
Daisy akhirnya sampai juga di rumahnya. Juan, Shilla dan Daisy menggendong ketiga bayi Daisy dan Juan menuju kamar Daisy. Mereka masih belum menentukan akan tinggal di mana setelah Daisy melahirkan, karena itulah bayi mereka belum mempunyai kamar. Reva, Raffa dan Raffi dibaringkan di ranjang.
"Kalian akan tinggal dimana? Saran Mama, lebih baik kalian tinggal di sini saja. Supaya Mama juga bisa ikut membantu mengurus cucu Mama," ucap Shilla.
Juan dan Daisy saling pandang, bertanya dengan isyarat mata. Juan merasa bahwa ucapan ibu mertuanya benar, apalagi mereka mempunyai tiga bayi. Juan yakin akan sangat merepotkan bagi Daisy jika mengurusnya sendiri. Meskipun mereka bisa menyewa pembantu atau pengasuh, tetapi mengurusi tiga bayi bukanlah perkara mudah.
"Menurutku... akan lebih baik jika kita tinggal di sini. Kamu setuju kan, sayang?" Juan menatap Daisy.
"Ya, sudah, kalau begitu kita tinggal di sini." Daisy duduk bersandar di ranjang sambil menatap ketiga bayinya.
Juan ditarik oleh Shilla keluar dari kamar. Daisy hanya menatap heran melihat kepergian mereka. Ternyata Shilla mengajak Juan berbelanja perlengkapan kamar bayi. Shilla juga menyewa dua orang pelayan, padahal dulu Shilla tak pernah memakai pelayan. Sejak Bi Sum pulang kampung, ia lebih suka melakukan segalanya sendiri. Saat Daisy masih kecil mereka pernah menyewa pengasuh untuk Daisy, tetapi hanya sampai Daisy kelas Lima SD.
Setelah dua jam, Juan dan Shilla akhirnya datang juga. Mereka terdengar di kamar sebelah kamar Daisy. Karena ketiga bayinya sedang tertidur, Daisy pergi melihat ke kamar sebelah. Ternyata di sana juga ada dua orang pembantu bertubuh kurus, yang satu pendek dan yang satu lagi sedikit lebih tinggi.
"Kalian rapikan semuanya, saya tinggal sebentar," ucap Shilla. Ia menghampiri Daisy yang berdiri di depan pintu kamar.
"Siapa mereka, Ma?"
"Mereka pengasuh dan pembantu baru, untuk membantu mengurus rumah dan anak-anak. Kenapa mereka ditinggal?" Shilla segera menarik Daisy ke kamarnya.
Mereka terkejut saat melihat Reva muntah dan mengeluarkan cairan berwarna putih susu. Shilla berteriak memanggil pengasuh yang ada di kamar sebelah.
"Iyah!!" Panggil Shilla.
Wanita berumur empat puluh tahun itu segera berlari, menghampiri Shilla yang sedang ketakutan melihat cucunya. Iyah segera melihat Reva. Dia langsung menggendong dan mengelap muntahan di mulut dan baju Reva.
__ADS_1
"Apa kita perlu ke rumah sakit?" Shilla menatap khawatir pada cucunya. Daisy juga sedikit takut, karena ia belum pernah merawat bayi.
"Tidak perlu, Nya! Ini biasa terjadi pada bayi," jawab Iyah.
Daisy dan Shilla bernafas lega. Daisy kemudian ingat pada Juan, ia tidak melihat Juan padahal tadi pergi bersama Shilla.
"Ma, Kak Juan mana?"
"Oh, tadi ditelepon Koko, katanya ada klien yang ingin bertemu di kantor."
"Begitu," ucap Daisy.
"Non, Nya, kamar bayinya sudah siap dipakai. Apa mau dipindah sekarang bayinya?" ucap Iyah. Ia selesai mengganti baju Reva, dan merebahkannya kembali ke ranjang.
"Sekarang saja," jawab Shilla.
Iyah membawa ketiga bayi itu satu persatu. Reva, Raffa, dan Raffi ditaruh di ranjang bayi besar bersama. Daisy akan menyusui mereka empat jam sekali.
***
Malam hari Juan pulang dan langsung pergi ke kamarnya. Ia melihat Daisy tertidur pulas. Juan naik perlahan ke ranjang, ia takut membangunkan Daisy. Baru saja Juan memejamkan mata, terdengar suara tangisan ketiga bayinya.
Daisy terbangun mendengar suara tangis bayi yang begitu ramai. Dia melihat Juan sudah keluar dari kamar, Daisy menyusul Juan. Daisy melihat nafas Reva tersengal dan dikulitnya terdapat bintik-bintik merah. Daisy berlari ke kamarnya dan mengambil peralatan kedokteran miliknya.
"Reva, kenapa?" Juan berdiri di samping Daisy. Melihat istrinya begitu khawatir dengan keadaan putrinya.
__ADS_1
"Kak, kita harus bawa Reva ke rumah sakit!" ucap Daisy dengan khawatir.
"Ok, aku siapkan mobil," jawab Juan. Ia segera berlari mengeluarkan mobil dari garasi.
"Bi Iyah!!" Panggil Daisy. Iyah yang sedang berada di kamar mandi menjawab.
"Ya, Non. Sebentar," jawab Iyah. Setelah selesai mencuci tangan, Iyah keluar dan menghampiri Daisy.
"Bi, Reva sakit dan harus dirawat, jadi tolong jaga Raffa dan Raffi."
Daisy berjalan dengan tergesa-gesa, ia lupa untuk memberitahu ibunya. Setelah mobil Juan pergi, Shilla terbangun karena mendengar suara mobil. Ia beranjak dari ranjang dan pergi ke kamar bayi, di sana hanya Iyah yang terlihat. Sedangkan Riska tidur di kamar pembantu di lantai bawah. Riska, Shilla pekerjakan sebagai pembantu rumah tangga, dan Iyah untuk membantu mengasuh ketiga cucunya. Iyah tidur di kamar bayi, agar lebih mudah untuk merawat mereka ketika malam.
*******************************
hy readers
msih setia kan sm triple baby?
kisah baby Reva ini author ambil dari kisah keponakan author yg ketika bayi harus dirawat.
jika ada kesamaan dngn dunia nyata para readers..author mnta maaf.
jngn lupa like n koment
buat readers yg udah vote dan dkung author..author ucapkan terima kasih
__ADS_1
buat yg belum vote, boleh dong author mnta vote seikhlasnya hehe.