Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
Kejutan


__ADS_3

Juan berangkat kerja seperti biasanya. Hari ini, pengumuman pergantian Manager dan kepala OB sudah terpasang di dinding kantor.


"Wah, Ran! selamat ya, kamu diangkat jadi Manager!" ucap Koko.


"Jangan ngeledek kamu, Ko!" bentak Rano.


"Siapa yang meledek? Kalau tidak percaya, lihatlah di dinding samping kantor!" ucap Koko.


Juan yang baru datang itu bertanya.


"Ada apa? Ramai sekali!" ucap Juan.


"Manager yang kemarin memecatmu, dia digantikan oleh Rano!" ucap Koko antusias.


"Oh, selamat ya, Ran!" ucap Juan.


Rano diam tak menjawab dan memilih pergi untuk melihat pengumuman di dekat kantor. Rano tidak tahu kenapa dirinya tiba-tiba diangkat jadi Manager tanpa pemberitahuan dulu.


**********************


Jam istirahat siang tiba, Juan melamun di loker, karena sampai sekarang tak ada satu pun panggilan atau pesan yang masuk. Juan terus memandangi ponselnya.


Herman menghampiri Juan di ruang loker.


"Kenapa pak Juan?" tanya Herman.


"Daisy, sampai jam segini tidak menelepon, "jawab Juan .


"Kenapa tidak bapak saja yang menelpon lebih dulu? " tanya Herman.


"Tidak bisa, dia akan marah. Ya sudah, aku harus kembali bekerja karena jam istirahat sudah habis! "ucap Juan.


Saat Juan sedang sibuk mengepel lantai, dia menabrak seorang wanita. wanita bertubuh tinggi, langsing, dan juga sangat cantik. wanita itu menggunakan high heels berwarna merah dengan celana legging hitam berbahan jeans. Dia terjatuh karena tertabrak oleh Juan. Dress selutut warna merah maroon yang dipakainya menjadi basah terkena cipratan air dari ember.


Juan segera meminta maaf seraya membungkukkan badan. Dia tidak tahu, jika yang ditabraknya adalah wanita yang ditunggu untuk menelponnya sedari pagi. Saat Juan menoleh Juan segera membantu wanita itu berdiri, wanita itu marah-marah dan menyuruh office boy yang lain memanggil atasan mereka.

__ADS_1


Koko segera berlari mencari Herman yang saat itu sedang bicara dengan Rano dan Rere. Herman segera mengikuti Koko, setelah Koko melapor.


"Ada apa ini? Siapa yang membuat masalah? " tanya Herman.


Herman terkejut, saat melihat yang sedang bermasalah adalah Juan dengan seorang gadis cantik yang Herman kenal sebagai tunangan Juan. Dan gadis yang ditabrak juan itu adalah Daisy, yang sengaja datang ke sana untuk memberi kejutan. Dia sengaja menabrakan diri pada Juan yang sedang mengepel lantai.


"Mbak Daisy! Kenapa Mbak ada di sini?" tanya Herman sambil menatap Juan.


"Pak Herman, tolong pecat pegawai bapak yang satu ini!" ucap Daisy.


"Tapi Mbak, saya mana berani memecat Pak Juan!" jawab Herman.


Juan dan Daisy jadi tontonan di supermarket itu, mereka pikir Juan sedang bermasalah dengan salah satu pelanggan supermarket tersebut. Juan hanya tersenyum menatap gadis di depannya, gadis yang selama 3 tahun ini dirindukannya. Juan tidak mempedulikan di mana mereka sekarang, dia langsung membopong Daisy dalam gendongannya dan membawanya ke ruangan Herman.


Herman dan karyawan office boy yang lain mengikuti Daisy dan Juan.


"Kamu ngapain dekat-dekat Bebeb aku? Minggir minggir!" ucap Rere sambil menarik Daisy agar menjauh dari sisi Juan.


Tapi Juan memegangi pinggang Daisy dengan erat.


"Pengumuman semuanya! Hari ini saya akan mengumum kan bahwa saya akan berhenti bekerja menjadi OB. Karena selama ini saya bekerja menjadi OB hanya untuk mencari kegiatan selama menunggu tunangan saya pulang. Hari ini saya akan memperkenalkan diri saya secara resmi. Perkenalkan nama saya Juan Zabrani. Saya CEO 'Zabrani Corporation'. Dan gadis di samping saya ini adalah tunangan saya, Daisy Aqilla Zain."


Semua karyawan saling berbisik, semuanya tidak percaya bahwa Juan adalah seorang CEO. Ditambah, selama ini Juan tidak menunjukkan sikap sombong sedikitpun. Padahal menurut gosip yang beredar, Juan adalah sosok yang dingin, angkuh, dan sombong. Yang sama sekali berkebalikkan dengan sikap Juan selama menjadi office boy. Apalagi Rano, dia sangat heran, selama ini dia selalu mengganggu Juan tapi sekarang Juan malah menjadikannya seorang Manager.


Dia maju mendekati Juan dan bertanya dengan heran.


"Pak Juan, Anda tahu saya selalu mengganggu Anda, tapi kenapa anda menjadikan Saya seorang manajer?" tanya Rano dengan Heran.


"Saya tahu kamu mampu, karena itulah saya memilihmu. Memang perilakumu sedikit arogan. Tapi saya tahu kamu mampu menjadi pemimpin. Saya tahu pendidikan kamu, pengalamanmu di tempat kerja yang lain sebelum bekerja disini. Kamu pernah menjadi Manager di supermarket saingan ku, jadi saya harap kedepannya kamu bisa merubah sifat arogan mu! Dan bekerjalah dengan baik" ucap Juan.


Rano merasa terharu, bagaimana bisa bossnya itu begitu lapang dada memaafkannya.


"Terima kasih, pak Juan. Dan maaf saya selalu menghina dan merendahkan bapak!" ucap Rano. Juan hanya menepuk pundak Rano dan mengangguk pelan.


"Maaf, Pak Juan. Saya selama ini selalu mengganggu bapak, saya tidak tahu kalau bapak pemilik supermarket ini juga pemilik Zabrani Corporation. Karena menurut orang-orang pemilik Zabrani Corporation adalah Pak Herman. Sekali lagi saya minta maaf, "ucapan Rere .

__ADS_1


"Tidak masalah, sekarang kalian kembali bekerja. Mulai besok kalian tempati posisi yang sudah diberikan. Dan untuk Koko, mulai besok kamu menjadi Asisten saya! " perintah Juan.


"Terima kasih, bro. Maaf, maksud saya pak Juan," ucap Koko.


"Tak perlu sungkan, kamu bisa menganggapku teman seperti biasa!" ujar Juan tersenyum.


Semuanya kembali pada pekerjaannya masing-masing. Sedangkan Juan menarik Daisy keluar dari supermarket, lalu membawa Daisy ke mobil. Juan membawa Daisy ke apartement, setelah menekan pascode apartement Juan menarik Daisy ke dalam apartement.


Juan menarik Daisy ke kamar dan menghempaskan Daisy ke ranjang. Juan langsung menciumi Daisy dan menumpahkan perasaan rindunya.


"Kak Juan, lepasin... aku masih capek!" ujar Daisy. Juan baru sadar dan segera menggulingkan tubuhnya ke samping Daisy.


"Kenapa pulang tanpa pemberitahuan? Kakak bisa menjemputmu di Bandara!" ucap Juan.


"Bukan kejutan kalau begitu, apa kakak terkejut?" tanya Daisy sambil menatap langit-langit kamar apartement Juan.


"Kakak lebih terkejut melihat tubuhmu kemarin, ha haha!" Juan bangun dan berlari keluar dari kamarnya. Daisy bangun dan berlari mengejar Juan.


"Kak Juan, katanya tidak lihat apa-apa tapi tahu aku pakai underwear apa. Kak Juan genit," ujar Daisy sambil terus mengejar Juan, yang berlari mengelilingi sofa ruang tamu.


Juan berhenti berlari dan menyerah. Juan menarik Daisy dalam pelukannya.


"Aku sangat merindukanmu," ucap Juan sambil mencium puncak kepala Daisy.


"Aku juga sangat merindukan kakak!" jawab Daisy.


"Kau sudah makan?" tanya Juan.


"Belum. Aku rindu masakan Mama, jadi kita makan malam di rumahku."


"Baiklah, aku akan mengantarmu nanti! Sekarang biarkan aku memelukmu sepuas hati," ucap Juan.


"Tapi pegal, kalau berdiri terus. Bisakah kita duduk?" tanya Daisy dengan senyum menggoda.


"Kurasa kita harus segera menikah, atau aku tidak akan tahan dengan godaanmu!" Juan mencubit Daisy lembut. Mereka sama-sama tersenyum penuh kebahagiaan.

__ADS_1


Awal baru hubungan mereka dimulai kembali mulai hari ini.


*********************


__ADS_2