
ceklek..Denis membuka pintu dan tersenyum pada Shilla yang sedang mengganti seprei
"Sayang,ini mas bawain sarapan"ucap Denis.Denis menaruh nampannya dimeja rias dan dia duduk dikursi didepan meja rias.Denis lalu mengambil jas abu abu yang tersampir di sandaran kursi meja rias dan memakainya.Hari ini Denis memakai celana dan jas abu abu dengan kemeja berwarna coklat muda
"Makasih mas!"ucap Shilla setelah selesai mengganti seprei bermotif bunga mawar merah dengan warna biru dengan motif sama
"Mas kok semua seprei yang ada di lemari motifnya bunga mawar semua?"tanya Shilla
"Menurut kamu kenapa sayang?"tanya Denis
"Apa karena aku!"ucap Shilla.Denis bangun menghampiri Shilla yang duduk di ranjang
"Kalo udah tahu kenapa masih tanya!"ucap Denis mengelus pipi Shilla dan berpamitan
"Kamu makan sarapannya.mas pergi ke kantor dulu"ucap Denis lalu tak lupa mengingatkan Shilla
"Jangan lupa nanti siang ke kantor.mas tunggu.cupp!"Denis melangkah keluar dan Shilla baru ingat kalau Denis kan belum sarapan
"Hm..mungkin dia sarapan dikantor?"gumam Shilla.Shilla memakan sarapannya setelah habis Shilla membawa nampannya ke dapur.Shilla tengak tengok mencari Yuli tapi Shilla tidak menemukan keberadaan Yuli
"Sepertinya Yuli ikut mas Denis ke kantor!"gumam Shilla pelan tapi masih bisa terdengar oleh Dona yang baru saja tiba didapur hendak mengambil air minum
"Jelaslah Yuli harus ikut.Jadi jika nanti Yuli menikah dengan Denis dia bisa membantu suaminya,gak kaya kamu yang cuma bisa malas malasan"ucap Dona mencibir Shilla
"Ya ya ya..nikahkan saja dulu anak tante dengan mas Denis.Kalau mas Denis mau,,silahkan"Shilla pergi setelah menyimpan gelas jus yang dicucinya.Dona menatap kepergian Shilla dengan marah
"Lihat saja tidak lama lagi Denis dan Yuli akan menikah.Dan kau pasti akan menangis"teriak Dona pada Shilla.
"TER SE RAAHH"ucap Shilla sambil berlalu menaiki tangga dan masuk ke kamar kembali
"Hah..sehari saja udah lelah sandiwara kaya gini"Shilla mendesah lalu pergi ke taman atap.Shilla duduk di gazebo memandang bunga bunga mawar yang sedang mekar
"Cepat sekali mereka mekar.Saat aku membeli kalian kemarin,kalian masih berbentuk kuncup.Mekarlah setiap pagi dengan indah mawar mawarku"Shilla berbicara sendiri memandang deretan pot bunga mawar
__ADS_1
drrtttt drrttrrtttt
"Halo"sapa Shilla
('Shil lo kok belum datang sih.Asal lo tau ya pernikahan gw bakal batal kalo lo gak datang!')ucap Noval
"Eh val sory aku lupa..Sekarang aku berangkat.hotel x kan?"tanya Shilla memastikan alamat yang akan ditujunya
('iya cepetan.gw nunggu lo di loby')ucap Noval langsung menutup telponnya.Noval duduk dikursi yang ada di loby.Dari sebuah pilar tak jauh dari tempat Noval duduk terlihat seorang wanita yang menutup mulut dan hidungnya dengan masker hitam.Matanya menyeringai tajam menatap Noval
"Noval..lo liat aja kalo gw gak bisa milikin lo maka orang lain pun tidak ada yang boleh memiliki lo.gak!! gak akan gw biarin dia hidup"Wanita itu mengeluarkan pisau lipat dari tasnya.Wanita dengan memakai dress hitam itu mengira Noval sedang menunggu Shilla sebagai mempelai wanita
Padahal sang mempelai wanita dari Noval sudah ada di kamar 123 dihotel itu.Noval memang sangat ingin Shilla menghadiri pernikahan mereka.Karena itu Noval sampai rela menunggu Shilla di loby hotel
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**dirumah Shilla
Saat Shilla turun Shilla bertemu dengan Dona yang sedang menonton acara gosip
"Wah coba liat princess rumah ini sudah siap pergi ke pesta.Mau kemana kamu?"tanya Dona sinis
"Bukan urusan tante"ucap Shilla berlalu melewati Dona
"Bilang saja mau ketemu pacar kamu itu kan?"sindir Dona.Shilla yang sudah melewati Dona pun berbalik dan menatap Dona dengan senyum sumringah
"Tentu saja..aku akan bertemu pangeranku.Bagaimana tante penampilanku sudah cantik kan ehm?"tanya Shilla sambil tersenyum dan memutar tubuhnya ke kanan ke kiri
"Dasar tidak tahu malu!!"hardik Dona
"Ha ha haaa jangan marah marah terus tante.nanti cepat keriput gak cantik lagi"ledek Shilla lalu melangkah pergi.Dona hanya mengepalkan tangannya kesal
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
__ADS_1
**dikantor Denis
Denis dan Yuli sedang menyusul proposal untuk mencari investor yang mau mendanai perusahaan ayahnya Yuli
tok tok tok..Dito mengetuk pintu ruangan Denis
"Masuk Dit"ucap Denis
Dito masuk dan melaporkan jadwal Denis hari ini
"Ini pak Denis jadwal anda hari ini.jam 11nanti anda memiliki janji rapat bersama pak Eko di kantornya.Lalu anda juga ada rapat dengan tim perancang apartement kita yang akan dibangun di kota G"Dito membacakan jadwal rapat Denis
"Baiklah kamu siapkan materi rapat dengan perancang setelah jam makan siang.Dan untuk rapat dengan pak Eko sebentar lagi saya dan Yuli akan berangkat kesana"Denis melihat jamnya pukul 10 pagi.
"Kita berangkat jam 10:30 nanti.Sekarang kamu siapkan proposal yang akan dibawa"ucap Denis pada Yuli
"Baik kak.E..soal kak Shilla.apa dia marah padaku kak?"tanya Yuli
"Tidak.Aku sudah jelaskan tentang kita padanya.Maafkan Shilla jika dia berkata sesuatu yang kasar padamu.Dia hanya berpura pura seperti kita didepan tante Dona"ucap Denis
"Oh..syukurlah tadinya aku sangat takut jika aku merusak rumah tangga kak Denis dan kak Shilla"ucap Yuli sembari merapikan proposal
"Sudah selesai?"tanya Denis pada Yuli
"Sudah kak.kita berangkat sekarang!"ajak Yuli.Denis mengangguk dan mereka berjalan keluar menuju kantor pak Eko .corp.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
**dihotel x
Shilla turun dari taxi dan menjadi pusat perhatian.Semua mata yang memandang Shilla berdecak kagum melihat penampilan Shilla yang menggunakan dress putih.Semua mengira dialah pengantin wanita dari Noval.Karena Noval juga memakai setelan jas putih dengan dasi merah berbentuk kupu kupu
Dari pilar tempat wanita misterius itu berdiri dia bersiap dengan pisau lipat yang sudah terbuka.Shilla masuk ke loby hotel dan Noval yang melihatnya berdiri dan menunggu Shilla menghampirinya.Disaat Shilla berjalan menghampiri Noval disaat itu juga wanita misterius itu melangkah keluar dari tempatnya dengan pisau yang dipegangnya dan ditutupi oleh tas selempang
__ADS_1