
Noval masuk dan menemui Shilla yang terbaring.Dia menghampiri Shilla dan duduk disamping ranjangnya.Shilla tahu Noval bukanlah type orang yang suka berbohong karenanya Shilla mencoba bertanya tentang keadaannya
"Val.."panggil Shilla
"Iya.. Shil.Apa kau perlu sesuatu?"tanya Noval
"Tidak!!,,aku sebenarnya..ada apa denganku sebenarnya Val?"tanya Shilla penasaran
"Apa hal terakhir yang kamu ingat Shil?"tanya Noval halus
"Aku ke hotel menghadiri pernikahanmu tapi aku tidak tahu setelah itu kenapa aku terbangun disini!"ucap Shilla
"Sebelum kamu datang ke pernikahanku apa yang kau ingat?"tanya Noval kembali
"Aku tidak ingat hal sebelum aku tiba di hotel juga sesudah aku tiba di hotel.Aku merasa semua memory di otakku terhapus Val.Bisakah kau katakan padaku Val,apa yang terjadi sebenarnya?,,aku mungkin tidak mengingatnya tapi aku ingin tahu kejelasannya.Jelaskanlah Val"ucap Shilla
"Dengarkan aku baik baik Shil.Kamu janji jangan memaksa untuk mengingat apa yang akan kuceritakan padamu,itu tidak baik untukmu!"ucap Noval
"Aku janji Val!"ucap Shilla lalu mencoba bangun untuk duduk.Noval membantu Shilla duduk.Setelah Shilla duduk bersandar Novalpun menceritakan semuanya dan Shilla mendengarkan dengan serius semua yang Noval ceritakan
"Jadi aku koma selama lima tahun?"tanya Shilla tak percaya ternyata dia terbaring selama lima tahun
"Iya..ditahun pertama kamu koma ternyata kamu mengandung dan melahirkan dengan operasi caesar karena kamu masih belum sadar.Diperutmu seharusnya ada dua luka jahitan,sebagai bukti dari dua kejadian yang tidak kau ingat!"ucap Noval
Shilla meraba perutnya dari dalam selimut.Dan dia memang merasakan ada dua bekas jahitan.Shilla percaya Noval bukanlah orang yang akan tega membohonginya
"Jadi gadis kecil itu.Dia putriku Val?"tanya Shilla.Noval mengangguk
"Iya Shil.Dia putrimu,putri yang dengan setia mengunjungimu setiap hari minggu tiba.Putri yang selalu menunggu dan berharap agar kamu cepat sadar dan bisa memeluknya.Dia putrimu Shil!!"ucap Noval menjelaskan dengan lembut agar jiwa Shilla tidak tertekan
"Hikss hikss putriku yang malang.Kenapa aku harus mengalami amnesia dan tidak mengingat mereka sama sekali Val hiks hiks!"tangis penyesalan Shilla pecah.Tangisan penyesalan karena dia tak bisa mengingat apapun
"Shil..jangan menyesali dirimu seperti ini.Semua yang kita alami adalah takdir hidup kita.Aku yakin suatu saat kamu bisa mengingat kembali.Jangan menangis karena itu tak baik untuk kesehatanmu!"Noval bicara sambil mengusap air mata Shilla.Shilla menghapus sisa air matanya
"Val..apa mereka sudah pulang?"tanya Shilla
__ADS_1
"Belum!,,apa kau mau menemui mereka?"tanya Noval
"Iya..biarkan mereka masuk Val.Aku mungkin saat ini tak ingat mereka tapi mereka adalah keluargaku.Aku ingin memeluk putriku!"ucap Shilla tersenyum.Noval pun tersenyum dan bangun dari duduknya
Diluar Denis dan Daisy masih duduk menunggu Noval yang sedang bicara pada Shilla.Daisy masih memegang erat kotak bekal dalam plastik yang dipegangnya
"Pàh,,mama tidak mau ketemu Daisy ya pah?"tanya Daisy pada ayahnya
"Papa yakin mama pasti mau kok ketemu Daisy.Kamu sabar dulu ya sayang.Kita gantian nengok mamahnya sama om Noval.Kalo om Noval keluar baru Daisy masuk"ucap Denis
Didalam,Noval yang sudah bangun meyakinkan Shilla sekali lagi
"Kamu yakin Shil!,mau bertemu mereka?"tanya Noval.Shilla mengangguk
"Ya sudah kalau gitu aku akan panggil mereka!"ucap Noval.Shilla mengangguk.Noval pun berjalan ke pintu setelah yakin Shilla mau menemui Denis dan Daisy
ceklek..Noval membuka pintu.Denis segera bertanya
"Gimana Val?,apa Shilla sudah ingat dengan kami?"tanya Denis.Noval menggeleng dan membuat Denis mendesah kecewa
"Benarkah Val.Dia mau bertemu kami?"tanya Denis tak percaya dan Noval hanya menjawab dengan senyum dan anggukkan.Denis segera masuk menggandeng Daisy.Kali ini Daisy menggenggam erat tangan Denis dan takut mendekati Shilla.Daisy takut Shilla menjerit jerit lagi seperti tadi
Mereka berjalan lambat sambil menatap Shilla.Shilla tahu Daisy takut padanya karena itu Shilla memanggilnya
"Daisyy..sini sayang!"panggil Shilla.Denis meneteskan air mata tanpa tangis.Dia bahagia melihat Shilla mengakui Daisy sebagai putrinya.Denis melepaskan genggàman tangan Daisy
"Daisy..tuh mama panggil Daisy.Katanya mau sarapan bareng mama!"ucap Denis berjongkok didepan Daisy lalu berdiri setelah mengucapkan kata kata itu.Daisy menghampiri Shilla,dua langkah lagi dari ranjang Shilla.Daisy menghentikan langkahnya karena masih merasa takut
"Sini sayang,,gak usah takut.Katanya mau peluk mama.Sini..!"ucap Shilla seraya merentangkan kedua tangannya.Daisy berlari dan langsung memeluk Shilla dengan erat.Shilla menarik Daisy agar naik ke ranjang.Shilla memangku Daisy dan merapikan anak rambut Daisy agar tidak menutupi matanya
"Mama..gak benci Daisy kan?"tanya Daisy dalam pangkuan Shilla
"Mana mungkin mama benci Daisy..tadi mama cuma sakit kepala!"ucap Shilla
Denis duduk dikursi dekat ranjang Shilla dan memperhatikan mereka dengan bahagia
__ADS_1
(walaupun Shilla tidak mengingat kami tetapi aku bersyukur dia tetap mau menerima kami.terlebih dia juga mau menyayangi Daisy.meskipun aku tidak tahu apàkah Shilla benar benar menyayangi Daisy atau hanya tidak ingin Daisy sedih karena tidak diakui Shilla.aku hanya berharap dia dapat segera mengingat kembali kenangan kenangan bahagia kami)Denis bergumam dalam hati menatap mereka
"Ini apa sayang?"Shilla menunjuk plastik yang dipegang Daisy
"Ini sandwich buatan bi Rum.Daisy mau sarapan bareng mama"jawab Daisy
"Oh..ya sudah sini buka.biar mama suapin Daisy"ucap Shilla.Noval merasa semua baik baik saja.meskipun Shilla belum ingat tentang mereka.Tapi Noval tahu Shilla adalah wanita yang tak pernah ingin menyakiti hati orang lain.Jika Shilla tidak mengakui mereka maka Shilla pasti akan menyakiti hati mereka.Karena itu Shilla pasti bisa berpura pura didepan mereka dengan baik
"Shil..aku harus ke coffeshop.Tidak apa apa kan aku tinggal?"Noval pamit pada Shilla
"Iya..terima kasih Val dah repot ngurusin aku!"ucap Shilla
"Sama sama..kalau butuh bantuanku katakan saja!"ucap Noval dan Shilla mengangguk
"Den..aku pergi duluan ya!"Noval pamit pada Denis juga.Denis mengantar Noval
"Shil..aku antar Noval dulu!"ucap Denis.Shilla mengangguk lalu membuka bekal yang Daisy.Denis dan Noval sudah hilang dibalik pintu
"Wahh sandwichnya sepertinya enak.Ini ayo buka mulutnya aaa!"Shilla menyuapi Daisy
"Aamm,,"Daisy membuka mulutnya dan memakan sandwich yang Shilla suapkan
"Enak sayang?"tanya Shilla
"Iya mah..enak.Mama makan juga"Daisy gantian menyuapkan Shilla sandwich.Mereka tersenyum bahagia
(meski aku tak mengingat gadis ini kapan lahir dari rahimku.tapi perasaan sayang ini tulus.perasaan seorang ibu memang tak bisa berbohong.Meski tadi aku tak mengakuinya tapi aku menyayanginya.saat tahu dia benar benar putriku tentu saja aku bahagia)gumam Shilla dalam hati
Denis dan Noval ternyata sedang duduk dikursi depan ruangan Shilla
"Val apa yang kamu katakan pada Shilla karena dia bahkan berpura pura sayang pada Daisy?"tanya Denis penasaran
"Aku sudah menceritakan semua tentangmu dan tentang Daisy yang lahir saat dia koma.Dan kasih sayang seorang ibu bukanlah pura pura.Dia sangat bahagia mengetahui Daisy adalah putri kandungnya dan segera ingin memeluk Daisy.Yang harus kau khawatirkan adalah mungkin dia akan canggung dengan pria yang tak diingatnya.Kau harus beri Shilla waktu agar dia perlahan bisa menerimamu dan bisa mengingatmu!"ucap Noval panjang lebar
"Aku mengerti Val.Aku tidak akan memaksa Shilla untuk mengingatku.Dengan dia mau menyayangi Daisy itu sudah cukup Val!"ucap Denis
__ADS_1
"Ya sudah aku harus pergi.Jaga Shilla baik baik!"ucap Noval lalu pergi dan berlalu dari hadapan Denis.Denis tersenyum karena tahu jika Shilla tidak berpura pura menyayangi Daisy tetapi memang tulus menyayangi dan menerima Daisy sebagai putrinya