Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
episode 21


__ADS_3

Jam 5 pagi Shilla bangun dan mandi setelah mandi Shilla menuju ke dapur untuk memasak sarapan.Shilla hampir melupakan apa yang didengarnya semalam tapi tante Dona membuat Shilla mengingat semua yang di dengarnya semalam.Jika saja tante Dona tidak mengatakan hal yang dimintanya semalam pada Denis itu kepada Shilla


Tante Dona sudah bangun karena mendengar suara dari dapur.


"Selamat pagi"sapa tante Dona


"Selamat pagi"jawab Shilla lalu menengok ke belakang ke arah orang yang tadi menyapanya


"Kamu istrinya Denis?"Dona bertanya pada Shilla


"Ya tante"jawab Shilla


"Aku tidak ingin berbelit belit.Bisakah aku memintamu mengijinkan Denis menikahi putriku.Mereka juga dulu saling mencintai.Jadi tidak masalah meski putriku jadi istri kedua.Kamu cuma perlu mengijinkan Denis menikah!"ucap Dona tanpa perasaan


Ucapan Dona bagaikan palu besar yang menimpa kepala Shilla.Sakit rasanya hati Shilla mendengar Dona menyuruh Shilla mengijinkan Denis menikah lagi.Yang lebih membuat sakit hati Shilla adalah kenyataan bahwa Denis dan Yuli dulu saling mencintai


"Apakah itu alasan kenapa mas Denis belum memberi jawaban pada tante Dona soal menjadikan Yuli istri kedua"batin Shilla berkecamuk menerima kenyataan bahwa cinta Denis tak sepenuhnya untuknya


"Hei aku bicara denganmu.Aku adalah seorang ibu aku tidak ingin hidup putriku hancur dengan menikahi kakek kakek.Tolong kau mengerti perasaanku"ucap Dona memelas


"Jika keadaannya terbalik,apakah kau akan setuju?"ucap Shilla


"Apa maksudmu?"tanya Dona tak mengerti arah ucapan Shilla


"Jika putrimu mempunyai suami dan aku meminta suami dari putrimu,apa kau akan setuju?"tanya Shilla

__ADS_1


plakkk Dona reflexs menampar Shilla


"Kurang ajar.Apa kau pikir Denis menikahimu karena cinta! dia menikahimu karena dipaksa ayahmu yang sekarat.Denis itu mencintai putriku Yuli,kalau kau tidak percaya kau lihat saja sendiri nanti hhmm"Dona pergi setelah memarahi dan menampar Shilla.Shilla meneteskan air mata bukan karena sakit dipipinya yang baru saja ditampar tapi sakit dihatinyalah yang membuat air mata itu jatuh


Shilla menghapus air matanya dan memulai memasak sarapan.Shilla membuat telur dadar dan oseng brokoli juga jus wortel.Shilla baru memotong satu buah wortel lalu Yuli datang


"Kak.wortelnya jangan terlalu banyak.Kak Denis tidak suka jus yang terlalu kental.Biar aku saja yang buat jusnya.Kakak siapin meja makan sana"ucap Yuli.Shilla hanya mengangguk dan menyiapkan meja lalu menata piring dan gelas jus serta gelas untuk air putih.Tak lama kemudian Denis turun dari tangga


"Sayang kok gak bangunin mas?"tanya Denis


"Maaf mas!"Shilla hanya menjawab singkat karena suasana hatinya sungguh buruk pagi ini.Denis tidak memperhatikan ekspresi wajah Shilla.Denis tengak tengok


"Tante Dona dan Yuli apa mereka sudah bangun?"tanya Denis.Shilla menggeleng dan malas untuk menjawab


"Yaudah kalo gitu coba mas panggil mungkin masih dikamar"ucap Denis lalu pergi ke arah kamar tamu.Yuli selesai dengan jus wortelnya dan menuangkan kedalam empat gelas


"Ee.. Shil kenalin ini tante Dona dan anaknya Yulita"ucap Denis


"Saya Shilla salam kenal"Shilla hanya menyebutkan namanya tanpa menambahkan status istri Denis.Denis meminum jusnya


"Ehmm jusnya enak banget sayang.Gak terlalu kental dan gak pake gula tapi pake susu iya kan?"tanya Denis pada Shilla.Shilla mengeratkan pegangan tangannya pada sendok yang dipegangnya.Shilla cemburu karena ternyata Yuli tahu minuman kesukaan suaminya


"Aku tidak tahu mas.Bukan aku yang membuatnya!"jawab Shilla datar tanpa menatap Denis


"Eh aku tahu kalo bukan Shilla sudah pasti kamu kan Yul?"tanya Denis tersenyum menatap Yuli.Shilla melihat ekspresi Denis yang seolah sudah terbiasa dengan makanan yang dibuat oleh Yuli

__ADS_1


"Mas masih inget emang rasa masakanku?"tanya Yuli


"Ya masihlah"jawab Denis menatap Yuli sambil menyuap nasinya.Dona melirik ke arah Shilla dengan sinis.Shilla melihat tatapan sinis Dona yang seolah berkata pada Shilla bahwa ucapan Dona tadi pagi itu benar adanya


kringgg kriingg...Telpon rumah itu berbunyi


"Biar aku angkat mas!"ucap Shilla dan Denis mengangguk.Setelah beberapa langkah meninggalkan meja makan terdengar Denis,Dona dan Yuli tertawa bersenda gurau.Hati Shilla makin yakin jika Denis mungkin benar benar mencintai Yuli.Terlihat dari betapa akrabnya mereka


"Halo"sapa Shilla


(*Halo Shil,ini gue Noval*)


"Kamu tahu darimana nomor telpon rumahku?"Shilla heran karena Noval mengetahui nomor telpon rumahnya


(*Gw tahu dari sekurity kantor suamimu.kalo kamu nanya lagi kenapa gw tahu kantor suamimu itu karena dia menjatuhkan dompetnya.gw menelpon ke kantor dan mereka memberi nomor telpon rumahmu.Dan bisakah kau datang ke coffeshop gw dan mengambil dompet suamimu?*)


"Hmm baiklah nanti siang jam 11 aku kesana"ucap Shilla


(*oke gue tunggu.bye*)


Noval menutup telponnya dan Shilla kembali ke ruang makan tapi dia sudah kehilangan selera makan jadi dia membereskan piring makanan miliknya


"Sayang gak dihabisin makannya?"tanta Denis


"Gak mas aku sudah kenyang.aku duluan,mas lanjutin aja sarapannya!"ucap Shilla berusaha senormal mungkin.Shilla pergi kedapur dan mencuci piring bekas makannya lalu masuk kembali ke kamarnya.Shilla menuju ke taman atap dan melihat air terjun dan sungai kecil buatan.Shilla memandangi ikan ikan yang ada disungai kecil buatan itu

__ADS_1


"Sepertinya menyenangkan hidup menjadi kalian ikan ikan kecil!"Shilla duduk melamun disana dengan fikiran galau sambil melihat sekeliling taman


__ADS_2