Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
Jadi Siti Nurbaya


__ADS_3

Septi menelpon Shilla untuk datang kesekolah. Shilla datang diantar supir pribadi Denis. Dia langsung ke ruang BK.


"Shil! duduklah!" Septi mempersilahkan Shilla duduk didepannya. Disamping Shilla, Daisy duduk tertunduk. Dia tak berani menatap ibunya.


"Maaf, bu! kali ini anak saya berbuat ulah apa lagi?" tanya Shilla pada Septi.


"Daisy mengikat seorang siswa didalam gudang! Aku tidak bisa membiarkan hal ini tanpa mengambil tindakan. Dia harus di skors selama seminggu atau orang tua Aceng akan menuntut kesekolah!" ucap Septi. Shilla mendelik menatap Daisy yang terus menunduk.


"Terima kasih bu Septi, saya akan membawa Daisy pulang, saya permisi!" ucap Shilla pada Septi


"Ambil tasmu!, mama tunggu di parkiran!" ucap Shilla dengan kesal. Daisy masuk ke kelasnya dan meminta ijin pulang pada guru yang sedang mengajar.


Diparkiran, Shilla sudah masuk lebih dulu kedalam mobil. Daisy berlari ke parkiran dan langsung masuk kedalam mobil, Daisy dan Shilla duduk di bangku belakang.


"Jalan! pak!" ucap Shilla. Imron sang sopir segera menjalankan mobilnya. Dalam perjalanan Shilla duduk bersedekap melihat ke arah luar jendela. Daisy sangat merasa bersalah karena membuat Shilla benar benar marah kali ini.


Sesampainya di rumah,Shilla langsung naik ke kamarnya dan membanting pintu dengan kencang.


Braakk..

__ADS_1


Daisy terlonjak kaget. Dia naik dan masuk ke kamarnya. Daisy merenungi kesalahannya, dia merasa apa yang dilakukannya tidaklah salah.


"Aku kan cuma membela diri! kenapa semuanya menyalahkanku!" gerutu Daisy. Dia memutuskan lebih baik mandi dan beristirahat.


Sore hari Shilla menggedor pintu kamar Daisy. Daisy yang sedang tertidur pulas pun terbangun dan membuka pintu.


ceklek..


"Mandi dan turun kalau sudah selesai mandi. Mama tunggu sepuluh menit harus selesai!" Shilla langsung pergi setelah mengatakan itu. Daisy bergegas mandi dan mengganti bajunya. Daisy segera turun setelah selesai menguncir rambut panjangnya.


"Mulai hari ini kamu belajar masak dan mengurus rumah. Tidak ada lagi kelas taekwondo!" ucap Shilla dengan nada tegas.


"Mah, kok aku harus berhenti belajar taekwondo? Itu hoby aku mah! aku gak bisa berhenti menyukai hoby ku!" jawab Daisy.


"Daisy akan turuti keinginan mama! tapi mama jangan marah-marah seperti ini. Daisy janji akan berhenti belajar taekwondo dan akan belajar jadi gadis baik seperti kemauan mama!" ucap Daisy.


"Kamu belajar masak sekarang. Mama ajari kamu!" Shilla mengeluarkan sayuran serta ikan dari lemari pendingin. Shilla mengajari Daisy masakan yang mudah terlebih dulu. Hari ini mereka memasak sayur sop dan ikan goreng. Saat mereka sedang sibuk memasak, Denis datang dari kantor.


"Wah ada angin apa nih, putri papa masuk kedapur!" goda Denis. Denis memperhatikan Shilla yang tak tersenyum sejak Denis datang. Denis duduk di kursi meja makan.

__ADS_1


"Ada apa mah? cemberut aja!" tanya Denis. Shilla tetap diam dan menyajikan masakan yang sudah matang ke meja. Dan mereka makan bertiga dalam kebisuan. Sampai kemudian Shilla mengatakan niatnya


"Pah! sebaiknya kita percepat pertunangan Daisy,sebelum semakin lama dia semakin susah dikendalikan!" ucap Shilla


"Pertunangan? siapa?" Daisy tak mengerti dia tidak punya kekasih bahkan belum pernah jatuh cinta.


"Tentu saja kamu, memangnya mamamu ini masih bisa bertunangan apa?" jawab Shilla.


Daisy merasa dunia impiannya runtuh, bagaimana mungkin dia akan ditunangkan dengan orang yang tak pernah dia temui, dan tak pernah dikenalnya.


"Mah, Daisy baru 18 tahun, Daisy masih kelas 12! Daisy masih ingin kuliah setelah lulus SMA. Daisy tidak mau!" jawab Daisy dengan air mata yang jatuh dipipinya.


"Kamu perlu dididik menjadi wanita yang penurut. Orang yang mau mama jodohkan itu lelaki yang mengajar etika dan budi pekerti. Dia mendirikan sekolah khusus mengajari etika dengan usahanya sendiri, dia pria mapan yang bertanggung jawab. Mama sudah memilihnya sejak lama, tidak usah membantah!" bentak Shilla.


"Benar kata mamamu. Dia pria yang baik!" ucap Denis


"Pah, mah aku tidak mau jadi Siti Nurbaya. Aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai! aku tidak mau dijodohkan! apalagi dia jauh lebih tua dariku!" Daisy berlari ke kamarnya, setelah mengucapkan hal yang membuat Shilla mengurut dahinya.


"Sabar sayang, mas akan coba membujuknya perlahan!" ucap Denis.

__ADS_1


Daisy menangis dikamarnya. Dia tidak mau impiannya menikah dengan orang yang dia cintai harus kandas. Daisy bahkan belum menemukan pria yang bisa membuatnya jatuh cinta. Tapi impiannya sekarang harus kandas.


Daisy mengurung diri sampai malam hari. Denis mengetuk pintu tapi Daisy tak mau membuka pintunya. Denis memutuskan pergi dan membujuk Daisy esok hari saja. Mungkin Daisy akan sedikit lebih tenang.


__ADS_2