Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Masih galau


__ADS_3

“ Ahhhh…..” Arvin kembali mendesah kasar sambil mengacak rambutnya frustasi. Waktu sudah hampir menunjukkan pukul sebelas malam, tapi tugasnya masih belum juga selesai.


“ Kenapa otak gue jadi kayak gini sih??? Kenapa bayangannya selalu saja muncul? Arrrggghhh…..” gumam Arvin tertahan. “ Bagaimana gue bisa nyelesein tugas ini kalau yang ada di otak gue Cuma dan hanya dia dan dia ? “ ungkapnya kembali. Arvin memegangi kepalanya menggunakan kedua tangannya dengan kedua siku bertumpu di atas meja belajarnya.


“ Arviiinnnn….Lo kenapa jadi kayak gini sih?? Dia itu adek elo ya. Nggak seharusnya lo punya perasaan kayak gini ke dia. “ Arvin mengumpat dirinya sendiri.


Ia bangkit dari duduknya, lalu menjatuhkan tubuhnya kasar ke atas kasur empuknya. Ia menutup kedua matanya dengan lengannya. Berharap jika matanya tertutup, bayangan itu hilang. Tapi sepertinya bayangan itu malah semakin asyik menggodanya. Saat kedua matanya tertutup, ia justru kembali merasakan betapa hangatnya dan kenyalnya dua benda keramat milik seorang gadis yang selama ini di jaga olehnya dan di anggapnya adik itu.


Kulit putih mulusnya, punggung mulusnya, perut seksinya, semuanya kembali teringat jelas dalam memori Arvin. Sehingga tidak butuh waktu lama, adik kecilnya malah terbangun. Rasa sesak di bagian bawahnya yang mulai menyiksanya terasa berdenyut.


“ Arrrggghhh…..**** !!! “ umpatnya seraya bangun dari posisi rebahannya. Kini Arvin duduk di tepi ranjang sambil menatap bagian bawahnya dengan nelangsa.


“ Ya Tuhan…Salah nggak sih kalau aku punya perasaan seperti ini ke dia? Salah nggak sih kalau aku berharap ada sesuatu yang lebih antara aku dan dia ??” Tanya Arvin sambil menengadahkan kepalanya menatap ke langit-langit kamarnya.


“ Kalau emang perasaanku ini salah, kenapa Engkau hadirkan rasa ini di hatiku? Kenapa perasaanku tidak bisa sama lagi seperti dulu yang hanya menyayanginya sebagai seorang adik? Bukan sebagai seorang gadis. “


“ Ahh…Berarti perasaanku ini nggak salah kan Tuhan? Bolehkan jika aku mencintai dia? Toh dia juga bukan adik kandungku. Tidak dosa kan jika kami mempunyai hubungan lebih? “


Arvin bermonolog sendiri seolah-olah ia sedang berbicara dengan Yang Kuasa.


“ Arrrggghhh…..Gue kangen banget sama diaaaaa…..” teriaknya tertahan.


“ My Queennnn…. Kenapa lo bisa memporak porandakan hati gue kayak gini?? “


Arvin sosok anak yang dulu di temukan oleh Armell di depan kostnya. Kini harus merasakan jatuh cinta kepada seorang adik yang seharusnya ia sayangi seperti layaknya keluarga. Ratu, anak bungsu dari seorang Armell, yang seharusnya Arvin jaga dan sayangi layaknya adik, justru malah Arvin jaga dan sayangi layaknya rasa saying seorang laki-laki ke perempuan.

__ADS_1


Dan semenjak malam ketika Ratu habis kehujanan dan demam, Arvin berusaha menjauh dari Ratu. Ia tidak ke rumah keluarga Seno sudah hamper dua minggu. Dengan alasan ia sedang sibuk dengan tugas-tugas kuliah saat sang mommy menanyakan kabarnya. Sudah dua minggu juga Arvin tidak mengantar dan menjemput Queennya.


Arvin merasa jika perasaannya salah dan ia harus segera menghilangkan perasaan itu secepatnya. Dan Arvin berpikir, jika ia menjauh dari keluarga itu, terutama menjauh dari Queennya, maka perasaannya akan kembali seperti dulu. Bahkan Arvin memutuskan akan memacari salah satu gadis di kampusnya yang memang tergila-gila kepadanya. Ia akan memilih salah satunya dan akan mencoba berkencan dengan gadis itu. Mungkin jika ia dekat dengan gadis lain, maka perasaannya terhadap Ratu akan segera punah.


‘ Punah? Lo kata hewan langka thoor….???’


Arvin berencana, setelah ujian selesai, ia akan mulai mendekati salah satu gadis itu. Sebenarnya, jika diingat-ingat oleh Arvin, perasaanya terhadap Ratu mulai berubah ketika mereka masih duduk di bangku SD. Tapi saat itu Arvin mengira itu hanya cinta monyet. Dan lagi, Arvin tidak pernah dekat dengan anak perempuan manapun selain Ratu dan Paris. Tapi tidak mungkin kan, Arvin jatuh hati kepada Paris? Melihat penampilan yang manly, perilaku bar-bar, suka berantem dari seorang Paris.


Tapi ternyata perasaannya terhadap Ratu terus berkembang hingga sekarang. Bahkan ia sampai tidak membiarkan Ratu dekat dengan cowok lain selain dirinya, sang kakak, juga duo Z. Egois? Posesif? Yah, itulah sikap yang di tunjukkan seorang Arvin terhadap Queennya. Tapi memang seperti itulah dirinya. Ia tidak rela jika Queennya sampai dekat dengan laki-laki lain. Apa istilahnya? Cemburu?? Mungkin saja.


Tapi belum juga genap satu bulan dirinya tidak melihat dan menatap Ratu secara langsung ( karena tiap hari, bahkan hampir tiap jam, Arvin selalu membuka akun medsos milik Ratu. Menjadi seprang stalking ceritanya. ), Arvin sudah kalang kabut karena rindunya.


Arvin mengambil ponselnya, lalu membuka sebuah aplikasi medsos yang ada di ponselnya. Ia mencari nama Queen Adiguna. Dan terpampanglah di sana foto-foto yang membuat sudut bibir Arvin terangkat. Sepertinya Ratu baru saja mengunggah foto-foto baru yang ia ambil siang tadi. Yang secara tidak langsung, membuat Arvin tahu apa saja yang di lakukan gadis kesayangannya itu.


“ Cantik. “ puji Arvin. “ Selalu menarik. Ah, I miss you my Queen. Miss you so much. “ ujarnya sambil menatap lembut foto gadis yang ada di layar ponselnya.


“ Siapa malam-malam begini mengirim pesan? Kayak kirang kerjaan aja. “ gumamnya sambil membuka dan menunggu pesan itu terbuka.


📩My Queen : Malam abang…Udah tidur?


“ Queen? “ Tanya Arvin sambil membaca pesan itu. “ Ngapain dia masih melek jam segini? “ tanyanya lagi. Ingin rasanya Arvin membalas pesan itu. Bukan hanya membalas, tapi Arvin ingin sekali melakukan video call dengan gadis kesayangannya itu. Tapi Arvin tiba-tiba teringat akan tujuannya menjauhi Ratu.


Arvin menutup layar ponselnya dan meletakkan ponselnya di atas tempat tidur di sampingnya duduk dengan posisi terbalik.


Tring

__ADS_1


Bunyi pesan masuk kembali terdengar. Dengan ragu-ragu, Arvin mengangkat ponselnya dan kembali membuka pesan itu.


📩My Queen : Abang sibuk banget ya? Kok nggak pernah ke rumah. Udah dua minggu loh bang. Abang nggak kangen sama mom, Daddy, Uncle B, Onty, Kak Dan, Paris, Duo Z, dan….. Dan Queen? Queen kangen banget sama abang… HIks…Emang abang nggak kangen sama Queen ya?


Isi pesan Ratu panjang dan lebar.


“ Abang juga kangen banget, My Queen. “ jawab Arvin sambil menatap layar ponselnya sendu. Ia tidak bisa membalas pesan itu. Ia kembali meletakkan ponselnya.


Suasana menjadi sunyi. Detik jarum jam di dinding bahkan terdengar menggema. Satu menit, dua menit, tiba-tiba terdengar bunyi pesan masuk di ponsel Arvin. Arvin kembali membukanya.


📩My Queen : Abang kenapa nggak bales pesan Queen?


📩My Queen : Abang marah ya sama Queen?


📩My Queen : Abang, kalau emang Queen punya salah sama abang, abang bilang dong. Biar Queen bisa introspeksi.


📩My Queen : Queen tahu kok abang lagi online. Dan sekarang abang lagi baca pesan Queen.


Bunyi pesan Ratu yang terakhir. Dan pesan ini membuat Arvin mati kutu. Maju kena, mundur kena. Menurut Warkop DKI. Arvin mengacak rambutnya kasar.


Akhirnya Arvin memainkan jari-jarinya di atas layar ponselnya untuk membalas pesan Ratu.


📩Me : Maaf. Queen. Abang lagi sibuk. Tugas abang banyak. Abang nggak sempat balas pesan kamu.


Dan pesan Arvin itu langsung bercentang biru. Tapi beberapa saat Arvin menunggu, tidak ada tulisan ‘ sedang mengetik ‘ dari Ratu. Oke, mungkin Ratu mengerti dan memahami kalau dirinya sedang tidak bisa di ganggu. Bahkan satu menit kemudian, Nampak Ratu sudah offline. Arvin hanya bisa mendesah pelan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2