Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Urgent


__ADS_3

📩Paris : URGENT!!!


Tring…..Tring….Tring….Ponsel beberapa orang berbunyi secara bersamaan, tapi di tempat-tempat yang berbeda. Paris mengirim pesan ke grup chat keluarga.


📩Bunda Kece : Ada apa Paris? Jangan bikin bunda cepet metong karena penasaran.


📩Kak Dan : Jangan bikin rusuh.


📩Z Vo : Don’t listen to her, my bro.


📩My Dad : Apa yang urgent, baby?


📩Paris : Daddy……Jangan panggil Paris baby…Jijey Paris dengernya.


📩My Dad : Ha…Ha….Ha…


📩Mom Syantik : Apa yang urgent, Paris ?


Satu detik….Dua detik….grup chat lengang kembali. Oknum yang di tanya dan yang akan membawa berita sedang lari terbirit-birit ke gedung sebelah gedung kelasnya. Diikuti Azkara, Jojo, Edo, dan dua sahabat lainnya yang berlari di belakang Paris.


Paris sedang berlari ke gedung kelas Ratu berada. Beberapa menit yang lalu, ada seorang pembawa berita yang mengatakan kepadanya jika saudaranya jatuh saat sedang berolahraga.


Hosh….Hosh…Bunyi nafas menderu dari sahabat-sahabat Paris.


“ Gila. Kayak pelari marathon diahhh…..Hah…Hah…” keluh Jojo di sela-sela larinya.


“ Iyahhh. Anj*rit!! Gue yang lakik aja nafas gue Senin Kamis. “ tambah Edo.


“ Puasa kali Do! “ timpal Jojo.


Sampai di pinggir lapangan olahraga, Paris berhenti berlari. Ia menetralkan nafasnya sebentar, lalu membuka aplikasi chatnya. Tanpa membaca pesa-pesan yang ada sebelumnya, Paris segera mengetik.


📩Paris : Kak Ratu jatuh di lapangan sekolah!


Setelah mengetik kalimat itu, Paris mengantongi ponselnya kembali. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling lapangan. Sepi. Tidak ada ramai-ramai yang menandakan sebuah kecelakaan yang baru saja terjadi.


“ Kemana semua orang ? “ gumam Paris sambil melihat ke sekeliling. Ia menaruh telapak tangannya untuk menutupi atas matanya supaya penglihatannya tidak silau saat mencari sosok Ratu.


Azkara yang berdiri tidak jauh di samping Paris, berlari kecil mendekati salah satu siswa yang Nampak berjalan di tepi lapangan.


“ Kakak lo udah di bawa ke UKS. “ ujar Azkara memberitahu setelah ia bertanya ke siswi tadi.


“ Oh. “ paris lalu kembali berlari tunggang langgang menuju ke UKS.


“ Hooee…Anj*rit lo. Tungguin kita!!” teriak Jojo saat melihat Paris kembali berlari. Tanpa menunggu jawaban dari Paris karena sudah pasti Paris juga tidak akan menjawab atau meresponnya, Jojo segera kembali berlari mengejar Paris dan Azkara, di ikuti oleh Edo dan dua sahabat mereka yang lainnya.

__ADS_1


Brak


Suara pintu di buka kasar dari luar. Semua yang ada di dalam ruangan menengok kea rah pintu. Berikut juga korban kecelakan kalau menurut Paris.


“ Kak, lo kenapa? Gimana ceritanya lo bisa jatuh? Apa yang sakit kak? Cepat bilang ke Paris mana yang sakit. “ Tanya Paris memberondong.


“ Ka….”


Brak


Pintu kembali di buka kasar dari luar. Membuat Ratu yang hendak menjawab pertanyaan Paris terpotong karena atensinya kembali kea rah pintu.


“ Heh. Anj*ing lo pada ya ! Kaget nih gue. Nggak bisa kalem aja buka pintunya? Kalau gue sampai kena serangan jantung dadakan, gimana? Lo mau tanggung jawab ke orang tua gue? Orang tua gue pasti pada sedih dan terpuruk kalau sampai anak gadisnya yang super duper cantik tapi jagoan ini sampai kena serangan jantung dadakan. “ omel Paris.


“ Lo tenang aja. Gue siap kok gantiin posisi lo jadi anak orang tua lo kalau sampai lo metong kena serangan jantung dadakan. Lagian orang tua lo juga pasti seneng punya anak gue. Yang pasti bergender jelas. Nggak kayak lo. Manis di dalam, tapi sepet di luar. Alias dalamnya cewek, tapi luarnya cowok. “ ejek Jojo yang tadi membuka pintu dengan kasar juga.


“ Hiss…si kakak kenapa nggak sadar diri ya? Tadi, dia kan juga buka pintunya kasar. “ bisik teman Ratu ke temannya yang lain yang sedang menunggui Ratu.


“ Paris, jangan suka menyalahkan orang lain. Kamu tadi juga buka pintunya juga kasar. Kita yang ada di dalam juga kaget setengah mati. “ protes ratu.


“ Beda kondisi kalau itu kak. Paris tadi lagi panic. Super panic. Paris khawatir sama kakak. “ sahut Paris tidak terima di salahkan juga.


“ Ck. “ Ratu berdecak.


“ Lo nggak pa-pa hon…eh Ratu? “ Tanya Edo saat tahu sahabatnya malah sibuk sendiri dengan keributan mereka. Edo menggaruk pelipisnya yang tidak gatal saat ia hampir saja salah berucap.


“ Ratu, kita kembali ke kelas dulu ya. Kan sudah ada saudara lo juga di sini. Sama kakak-kakak yang cakep-cakep ini juga. “ pamit salah satu teman Ratu.


“ Oh, iya. Makasih banyak ya..Udah nemenin gue di sini. “ sahut Ratu.


“ Adik-adik yang baik terima kasih banyak. Udah jagain dan nemenin Ratu. Karena sekarang udah ada kak Edo yang bakal jagain Ratu, so, kalian jangan khawatir lagi. “ sahut Edo dengan wjah bersinar dan berseri, yang di sambut decakan dari para sahabatnya.


“ Sok dekettt…” sindir Jojo.


“ Ya udah, kita permisi dulu, semuanya. “ pamit teman Ratu.


“ Eh, tungguin abang dik. Abang anter sampai kelas. Takutnya ada kucing garong lewat, malah berabe. “ ujar Jojo.


“ Modus. “ balas Edo.


Jojo tidak mendengarkan sindiran Jojo. Laki-laki it uterus berjalan keluar mengikuti dua gadis adik kelasnya itu keluar dari ruangan UKS. Dan diikuti juga dua teman yang lain.


Dan sekarang di dalam ruang UKS itu tinggal ada Paris, Edo, Azkara dan juga Ratu.


“ Kak Ratu bilang sama Paris, mana yang sakit. Biar Paris periksa. “

__ADS_1


“ Emang lo bisa? “


“ Eh, lo jangan lupa, nyokap bokap gue dokter semua. “


“ Tentu gue ingat. Soalnya gue kalau sakit pasti nyokap gue bawa gue ke klinik nyokap lo. Tapi kan yang dokter nyokap sama bokap elu. Bukan elu kan? “


“ Sama aja. Gue juga pengalaman kalau Cuma luka kecil. “


“ Kalian ini di sini mau nemenin Ratu, apa mau bertengkar? “ cecar Azkara dengan wajah datarnya. Kedua sahabatnya menoleh ke arahnya bersamaan lalu mencebikkan bibir mereka bersamaan juga. Membuat Ratu terkekeh pelan.


“ Paris, aku nggak pa-pa kok. Tadi pas olahraga, aku Cuma keseleo dikit pas lagi lari pemanasan. “ sela Ratu.


“ Mana yang keseleo? “ Tanya Paris dan Edo bersamaan.


“ Ck. “ mereka berdecak bersamaan membuat mereka saling tatap sebentar dengan tatapan kesal.


“ Mana yang keseleo, Ratu? Biar mas Edo pijit. “ tawar Edo.


“ Eh, jangan mau kak. Dia mana tahu pijit keseleo. Yang ada dia Cuma mau modus sama kakak. “ tolak Paris dan membuat Edo menatapnya penuh peringatan. Bukannya sungkan dan enggan, Paris malah menjukurkan lidahnya.


“ Aku udah nggak pa-pa kok. Tadi udah sempat di urut sama pak Junet, guru olahragaku. “


“ Beneran kak, udah nggak pa-pa? “ Tanya Paris memastikan. Ratu mengangguk sambil mengembangkan senyumnya.


“ Terus sekarang, kita pulang atau gimana? Kayaknya pulang aja lah ya? Kelihatannya kakak butuh istirahat. Mending istirahat di rumah daripada di sini. Sekalian biar di periksa sama bunda atau Daddy. “ ujar Paris.


“ Iya juga sih. “


“ Ya udah. Paris ke TU dulu. Minta ijin ke TU sama guru piket buat bawa kak Ratu pulang. “


Ratu mengangguk. Paris memutar badannya hendak keluar dari UKS.


“ Gue ikut lo. “ ujar Azkara.


“ Ya udah, kuy. “ jawab Paris.


Sampai di depan pintu, Paris menoleh ke arah Edo, “ Gue titip kakak imut gue sama lo. Jaga baik-baik. Jangan lo modusin. “


“ Iya..iya ah bawel. “ jawab Edo. Setelah mendengar jawaban dari Edo, da sebelum Paris benar-benar keluar dari dalam ruang UKS, Paris sempat mengacungkan kepalan tanagannya ke Edo.


“ Ka…Tempel terus. Jangan kasih kendor. “ teriak Edo dari dalam UkS. Tapi yang di kasih peringatan hanya diam dengan wajah datarnya.


“ Emang ada apa sama kak Azka? Siapa yang mau di tempel? “ Tanya Ratu saat ia sudah tinggal berdua dengan Edo.


“ Mas Edo kasih sebuah rahasia. Tapi Ratu harus janji, jangan bilang sama siapa-siapa. Apalagi sama si Paris cewek jadi-jadian itu. “ ucap Edo. Dan Ratu mengangguk mengiyakan. Lalu Edo bercerita tentang siapa menempel siapa. Baru asyik bercerita dan mengobrol, pintu ruang UKS kembali di buka dengan kasar.

__ADS_1


Brak


bersambung


__ADS_2