Cinta Ada Karena Terbiasa

Cinta Ada Karena Terbiasa
Makan malam bersama


__ADS_3

Beberapa menit lamanya mereka saling berdiam tak bersuara. Hanya suara jangkrik di taman yang berbunyi dikeheningan malam. Daisy menghirup nafas dalam sebelum bicara pada Juan. Karena Daisy merasa canggung berbicara dengan Juan, bernafas saja serasa sesak bagi Daisy, dia benar benar gugup. Debaran debaran didadanya menambah rasa berat untuk menarik nafas.


Juan menyandarkan badannya di sandaran sofa. Daisy yang sudah siap bertanya padanya itu menoleh tapi Daisy tidak jadi bicara saat melihat Juan tertidur. Daisy memperhatikan wajah Juan yang sedang tertidur, wajah pucat Juan tetap terlihat tampan meskipun bibirnya putih pucat tapi tetap terlihat sexy dimata Daisy. Daisy menepuk nepuk kedua pipinya pelan.


"Aku kenapa sih? kok jadi mikir yang aneh aneh. Mending masak bubur deh" gumam Daisy pelan. Dia melangkah kedapur untuk memasak bubur.


Saat Daisy sudah menjauh darinya, Juan tersenyum tipis dengan mata yang tetap terpejam. Rupanya Juan hanya memejamkan mata tapi tidak tidur. Dia mendengar semua gumaman Daisy.


(*H*mm dia mulai peduli padaku.Kenapa tidak dari dulu saja aku sakit.Tapi tidak enak juga kaya gini. Kalo aja aku sedang sehat, aku bisa mengajak Daisy pergi kencan. Kepalaku pusing sekali, hadeuh) gumam Juan dalam hati. Juan memutuskan pergi beristirahat dikamarnya.


Daisy membuatkan bubur untuk Juan, dia juga merebus telur dan membuatkan Juan air jahe. Selesai memasak Daisy kembali ke ruang tamu dan tak menemukan Juan disana. Daisy pergi ke kamar Juan dan mengetuk pintu sebelum masuk.


toktok tok


"Kak Juan, waktunya minum obat!" ucap Daisy dari luar kamar Juan. Daisy tak mendengar jawaban dari dalam kamar. Dia memberanikan diri membuka pintu lalu masuk ke kamar Juan. Dikamar itu hanya ada lemari dua pintu, ranjang berukuran sedang dan sebuah meja nakas tempat lampu tidur berada.


Daisy menghampiri Juan dan menepuk lengannya pelan sambil memanggil namanya.


"Kak Juan ... kak ... bangun! sudah waktunya minum obat. Setelah minum obat kaka bisa lanjutkan tidur" ucap Daisy. Juan membuka matanya dan mencoba bangun tapi Juan masih lemas tak bertenaga. Daisy membantu mengangkat tubuh Juan dan menyandarkannya dikepala ranjang.


"Aku udah buatin bubur dan telur rebus. Kaka makanlah dulu, setelah itu minum obatnya. Aku ambilkan dulu buburnya" Daisy berbalik hendak pergi kedapur tapi tangannya dicekal oleh Juan.


Degg ... jantung Daisy berdegup kencang saat tangannya dicekal Juan. Daisy menoleh dan berusaha bicara setenang mungkin. "Ada apa? apa kak Juan membutuhkan yang lain?" tanya Daisy. Juan menggeleng pelan. "Lalu?"tanya Daisy lagi.

__ADS_1


"Terima kasih!" ucap Juan. Daisy tersenyum dengan manis dan mengangguk. Daisy akan berjalan tapi Juan masih belum melepaskan tangannya.


"Ucapan terima kasihnya sudah aku terima. Sekarang aku akan jawab 'sama-sama' sekarang kak Juan harus melepaskan tanganku karena aku harus mengambil buburnya!" ucap Daisy sambil menarik tangannya tapi Juan tetap tak mau melepaskan tangannya.


"Kak" ucap Daisy dengan malu malu.


"Dais" jawab Juan


"Kak ... lepasin" Daisy makin malu dengan tingkah Juan.


"Apa kau akan kembali lagi?" tanya Juan.


"Iya ... kan cuma ngambil bubur!" Daisy tersenyum geli melihat tingkah manja Juan. Juan melepaskan tangannya dan Daisy segera keluar dari kamar Juan. Daisy benar benar merasa Juan sangat menggemaskan saat bersikap manja seperti itu. Daisy sampai didapur dan mengambil bubur dari panci dan menaruhnya di mangkuk, lengkap dengan telur rebus yang sudah dikupas.


"Kak Juan makanlah!" ucap Daisy menyodorkan mangkuk bubur yang dipegangnya kehadapan Juan.


"Suapin!" ucap Juan.


"Hah! suapin?" Daisy mengulang kata yang diucapkan Juan dengan gugup. Bagaimana mungkin seusia Juan harus disuapi. "Kak Juan kan sudah besar. Masa harus ... aku suapin!" ucap Daisy dengan wajah yang merah merona. Daisy malu jika harus menyuapi Juan.


"Tidak mau ya? ya udah tidak apa apa! taruh saja dulu di nakas. Kaka masih pusing, nanti kakak makan kalau sudah lebih baik" ucap Juan berpura pura akan tidur kembali.


"Tapi kalau tidak minum obat bagaimana bisa lebih baik. Dan bagaimana mau minum obat kalau kak Juan tidak makan!" ucap Daisy menahan Juan untuk berbaring. Akhirnya Daisy mengalah dan mau menyuapi Juan meskipun dengan canggung. Setelah memakan buburnya Juan lalu meminum obatnya dan beristirahat. Daisy pamit pulang tapi Juan menahannya.

__ADS_1


"Jangan pulang. Bisa kan?" tanya Juan.


"Tapi, mama nanti khawatir!" jawab Daisy. Tapi Daisy juga tidak tega membiarkan Juan sendirian disaat sakit seperti ini. Daisy pun memutuskan menginap dengan meminta ijin pada orang tuanya. Juan pun tertidur diranjangnya. Daisy pun tertidur di sofa ruang tamu. Tengah malam Juan terbangun dan keluar dari kamarnya. Dia melihat Daisy tertidur di sofa.


"Sedari sore aku tidak melihat Daisy makan apapun. Sudah makan belum ya dia?" gumam Juan. Dia pergi ke kamar mandi yang berada disamping dapur.


brakk ... Daisy terlonjak mendengar suara pintu. Padahal sangat pelan. Daisy duduk mengucek matanya. Juan keluar dari kamar mandi tak lama kemudian.


"Kau bangun. Maaf aku membuatmu terbangun" ucap Juan.


"Tidak apa apa. Apa kak Juan butuh sesuatu?" tanya Daisy.


"Hem, aku lapar!"


"Tapi aku hanya membuat bubur semangkuk tadi. Apa tidak apa apa menunggu aku memasak lagi buburnya?" ucap Daisy. Karena membuat bubur itu butuh waktu yang sedikit lebih lama.


"Tidak perlu. Bagaimana kalau makanan yang tante bawakan untukku saja?"


"Tapi itu mungkin sudah dingin karena aku menaruhnya di lemari pendingin. Kalau begitu kakak tunggu sebentar, biar aku panaskan dulu!" jawab Daisy.


Sebenarnya Juan hanya berpura pura lapar, agar dia bisa mengajak Daisy untuk makan. Karena Juan yakin jika Daisy belum makan. Dirumah Juan tak ada makanan dan Juan juga tidak melihat Daisy keluar mencari makan malam.


Setelah Daisy selesai menghangatkan sup ayam jahe yang dibawanya tadi sore, dia menyajikannya di meja makan. Juan sudah duduk dikursi dan Daisy mengambil satu piring untuk Juan.

__ADS_1


"Temani aku makan ya? kamu juga harus makan!" ucap Juan. Daisy menurut dan menemaninya makan. Mereka makan malam bersama seraya sesekali saling pandang. Makan malam yang sangat terlambat tapi Daisy merasa senang. Ini pertama kalinya mereka makan berdua. Karena sebelumnya Daisy selalu mencari alasan agar Juan menjauhinya. Kali ini Daisy justru yang mencari Juan. Juan sangat bahagia bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan Daisy.


__ADS_2