
Siang hari Juan pergi menemui Herman di sekolah etika. Dia ingin menyuruh Herman, untuk membeli gaun yang pas di tubuh Daisy. Karena malam nanti, Daisy dan Juan akan pergi ke acara pesta perpisahan. Juan ingin Daisy menjadi yang tercantik di acara itu. Herman pergi ke boutiqe dan bertanya, manakah gaun yang cocok untuk Daisy. Herman menunjukkan foto Daisy dari ponselnya.
Setelah mendapatkan apa yang diperintahkan, Herman kembali ke sekolah dan memberikan gaun yang sudah terbungkus rapi di dalam box. Juan pulang ke rumahnya untuk mandi dan bersiap, karena waktu sudah beranjak sore.
Setelah mandi dan bersiap, Juan meluncur membawa mobil hitam kesayangannya. Di jok samping, box gaun untuk Daisy tergeletak rapi. Dengan kecepatan tinggi, Juan mengendarai mobil hitamnya. Dan dalam waktu yang singkat, mobil Juan sudah terparkir di rumah Daisy.
Juan menekan bel dan Daisy dengan segera membuka pintu.
"Kak Juan, masuklah. Aku akan bersiap dulu."
"Dais, ini untukmu."
"Apa ini?" tanya Daisy penasaran.
"Gaun untukmu," ucap Juan.
"Terima kasih, aku akan memakainya."
Juan menunggu di ruang tamu. Daisy berdandan dibantu sang mama. Gaun putih bermotif kupu-kupu warna biru itu begitu pas di tubuh Daisy.
"Cantik sekali anak mama," ucap Shilla.
"Sepertinya kak Juan sengaja pakai baju pasangan deh mah! Soalnya kak Juan juga memakai setelan jas berwarna putih!" ujar Daisy.
__ADS_1
"Ya bagus dong, kalian kan memang pasangan. Satu sekolah juga tahu kan?" tanya Shilla.
"Iya sih, hehe."
"Ya sudah, sudah malam. Kasihan nak Juan sudah menunggu kamu dandan dari tadi sore."
Daisy turun dengan dress putih yang Juan belikan. Juan terpesona dengan penampilan Daisy. Juan menunggu Daisy di tangga paling bawah dan mengulurkan tangan ke arah Daisy. Daisy menyambut tangan Juan saat menapaki tangga terakhir dan mereka segera pergi ke tempat acara.
Juan dan Daisy menjadi pusat perhatian saat masuk ke aula gedung sekolah.
"Dais, sini!" Zahra melambai memanggil Daisy.
"Ayo kak," Daisy menggandeng Juan.
"Nempel terus sih, dah kaya perangko aja," ledek Zahra. Daisy dan Juan hanya tersenyum.
"Sayang, aku ingin memberikanmu kejutan. Bagaimana jika kita pergi sekarang?" bisik Juan.
"Ya sudah, aku ambil ijazahku dulu. Sekalian aku pamit pada Zahra." Daisy mencari Zahra dan Roni lalu berpamitan pada mereka. Setelah itu Daisy mengambil ijazahnya di meja pembagian ijazah yang dijaga Septi.
"Tante, mana ijazahku?" tanya Daisy.
"Anak ini, sopan sedikit bisa kan!" omel Septi. Daisy cengengesan diomeli Septi.
__ADS_1
"Maaf. Tante, bisakah Daisy ambil ijazah Daisy?" tanya Daisy lebih lembut.
"Tidak ikut pesta dansa dulu?" tanya Septi.
"Tidak tante, Juan mengajak Daisy makan malam."
"Ya sudah, nih ijazahmu. Lanjutkan sekolahmu. Jika Shilla buru-buru menikahkanmu, aku akan menculikmu!" ancam Septi.
"Siap komandan!" ucap Daisy memberi hormat. Septi memukul lengan Daisy pelan. Daisy lagi dan lagi hanya tersenyum geli.
Daisy berpamitan pada Septi. Dia membawa ijazah di tangannya dengan bangga, setelah melihat sekilas bahwa dia adalah orang yang mendapat nilai tertinggi.
*************************
Pengumuman buat readers
author agak kurang fit nih.
pengennya sih up tiap hari, tapi author gak bisa janji.
selalu stay nunggu kisah selanjutnya ya๐
jngn lupa like n koment
__ADS_1
sm kasih vote dong buat aq ๐
ngarep๐๐