?"tanya Daisy


"Iya sayang.mama sepertinya kecapean!"ucap Denis


"Daisy bobo di kamar Daisy saja kalo gitu.Daisy gak mau mama capek.Daisy kasihan sama mama.Daisy sayang mama!"ucap Daisy memegang tangan Shilla.Denis tersenyum dan bergumam dalam hati


('Kamu memang harus bobo sendiri sayang,dan biarkan mamamu tidur sendiri.Biar papa lebih leluasa untuk keluar masuk kamar mama untuk menggoda mamamu.Biar mama bisa jatuh cinta lagi pada papa!')Daisy pun keluar dari kamar Denis dan masuk kekamarnya disebelah.Denis menggenggam tangan Shilla dan duduk di lantai sambil memandangi wajah istrinya yang terbaring pingsan


"Istirahatlah sayang.Mas disini sengaja gak ganggu kamu.Anggap saja kamu itu sedang tidur!"ucap Denis.Denis setia menemani Shilla menunggu Shilla sadar dengan sendirinya

__ADS_1


__ADS_2