Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Jangan terlalu panik


__ADS_3

Arvin menggeleng mendengar pertanyaan dari ayahnya.


“ Arvin nggak bisa yah. “ jawab Arvin sambil menggelengkan kepalanya. Bahkan setetes air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. “ Arvin sangat mencintai Queen, yah. Makanya Arvin memilih untuk pergi dari negara ini saat pertunangannya. “ lanjut Arvin. Bahkan kini ia duduk di lantai, sambil menangis di pangkuan sang ayah.


Dion mengelus kepala Arvin. “ Arvin, kamu masih punya kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Jujurlah dengan Seno juga Armell. Katakan kalau kamu sangat mencintai putri mereka. Semuanya belum terlambat, Arvin. “


Arvin menggeleng lemah. “ Arvin takut mengecewakan mereka yah. Mereka sudah banyak berkorban untuk Arvin. Arvin juga tidak mau mengecewakan Rendra. “


“ Jangan kamu pikirkan Rendra. Dia juga pernah bilang, jika Ratu sudah punya kekasih, atau Ratu punya seseorang yang di cintainya, maka ia tidak mau di jodohkan dengan Ratu. Apalagi jika dia tahu kalau yang di cintai Ratu adalah dirimu. “


“ Tidak, ayah. “


“ Apa kamu tega melihat Ratu bersedih? Karena ayah yakin, dia juga pasti sedang menangis di kamarnya sekarang. “


Arvin memejamkan matanya sesaat. Ia juga tidak ingin Queennya menangis dan bersedih. Tapi ia tidak boleh egois. “ Queen pasti akan mengerti dengan semuanya. Ia akan menerima perjodohan ini lambat laun, ayah. “


“ Arvin, jika kamu mau berusaha, kamu pasti bisa mendapatkan cintamu, nak. Jika kamu tidak mau bicara dengan Daddy El juga mommymu, ayah yang akan bicara dengan mereka. “ ujar Dion.


Arvin segera menyeka air matanya dan bangkit dari lantai, duduk kembali di kursinya tadi. Lalu ia menggeleng sambil berucap, “ Jangan ayah. Jangan ayah merusak kebahagiaan semuanya hanya untuk kebahagiaan Arvin. “


“ Kamu jangan salah, Arvin. Kebahagiaanmu juga akan menjadi kebahagiaan kami. “ ujar Dion sambil segera berdiri dan meninggalkan kamar Arvin.


Dan sekarang, Ratupun sudah tahu akan bertunangan dengan siapa. Hatinya yang kesal dengan Arvin, menyetujui pertunangannya dengan Rendra. Tapi sebenarnya, Ratu mengira sedari awal memang Arvin yang akan di jodohkan dengannya. Tapi karena Arvin yang tidak serius mencintainya, maka orang tua keduanya memutuskan Rendra yang akan menggantikan Arvin untuk bertunangan dengan Ratu.


Sedangkan Seno dan Armell juga sedang di landa kebingungan. Pasalnya, pertunangan Ratu dan Rendra yang tinggal dua hari lagi, mereka baru tahu kenyataan jika ternyata Arvin dan Ratu saling mencintai.


Siang itu, Dion menemui Seno di kantornya untuk berbicara dengan Seno tentang hubungan Arvin dan Ratu.

__ADS_1


“ Tumben bang siang-siang kesini tanpa kasih kabar dulu? Udah nggak sabar besanan sama aku ya? “ ledek Seno.


“ Kamu kali yang udah nggak sabar pengen besanan sama aku. “ sahut Dion asal. “ Aku kesini mau bicara hal serius. Ini tentang anak-anak kita. “


“ Ada apa sama anak-anak kita bang? Dua hari lagi mereka juga akan bertunangan kan? “


“ Bukan Rendra. Tapi ini tentang Arvin sama Ratu. “


Seno mengernyitkan keningnya. “ Ada apa sama mereka? “


“ Jika sekarang aku mengatakan Arvin dan Ratu saling mencintai bagaimana? “


“ Ha… Ha… Ha… “ Seno tergelak. “ Abang jangan bercanda. Mereka kakak beradik. “


“ Aku serius. Mereka kakak beradik, tapi bukan kandung kan? Jadi tidak ada yang salah kalau ternyata mereka saling mencintai. “


“ Emang selama ini kamu tidak mengamati keduanya? Kamu tidak mengamati sikap Arvin ke Ratu? “ tanya Dion.


Seno menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya. Ia menyunggar rambutnya ke atas. “ Perhatiin sih bang. Cuma aku nggak pernah ambil pusing. Justru Armell yang sering mengatakan ke aku kalau sepertinya perhatian Arvin ke Ratu terlalu berlebihan terhadap seorang adik. Dia yang selalu curiga. Tapi aku selalu menepisnya. “


“ Arvin, sangat mencintai putrimu. “


“ Hah. “ Seno menghela nafas kasar. “ Tapi kenapa dia diam saja saat kita membahas perjodohan Ratu sama Rendra ? “


“ Karena dia nggak mau mengecewakan kita semua. Dia tahu jika kamu dan Armell akan berat untuk memberinya restu. Karena kalian menganggap mereka adalah kakak beradik. “


“ Nggak gitu juga kali bang. Aku bukan orang tua jaman old yang kaku. Jika mereka memang saling mencintai, aku tidak akan melarangnya. Armell juga pasti sama sepertiku. Apalagi sejak dulu kami sudah menganggap Arvin seperti putra kami sendiri. Kami juga akan bahagia jika dia benar-benar menjadi putra kami. Meskipun menantu. “ sahut Seno sambil terkekeh.

__ADS_1


“ Lalu bagaimana sekarang bang? Semua persiapan sudah siap. “


“ Kita sebagai orang tua hanya perlu memikirkan kebahagiaan anak-anak kita kan? Meskipun Arvin bukan anak kandungku, tapi aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri. Jadi buatku, jika Arvin abahagia, maka akupun akan bahagia. Aku juga sudah berbicara sama Leora. Dan diapun sama sepertiku. Tinggal kamunya bagaimana? “


“ Kalau aku juga sama bang. Aku juga ingin yang terbaik untuk anak-anakku. Aku ingin putriku juga bahagia. Tapi bagaimana dengan Rendra? “


“ Kamu nggak perlu khawatir dengan Rendra. Aku sudah bicara juga dengannya. Dan dia dengan senang hati posisinya ia kembalikan ke sang abang. Karena ia merasa, sedari awal memang Arvin yang seharusnya berada di posisi itu. “


Seno menyunggingkan senyumannya. “ Aku akan bicara dengan Armell nanti. Juga sama papa dan mama. “


Itulah percakapan yang terjadi antara Dion dan Seno siamg hari sebelumnya. Dan kini mereka merasa bimbang dengan rencana yang di usulkan Dion. Dion mengajak mereka untuk memberikan kejutan ke Arvin dan Ratu. Mereka akan membuat pertunangan itu untuk Arvin dan Ratu, tapi tanpa sepengetahuan mereka.


Yang menjadi kebimbangan Seno dan Armell adalah bagaimana jika rencana itu gagal? Bagaimana jika Arvin tidak mau datang? Apalagi Arvin telah berencana akan pergi ke London di hari itu juga. Dan mereka tidak tahu jam keberangkatan pesawat Arvin.


“ Mas, bagaimana kalau Arvin tidak datang besok? “ tanya armell resah. Sejak tadi ia hanya mondar-mandir di dalam kamarnya.


Seno yang mendengar keresahan istrinya, segera meletakkan laptop yang sedari tadi ia pangku, ke sisi sebelahnya yang kosong.


“ Kemarilah. “ panggil Seno ke istrinya sambil menepuk pahanya, mengisyaratkan jika ia meminta sang istri duduk di pangkuannya.


Armell menurut. Iapun duduk miring di pangkuan sang suami sambil sebelah tangannya ia lingkarkan ke leher sang suami.


“ Jangan terlalu panik. Yakinlah, semua pasti baik-baik saja. “ ucap Seno menenangkan sang istri sambil membelai rambut panjang Armell yang terurai.


“ Kenapa kita bisa tidak tahu dari awal sih mas? Pantesan aja ya, beberapa hari setelah tahu soal perjodohannya, Ratu nampak murung. Arvin juga tidak pernah datang kesini sama sekali. “ Armell menjeda omongannya. “ Kita keterlaluan banget sih mas jadi orang tua. Kenapa tidak sedari dulu kita menyadari perasaan mereka berdua. Padahal aku juga malah seneng kalau mereka menikah. Aku jadi nggak khawatir jika yang jadi suami Ratu itu adalah Arvin. “ keluh Armell.


“ Iya, baby. Akupun berpikir hal yang sama. “ jawab Seno sambil memeluk tubuh sang istri dari samping dan menduselkan kepalanya ke ceruk leher sang istri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2