
Sore itu, Daisy keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah bersama Juan. Mereka naik taxi untuk pulang ke rumah sederhana yang Juan belikan untuk Daisy.
"Jadi, apa kau sudah memaafkan kakak?" tanya Juan dalam perjalanan.
"Bicarakan nanti saja di rumah!" ucap Daisy.
Juan mengalah dan memilih diam, sampai mereka tiba di depan rumah.
"Hati-hati!" Juan membantu Daisy turun dari taxi. Daisy membuka pintu yang berderit saat di dorong. Rumah itu sederhana tapi sungguh sangat nyaman. Apalagi yang tinggal di sana seorang wanita, rumah itu jadi rapi dan bersih.
"Masuklah, simpan tas kakak di kamar sebelah kanan, sebelah kiri kamarku soalnya!" ucap Daisy. Daisy duduk di sofa ruang tamu.
"Kakak sekamar saja denganmu!" goda Juan.
"Kalau begitu, pulang sana sekarang juga!" usir Daisy. Juan tertawa melihat Daisy cemberut.
Semuanya sudah kembali seperti sebelumnya. Daisy yang manja dan lucu di mata Juan kini sudah kembali. Saat di rumah sakit, Juan seolah tak mengenal Daisy. Daisy berwajah dingin, berkata datar dan tak mau melihat Juan.
Sekarang Daisy sudah mau bercanda kembali dengan Juan. Setelah menaruh tasnya di kamar, Juan duduk di samping Daisy.
"Kamu lihat aku pelukan? Bukannya sudah masuk ke dalam?" tanya Juan merangkul pinggang Daisy.
"Awalnya aku mau batalin rencana kuliahku, jadi aku mau keluar kembali. Tapi malah lihat kak Juan pelukan, ya sudah aku masuk lagi."
" Yah, untungnya Aisyah datang tepat waktu!" gumam Juan.
"Apa? Jadi kak Juan senang ketemu mantan, huh." Daisy mendorong Juan.
"Dengerin dulu, sayang. Coba kamu pikir, kalau kamu tidak melihat Aisyah memeluk kakak. Pasti kamu sudah menyerah pada impianmu!" ujar Juan.
"Iya juga sih," gumam Daisy.
"Akkhh..." Daisy terpekik kaget saat Juan menarik Daisy ke dalam pangkuannya.
"Aku sangat merindukanmu. Apa kau merindukanku?" tanya Juan memeluk pinggang Daisy yang sedang berada dalam pangkuannya.
"Sepertinya tidak," jawab Daisy menggantung ucapannya, dengan berpura-pura berpikir.
Juan menunduk sedih, hingga Daisy melanjutkan kata-katanya.
__ADS_1
"Tidak salah lagi! aku sangat merindukan kakak," ucap Daisy, lalu dia mencium bibir Juan sekilas.
"Kalau sangat rindu, kenapa cuma sedikit?" tanya Juan.
"Apanya yang sedikit?" Daisy balik bertanya karena tidak mengerti.
"Ininya!" ucap Juan lalu balas mencium Daisy. Mereka berciuman untuk saling melepas rindu. Setelah mereka puas melepas rindu, mereka pergi berjalan-jalan sambil mencari makan malam.
**************************************
Malam hari
Setelah makan malam di luar, mereka pulang dan merebahkan diri di ranjang, dalam kamar masing-masing.
Juan merasa tulang-tulangnya hampir patah, karena sejak perjalanannya menuju USA kemarin, Juan sama sekali belum tidur. Badannya terasa pegal dan kaku.
Daisy meminum obatnya lalu tidur. Juan membuka kemejanya dan bertelanjang dada. Juan hanya memakai celana panjangnya lalu Juan pun tertidur.
Tengah malam
Juan gelisah dalam tidurnya. Dengan mata yang terpejam, Juan terus mendesis. Dia merasa ada seseorang yang sedang menggerayangi dada bidangnya. Sentuhan tangan dan lidah basah terasa sedang bergerilya dengan semangat.
"Dais," Juan menyebut nama Daisy dalam keadaan setengah sadar. Kemudian Juan sadar setelah menyebut nama Daisy.
"Aaakkkhhh," Juan mendorong si gadis hingga terguling. Juan segera bangun dan berdiri.
Daisy yang mendengar teriakan Juan segera beranjak dari ranjangnya dan masuk ke kamar Juan. Daisy berpaling saat melihat Juan tak memakai baju. Melihat Daisy masuk ke kamarnya, Juan segera mengambil kemeja yang tergeletak di lantai dan memakainya.
Melihat dada bidang Juan saja, sudah membuat Daisy malu setengah mati. Daisy kembali berbalik perlahan, setelah memastikan Juan sudah memakai bajunya, barulah Daisy melihat dengan jelas apa yang terjadi.
"Hi Daisy, who is this handsome man? (Hai Daisy, siapa pria tampan ini?)" tanya wanita bule itu.
"This man is my fiance. What did you do to him? (Pria ini adalah tunanganku. Apa yang kau lakukan padanya?)" ucap Daisy dengan kesal.
"No. At first I wanted to play with him. But it seemed like he wasn't interested (Tidak ada. Tadinya aku ingin bermain dengannya. Tapi sepertinya dia tidak tertarik)."
"Kak Juan, bawa tas dan pakaian kak Juan ke kamarku," pinta Daisy.
Juan mengambil ranselnya dan keluar dari kamar itu. Daisy menuntun Juan ke kamarnya.
__ADS_1
"Siapa wanita tadi?" tanya Juan dengan marah.
"Debora, aku biasa memanggilnya Debby," jawab Daisy.
"Kenapa dia bisa masuk ke rumah ini? Bukannya tadi sudah kamu kunci?" tanya Juan.
"Dia pegang salah satu anak kuncinya!" jawab Daisy sambil menunduk.
"Wanita itu teman serumahmu? Wanita seperti itu bisa membawa keburukan padamu. Kamu tahu dia merangkak naik ke atasku, padahal aku adalah pria yang baru di temuinya. Bagaimana jika dia membuatmu berkelakuan seperti itu?" Juan marah-marah pada Daisy.
"Maaf, aku lupa kasih tahu kak Juan kalau aku tinggal berdua di sini. Tapi Debby jarang pulang, karena itu aku pikir dia tidak akan pulang dua malam ini. Kak, maafin Daisy ya, please!" ucap Daisy sambil menyatukan tangan di depan dada.
Juan menghela nafas berat lalu berbaring di sudut ranjang. Daisy mengunci pintu dan tidur di sudut ranjang sebelah Juan. Seperti biasa ditengah mereka terselip bantal guling sebagai pembatas. Mereka tidur saling membelakangi.
Daisy berbalik menatap punggung Juan.
"Kak, maafin Daisy. Kalau kakak tidak mau bicara Daisy akan," Daisy tak sempat melanjutkan ucapannya karena Juan berbalik ke arah Daisy.
"Akan apa? Berani mengancam macam-macam, kakak seret kamu ke KUA!" ujar Juan dengan tegas.
Daisy tersenyum menatap wajah Juan.
"Jangan tersenyum!" ucap Juan dengan pura-pura marah.
"Daisy dimaafin kan?" tanya Daisy.
Juan mencubit pelan hidung Daisy. Daisy memegang tangan Juan. Mereka saling menatap satu sama lain.
"Daisy bisa jaga diri, kak Juan percaya kan?" tanya Daisy dengan lembut.
"Kakak percaya!"
"Jangan khawatir, Daisy tidak akan berubah. Bukan cuma untuk tiga tahun ke depan tapi untuk selamanya, Daisy tidak akan berubah."
Juan mengangguk pelan, dia mengusap pipi Daisy. Daisy memejamkan mata. Juan mendekat lalu mencium kening Daisy.
"Tidurlah, selamat malam!" ucap Juan.
"Selamat malam!" balas Daisy.
__ADS_1
Mereka tidur sambil berpegangan tangan.
******************************