
Keesokan harinya Shilla diperbolehkan pulang.Suster sedang melepaskan jarum infus dan dokter sedang mengecek kondisi tubuh Shilla
"Ok nyonya Denis apa masih terasa sakit perutnya?"tanya dokter
"Tidak dok.Saya merasa sudah baik baik saja sekarang"jawab Shilla
"Nanti saya berikan ibu obat dan diminum hanya jika nyonya merasakan sakit seperti kemarin,jika tidak ada keluhan ibu simpan saja obatnya,nyonya mengerti kan?"ucap dokter.Suster selesai melepas jarum infus dan menempelkan plester di punggung tangan Shilla
"Terima kasih dok,saya mengerti"ucap Shilla dan dokter itu tersenyum pada Shilla lalu berbicara pada Denis
"Ok pak Denis anda ingat saran saya kemarin bukan?"tanya dokter pada Denis
"Saya ingat dok,terima kasih"ucap Denis
"Baiklah kalo gitu saya permisi"pamit dokter itu lalu keluar dari ruang rawat Shilla
"Kamu ganti bajumu dulu sayang terus kita pulang ok"ucap Denis
"Mas boleh tanya?"ucap Shilla ragu
"Boleh.mau nanya apa sayang?"jawab Denis
"Memang dokter saranin apa mas kemarin.Tadi bilang katanya mas harus ingat sarannya?"tanya Shilla
"Oh biasalah.Nyaranin mas buat jaga makanan kamu dan kamu harus banyak istirahat.Karena itu bi Sum mas paksa buat mulai kerja lagi hari ini!"jawab Denis
"Bi Sum dah mulai kerja lagi ya?"tanya Shilla senang
"Iya.karena mas khawatir nanti pas mas kerja kamu gak ada yang jaga!"ucap Denis
"Makasih mas!"ucap Shilla tersenyum.Denis juga tersenyum
(^Denis:*maaf Shil aku berbohong padamu)
__ADS_1
(^Shilla:saat ini pria dihadapanku ini telah mulai perlahan lahan menyentuh hatiku.aku mulai merasa nyaman bicara dengannya.aku mulai terbiasa dengan kehadirannya disisiku.tapi separuh hatiku masih ragu,,apakah aku bisa mencintainya seperti cintaku pada Jody.semoga mas Denis tetap mau menunggu cinta itu datang dan hadir di dalam hatiku*)gumam Shilla dalam hati sambil menatap Denis yang sedang duduk di kursi dekat ranjang rawat Shilla.Denis menunduk menatap ke arah ponselnya,karena merasa Shilla masih belum pergi berganti baju Denis mendongak ke arah Shilla
"Kenapa?kok belum ganti baju,apa mau mas gendong ke kamar mandi?"tanya Denis
"Hah tidak hehe"Shilla kaget ditegur Denis.Shilla akhirnya masuk ke kamar mandi dan berganti baju disana.Selesai berganti baju Shilla keluar,lalu mereka keluar dari rumah sakit dan pulang
Saat sampai di pintu gerbang Denis membunyikan klakson.Dari halaman terlihat bi Sum menghampiri gerbang dan membuka pintu gerbang itu.Shilla yang melihat bi Sum sudah datang tersenyum sumringah.Denis pun tersenyum melihat senyuman Shilla.Setelah Denis memarkir mobilnya di garasi,Shilla langsung keluar dan berlari menghampiri bi Sum yang sedang menutup pintu gerbang
Layaknya anak kecil yang melihat ibunya pulang.Shilla berlari dan memeluk bi Sum.Denis berdiri bersandar di pintu mobil dengan kedua telapak tangan dimasukan ke dalam saku celananya,melihat Shilla yang sudah jauh lebih baik dibanding dua bulan yang lalu yang sama sekali tak punya gairah hidup
"Bii Suummm..Shilla kangen sama bi Sum"ucap Shilla sambil memeluk bi Sum.Bi Sum membalas pelukan Shilla dan menepuk nepuk punggung Shilla pelan.Shilla terisak merasakan pelukan bi Sum apalagi saat wanita paruh baya itu menepuk punggungnya penuh kasih sayang
"Hikkshikkss"Shilla meneteskan air mata dan terisak pelan penuh haru
"Loh kok nyonya nangis.Bi Sum kan sudah disini!!sudah sudah jangan nangis lagi!"bi Sum melepaskan pelukan Shilla dan memapah Shilla masuk dengan memeluk pundaknya layaknya seorang ibu.Denis masih berdiri di tempatnya semula,Denis bernarasi melihat mereka berdua berjalan melewatinya
(Andai saja kamu bisa menerimaku dengan tulus seperti kamu menerima bi Sum mungkin aku akan sangat bahagia.kapan Shil kamu bisa dengan tulus menerimaku dan bisa mencintaiku.kadang aku merasa sakit dan sedih saat tahu kamu hanya terpaksa menerima keberadaanku sebagai suamimu.15thun aku mencintaimu Shil!Selama 15thun itu tak sekalipun kamu menatapku.saat kamu didepanku pun kamu belum bisa menatap hatiku dan cintaku)Denis menghela nafas menyudahi narasinya lalu masuk ke dalam menyusul mereka
"Nyonya mau makan atau mau minum atau menginginkan hal lain?"tanya bi Sum
"He ehm aku menginginkan sesuatu bi Sum!"jawab Shilla antusias
"Katakan nyonya ingin apa biar bi Sum ambilkan"jawab bi Sum tapi Shilla malah menggeleng pelan.Bi Sum tidak mengerti dengan maksud gelengan Shilla
"Aku mau bi Sum jadi ibuku,mau kan bi Sum?"Shilla menggelayut manja di lengan bi Sum yang sedang berdiri disampingnya.Denis lewat dibelakang sofa hendak naik ke atas menuju kamar tapi baru di anak tangga kedua Shilla memanggilnya
"Mas bolehkan aku panggil bi Sum ibu?"tanya Shilla
"Boleh sayang!!.berarti nanti aku panggil bi Sum ibu mertua"ucap Denis tersenyum
"Tapi gan,nyonya saya mana pantas jadi ibu nyonya dan mertua agan.Saya kan cuma pembantu"jawab bi Sum
"Bi Sum gak mau ya?"Shilla memasang raut wajah kecewa dan melepaskan pegangan tangannya di lengan bi Sum
__ADS_1
"Bukan gak mau nya tapi ga pantas menurut bibi!"bi Sum menjawab Shilla
Shilla bangun dari sofa dan berlari menuju kamarnya melewati Denis yang masih berdiri disana.Shilla masuk ke kamarnya dan menangis.Denis menyusulny dan bi Sum hanya menatap mereka dengan rasa bersalah.Denis sampai dikamar dan melihat Shilla yang duduk di tepi ranjang sambil terisak pelan
"Jangan nangis gtu,kamu tenang aja nanti aku yang bicara sama bi Sum!"Denis duduk disamping Shilla dan merengkuh pundak Shilla
"Maaf mas.aku hanya merasa bahagia saat bi Sum memelukku.aku bagaikan merasakan pelukan seorang ibu yang tak pernah kurasakan hiks"isak Shilla.Denis merebahkan kepala Shilla dan menghiburnya
"Kamu boleh panggil bi Sum ibu dan menganggapnya menjadi ibumu sayang.Kalo bi Sum ngebantah lagi kamu bilang sama mas nanti biar mas potong gajinya"canda Denis untuk menghibur Shilla.Shilla berhenti menangis dan Shilla melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Denis
Denis menoleh kesampingnya dan menghapus air mata Shilla.Denis memiringkan kepalanya dan mencium Shilla dengan lembut,Shilla memejamkan mata dan dan membalas lumatan lumatan lembut Denis.Denis mendorong Shilla perlahan dan membaringkan Shilla yang kakinya menjuntai ke lantai
Denis mulai terbawa nafsu dan mulai melumat Shilla dengan nafas tersengal penuh gairah.Denis lalu menurunkan ciumannya ke leher Shilla
"Ahhh hmm"Shilla meremas pundak Denis saat Denis menggigit gigit kecil leher Shilla.Denis meremas bukit kembar Shilla dari luar daster
"Ehmm mas sshhh"Shilla mendesah pelan.Denis meremas bukit kembar itu bergantian yang kiri dan yang kanan sambil lidahnya menyapu leher Shilla dengan lembut.Shilla menggelinjang rasa geli bercampur desiran darahnya yang serasa mengalir lebih cepat.Denis sengaja hanya memberikan rangsangan pada tubuh Shilla agar tubuh Shilla terbiasa dengan sentuhan Denis.Denis melumat kembali bibir Shilla dan mempermainkan lidah Shilla dalam rongga mulut Shilla.Denis semakin terangsang dengan kegiatan mereka dan Denis tidak mau kejadian kemarin malam terulang.Akhirnta Denis mengakhiri lumatannya dan mencium kening Shilla.Shilla memejamkan mata
Setelah mencium kening Shilla,Denis bangkit dan duduk kembali ditepi ranjang
"Kenapa mas?"tanya Shilla heran
"Gapapa sayang.mas cuma ga tega kalo mas melakukan itu padamu sekarang.Kamu kan baru pulang dari rumah sakit dan kita juga belum sarapan.Jadi sekarang ayo kita cari ibu dan sarapan bareng.Shilla bangun dibantu oleh Denis dan mereka berjalan keluar dari kamar
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
tinggalkan jejak kalian readers
Author slalu nunggu loh komenan kalian hehe
jngn lupa like n favorutkan novel ini y say.biar kalian tahu saat aku update
terima kasih
__ADS_1
love love muacch