
Denis dan Yuli sampai diparkiran rumah sakit Pertiwi.Denis turun dan langsung berlari kebagian informasi
"Permisi sus..ruang operasi dimana?"tanya Denis terburu buru
"Bapak lurus saja dari sini terus belok kanan.Disana ruang operasinya!"jawab suster itu.Denis segera berlari ke tempat yang ditunjukkan oleh suster itu.Yuli menyusul dengan berjalan cepat,karena Yuli memakai hak tinggi jadi dia tidak bisa berlari.Denis sampai lebih dulu di depan ruang operasi
"Val..Shilla dia kenapa? bagaimana bisa dia ada didalam?"tanya Denis gemetar.
"Maaf Den..ini semua gara gara gw.kalo gw gak nyuruh Shilla hadir dipernikahan gw..Shilla pasti gak akan seperti ini"ucap Noval penuh penyesalan
"Aku gak nyalahin kamu Val.aku nanya kenapa Shilla bisa ada di dalam!"ucap Denis.
"Dia ditusuk seorang wanita yang suka sama gw.mungkin dia pikir Shilla adalah calon istri gw.maafkan Den..maafkan gw!"ujar Noval.Denis terduduk dikursi tak percaya.Shilla yang tadi pagi masih baik baik saja sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati dimeja operasi.Yuli sampai tak lama kemudian dan duduk disamping Denis
"Kak Denis sabar ya! Yuli yakin kak Shilla akan baik baik saja!"ucap Yuli seraya mengusap usap pundak Denis untuk memberinya kekuatan
"Hiks hiks kamu harus kuat Shil.kamu harus bertahan.hiks hiks jangan tinggalin mas!!"ucap Denis terisak pilu.Yuli,Ajeng dan Noval meneteskan airmata mendengar ratapan pilu Denis yang seakan menyayat hati mereka
(Ajeng:*Ya Tuhan jangan biarkan kedua orang yang saling mencintai ini berpisah)
*(Yuli:*Tuhan jangan biarkan kak Denis menderita.jangan biarkan mereka berpisah.selamatkan kak Shilla Tuhan.aku mohon)
__ADS_1
*(Noval:Aku akan merasa bersalah seumur hidup jika sampai Shilla tidak tertolong dan membuat pria sebaik Denis harus kehilangan orang yang dicintainya.semuanya salahku.ini salahku.Jika saja aku tak menelpon Shilla,dia takkan mengalami semua ini.kumohon selamatkan Shilla Tuhan)
Yuli menelpon Dona dan memberitahukan keadaan Shilla.Operasi sudah berlangsung satu setengah jam dan Dona yang baru datang tiba tiba berkata
"Istri kamu itu kualat Denis!"ucap Dona lalu duduk dikursi sedang Denis berdiri monndar mandir khawatir
"Apa maksud tante?"ucap Denis berdiri tak jauh dari Dona
"Ya kualat.Suami lagi kerja tapi dia malah ditelpon pacarnya.Dandan cantik banget kaya wanita malam!"ucap Dona
"Stop menghina Shilla tante.Tante tahu siapa yang menelpon Shilla? saya yang menelpon dia untuk menghadiri pernikahan saya tante.Jangan hina sahabat saya seperti itu!!"ucap Noval dengan marah.Denis menatap Dona dan menghampirinya
"Tante..Denis mohon jangan membuat keributan disini.Shilla tidak seburuk yang tante pikirkan.Dia wanita paling baik tante!! jadi sebaiknya tante tolong jangan hina istri Denis lagi!"ucap Denis lembut
"Val kalian pulanglah biar aku yang menunggu Shilla.Kalian juga belum berganti baju.Pulang dan gantilah baju kalian"ucap Denis pada Noval.Noval dan Ajeng melihat pakaian pengantin mereka dan melihat noda darah sudah mengering
"Baiklah kami akan pulang dan kembali kesini segera!"ucap Noval
"Tidak perlu.biar aku dan Yuli yang menunggu Shilla disini.Kalian istirahat saja di rumah"ucap Denis
"Tidak Den..aku ingin menunggu Shilla.Aku tidak tenang jika Shilla belum ..selamat"ucap Noval.Tak lama setelah tiga jam operasi dokter pun keluar dari ruang operasi
__ADS_1
"Dok bagaimana keadaan istri saya?"tanya Denis saat melihat dokter keluar
"Operasinya selesai dilakukan dan istri anda sudah melewati masa kritisnya.Kita tunggu perkembangannya besok.Kami akan menempatkan pasien di ICU sebelum pasien sadar.Kita sama sama berdoa saja!"ucap dokter itu.Dokter itupun pergi dari sana
Satu jam setelah operasi Shilla dibawa keluar dari ruang operasi untuk dipindah ke ruang ICU.Denis meneteskan air mata melihat Shilla tergolek menutup mata di ranjang dorong.Denis menatap masker oksigen yang menutup hidung dan mulut Shilla.Denis juga melihat jarum infus yang menempel dipunggung telapak tangan Shilla.Noval dan Ajeng pamit pulang pada Denis yang sedang memandang Shilla dari kaca ruangan ICU
"Den..karena operasinya sudah selesai,gw sama Ajeng pulang dulu.Besok gw datang lagi kesini gapapa kan?"tanya Noval
"Iya tentu saja.Kalian juga pasti lelah.Pulang dan beristirahatlah!"ucap Denis.Noval dan Ajeng pun pulang.Lalu Yuli menghampiri Denis
"Kak Denis..Yuli tahu mungkin ini bukan waktunya membicarakan pekerjaan,tapi sesuai perjanjian kita tadi siang dengan pak Eko.Dia akan berkunjung ke perusahaan papa di Singapure,jadi Yuli harus tiba sebelum pak Eko untuk menyerahkan proposal pada papa!"ucap Yuli
"Jadi Yuli akan terbang ke Singapure dengan mama jam 7 malam ini.Jadi Yuli dan mama akan pulang ke rumah kak Denis untuk merapikan barang barang kami.Dan langsung ke bandara setelahnya! kak Denis tidak keberatan kan?"tanya Yuli yang merasa tak enak meninggalkan Denis di saat seperti ini
"Tidak apa apa Yul.Kak Denis mengerti,pulanglah dan maaf kak Denis tidak bisa mengantar kalian ke bandara!"ucap Denis
"Iya kak.Gapapa.yang penting sekarang kakak jagain kak Shilla.Yuli dan mama bisa naik taxi nanti"ucap Yuli
"Hem.."Denis hanya menjawab dengan deheman pelan.Dona menghampiri Denis dan memeluknya
"Den..maafin tante dah ngerepotin selama menginap di rumahmu.Dan..sampaikan juga permintaan maaf tante pada Shilla.Tante mungkin sudah banyak melukai hati Shilla!"ucap Dona lalu melepaskan pelukannya
__ADS_1
"Iya tante Denis akan sampaikan pesan tante.Tante dan Yuli hati hati dijalan"ucap Denis.Yuli dan Dona mengangguk dan pergi meninggalkan Denis.Denis terduduk sendirian dikursi depan ruang ICU.Denis terbayang senyuman Shilla pagi tadi,dia juga teringat moment moment saat mereka baru menikah.Bagaimana Shilla tersenyum untuk pertama kalinya pada Denis saat mereka memasak bersama.Air mata Denis mengalir tanpa suara tangisan
"Kamu harus bangun sayang.Kamu harus sembuh,mas tidak bisa hidup tanpa kamu"gumam Denis menyandarkan punggungnya.Lama kelamaan Denis pun tertidur disana