Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Siswa baru


__ADS_3

" Diam semua…..Ada Mr. Killer. “ seru salah satu teman Paris satu kelas.


Gruduk…..Gruduk…..Gubrak…..Gubrak….Suara gaduh memenuhi ruangan kelas XII IPA-4. Mereka berlaruan kocar-kacir menuju tempat duduk mereka masing-masing. Ada yang menyunggi bangku di atas kepalanya, ada yang mendorong meja maupun bangku ke tempat asalnya.


“ Ka, ngapain Mr. Killer pagi-pagi kesini? “ bisik Paris ke Azkara teman satu bangkunya yang sekaligus ketua kelas XII IPA-4.


Azkara hanya mengendikkan bahunya tanpa menoleh ke arah Paris.


“ Hari in kan nggak ada mapelnya dia. Apa mungkin ada pengumuman pulang pagi kali ya? “ bisik Paris Kembali.


Pak Samsul, yang biasa di panggil Mr. Killer oleh siswanya adalah wali kelas kelas XII IPA-4. Kenapa beliau di panggil Mr. Killer? Yah, itu karena Pak Samsul sang notabennya adalah guru Matematika adalah guru yang berhati dingin karena beliau sangat galak. Bahkan tangannya juga dingin karena beliau sangat pelit dalam memberi nilai kepada siswanya. Tidak ada kata-kata nilai belas kasih atau welas asih. Beliau akan memberikan nilai sesuai apa yang di dapat oleh siswanya. Tidak ada menambahi nilai hingga KKM tanpa usaha siswa sendiri.


“ Lu maunya pulang pagi melulu. Ingat, kita tuh udah mau ujian. Ini udah bulan Januari. Akhir Maret kita udah ujian sekolah. “ Azkara mengingatkan.


“ Ck. Haizzz…Lu nggak usah khawatir. Lu tahu kan, otak gue encer. Cerdas. Belajar bentar doang juga bakalan dapat nilai sempurna. Yaa….meleset dikit dapat 90 lah. “ sahut Paris berbangga hati.


“ Assalamu’alaikum….Selamat pagi epribadeh…..” salam dari Pak samsul sang Mr. Killer dengan suara yang membahana di setiap sudut kelas.


“ Everybody, mister. “ ujar Paris membenarkan.


“ Yu satap setengah bule. “ sergah Mr. Killer sambil menunjuk wajah Paris dengan jari telunjuknya. Mr. Killer suka sekali menggunakan Bahasa Inggris. Bukannya memang mahir, tapi hanya sok-sokan gaya kalau menurut gengnya Paris. Karena beliau selalu salah dalam mengucapkan. Logat medok jawanya tidak bisa ia tinggalkan.


“ Shut up kali mister. “ Paris masih saja menjawab omongan Mr. Killer.


“ Yu jangan mentang-mentang anak bule ya. Sok gaya bisa Bahasa inggris. Sok gaya ngajari saya. “ sahut Mr. Killer.


“ Ya… “ baru saja Paris mau menjawab lagi, tangan Azkara sudah membekap mulutnya. Membuat Mr. Killer tersenyum menyeringai.


“ Selamat pagi semuanya.. “ Mr. Killer mengulangi salamnya karena yang tadi belum di jawab oleh para siswanya.

__ADS_1


“ Selamat pagi mister…….” Salam balik dari seluruh kelas bersamaan.


“ Kalian pasti bertanya-tanya kenapa pagi-pagi begini saya datang ke kelas ini. Padahal hari ini tidak ada jam mata pelajaran saya. Pagi ini, saya sebagai wali kelas kalian akan memperkenalkan kepada kalian seorang siswa baru. Mungkin dari kalian ada yang sudah tahu jika hari ini, sekolah kita kedatangan siswa baru. “ jelas Mr. Killer.


“ Mana siswa baru itu mister? “ tanya salah satu siswi.


“ Sebentar. Kamu ini tidak sabaran saja. Kalau di suruh mengerjakan soal di depan saja kamu Sukanya pura-pura tidur. “ sinis Mr. Killer.


Siswi yang di maksud Mr. Killer langsung menenggelamkan kepalanya di belakang punggung Jojo, sahabat Paris.


“ Agam….” Panggil Mr. Killer. “ Masuklah kemari. “ lanjutnya.


Tak berselang lama, sosok laki-laki tampan, hidung mancung, alis tebal, postur tubuh tinggi. Dan bisa di pastikan jika perut laki-laki itu kotak-kotak. Riuh suasana dalam kelas XII IPA-4 dalam seketika.


“ cakep bener. “


“ Sesuai gossip yang beredar. “


“ Mau dong di godain. “


Berbagai celetukan dari para siswi terdengar. Mungkin hanya seorang Paris saja satu-satunya siswi yang terlihat cuek. Bahkan dia tidak melihat ke arah laki-laki sedikitpun. Siswa baru tampak santai dengan tatapan mata datarnya. Tidak ada wajah songong yang ia perlihatkan karena hampir semua siswa perempuan di kelas itu mengagumi ketampanannya. Matanya justru melihat sebentar ke arah satu-satunya gadis yang tidak mengagumi ketampanannya. Bahkan gadis itu terkesan sangat cuek. Sekilas siswa baru itu mengangkat sudut bibirnya samar.


“ Agam, perkenalkan dirimu kepada teman-temanmu. “ titah Mr. Killer.


Siswa baru itu memandang Mr. Killer dan menganggukkan kepalanya sedikit.


“ Selamat pagi semuanya. “ sapa siswa baru itu.


“ Selamat pagi…. “ sapa para siswi dengan hebohnya.

__ADS_1


Siswa baru itu tersenyum tipis, saat gadis yang terlihat cuek tadi menatap ke arahnya dengan sedikit binar di mata gadis itu. Hati siswa baru itu menjadi berdesir halus. Gadis yang di maksud siswa baru tadi si Paris tentu saja.


‘ Lumayan juga tuh bocah. ‘ batin Paris saat ia melihat ke arah depan untuk melihat teman barunya itu.


“ Perkenalkan, nama saya Agam Ammar Permana. Kalian bisa memanggil saya Agam. Saya pindahan dari kota Semarang. “ siswa baru yang bernama Agam itu memperkenalkan diri dengan bahasa formalnya. Ia membungkukkan tubuhnya sedikit dan sebentar setelah memperkenalkan dirinya.


“ Kalian lihat kan…Laki-laki dari Jawa itu genteng-ganteng. Seperti saya, seperti Agam juga tentunya. “ ujar Mr. Killer dengan pedenya.


“ Huuuuu…..” sahut siswa satu kelas membuat Mr. Killer berdecak kesal.


“ Agam. Kamu duduk diii…….” Ujar Mr. Killer sambil melihat ke isi kelas, mencari tempat duduk yang masih kosong. “


“ Sini saja mister. Duduk di sebelah saya aja. Si Etik ikhlas untuk pindah kok mister. “ celetuk salah satu siswi. Dan plak…bunyi lengan di gaplok oleh seseorang. Si Etik ternyata tidak terima di suruh pindah. Ia memukul lengan teman sebangkunya sambil menatap tajam kesal dengan sahabatnya itu. Dan si tersangka hanya tersenyum cengar-cengir.


“ Agam, sepertinya ada bangku kosong di deretan sana. “ tunjuk Mr. Killer. “ Duduklah di sana. “ lanjutnya.


“ Iya, terima kasih, pak. “ ucap Agam.


“ Semoga kamu betah berada di sekolah ini. Dan selamat bergabung di kelas super ruwet ini. “ ujar Mr. Killer sambil menepuk pelan bahu Agam. Agam hanya tersenyum dan mengangguk. Ia lalu berjalan menuju bangku kosong yang di tunjukkan oleh Mr. Killer tadi. Bangku yang berada di deretan sebelah deretan Paris duduk. Sehingga posisi mereka lumayan dekat.


Agam melihat ke arah Paris saat ia hendak duduk di bangkunya. Dan ternyata, paris juga sedang meliriknya sehingga tatapan mata mereka kembali bertemu. Agam tersenyum manis ke arah Paris. Tapi Paris langsung membuang pandangannya. Ia sedikit duduk menyerong supaya ia tidak bisa melihat ke arah Agam yang berada di sebelahnya. Agam justru semakin tersenyum melihat sikap gadis yang membuat hatinya berdesir.


“ Ka, entar habis istirahat, kita tukeran tempat ya. “ pinta Paris sambil berbisik.


“ Kenapa emangnya? “ tanya Azkara.


“ Nggak kenapa-napa. Pengen pindah aja. Ganti suasana. “ jawab Paris.


‘ Bisa gawat kalau gue tetap ada di sini. Bisa-bisa jantung gue di bedah sama Daddy. Dan bunda bakalan nangis kejer kalau jantungku bermasalah. ‘ ujar Paris dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2