Cinta Datang Karena Terbiasa

Cinta Datang Karena Terbiasa
Tidak ingin mengecewakan


__ADS_3

Hari berganti dengan bulan. Tak terasa, kini Paris sudah lulus SMA, dan Ratu naik ke kelas XII. Tak terasa pula, hari pernikahan antara Paris dan Agam, juga hari pertunangan Ratu dan Rendra mendekati hari H. Tapi baik Paris maupun Ratu, keduanya tidak merasa bahagia sama sekali. Pernikahan dan pertunangan yang sama sekali tidak mereka inginkan.


Ratu akhirnya tahu dengan siapa ia akan di tunangkan meskipun itu terjadi kesalahpahaman antara dirinya juga Arvin tentu saja.


Malam itu, terakhir kalinya Ratu mengirimkan pesan ke Arvin, yang akhirnya ia memutuskan untuk menerima pertunangannya dengan Rendra.


📩


‘ Bang, kenapa abang menghindari Queen terus? ‘


‘ Abang bohong ya kalau abang sayang sama Queen? Abang bohong ya kalau abang cinta sama Queen? ‘


Setelah menunggu beberapa saat, pesan itu masih tetap bercentang abu, meskipun sudah bercentang dua. Ratu kembali menghela nafas panjang sambil menyeka air mata yang jatuh tanpa ia inginkan. Hatinya begitu sakit menghadapi sikap Arvin. Arvin seolah-olah hanya mempermainkannya.


Ratu menulis pesan kembali.


‘ Abang tega sama Queen. Abang udah ambil hati Queen tanpa bersisa. Abang juga udah ambil first kiss nya Queen. Tapi abang malah tega giniin Queen. Sekarang di saat seharusnya Queen bahagia karena akhirnya kita bisa bersama-sama seperti ucapan abang waktu itu, sikap abang malah kayak gini. Abang bahkan meminta Rendra buat gantiin abang jadi tunangan Queen. Abang jahat tahu nggak sih?? ‘


Masih tetap sama. Pesan itu seolah tak terbaca. Padahal di tempat yang berbeda, Arvin sedang membaca semua pesan-pesan yang di kirimkan oleh Ratu. Hatinya juga sakit. Hatinya juga sedih. Ingin rasanya ia berlari menghampiri Ratu dan memeluknya. Ia tahu, saat ini Queennya pasti sedang menangis, seperti dirinya saat ini.


“ Maafin abang, sayang. Abang sungguh pengecut. Abang nggak berani menghadapi kenyataan untuk bertemu Daddy juga mommy untuk meminta dirimu kepada mereka. Maaf… Hiks…. Hiks…” gumam Arvin dengan air mata yang jatuh di pelupuk matanya.


Tring. Ponsel Arvin kembali berbunyi. Sebuah pesan masuk kembali di ponselnya. Arvin segera membuka pesan itu.


📩


‘ Bang, terakhir Queen tanya sama abang. Bang Arvin, abang beneran sayang nggak sama Queen? Queen minta balas pesan Queen ya bang. Queen tunggu malam ini jawaban abang. Kalau abang nggak jawab, berarti abang nggak sayang sama Queen. ‘


Arvin membaca pesan itu dengan tangan bergetar. Ingin rasanya ia membalas pesan itu dan mengatakan betapa dirinya sangat mencintai seorang Queen. Tapi lagi-lagi dirinya tidak berdaya. Ia tidak ingin menghancurkan kebahagiaan semua orang. Kebahagiaan keluarganya. Arvin meletakkan kembali ponselnya ke atas meja. Lalu ia mengambil sebuah paspor dari dalam laci. Paspor dan tiket pesawat.


Yah, Arvin telah memutuskan untuk pergi ke London, ke tempat ayah kandungnya. Ia telah menerima tawaran sang Daddy untuk melanjutkan kuliah di sana sambil mengambil alih perusahaan sang Daddy. Arvin telah membeli tiket tepat di saat acara pertunangan Ratu dan Rendra. Arvin tidak akan sanggup hidup satu kota, bahkan satu negara dengan gadis yang sangat ia cintai tapi tidak mampu untuk di milikinya.

__ADS_1


Tok Tok Tok


Bunyi pintu kamar terketuk dari luar.


“ Masuk. “ ucap Arvin dari dalam kamar. Ia segera menyeka kembali air matanya.


Ceklek


Pintu terbuka dari luar, dan segera kembali tertutup.


“ Ayah. “ sapa Arvin. Ternyata Dion yang mendatangi kamarnya. Lalu Dion duduk di dekat meja belajar Arvin. Tanpa sengaja, mata Dion menangkap sebuah paspor dan tiket pesawat di atas meja itu.


“ Arvin, paspor dan tiket siapa itu? “ tanya Dion.


“ Oh, ini punya Arvin yah. Siapa tahu Arvin pengen jalan-jalan. Sebentar lagi kan liburan semester yah. “ jawab Arvin dengan nada suara sedikit gugup.


Dion yang sudah terbiasa menjadi asisten tuan Adiguna selama bertahun-tahun lamanya, bahkan sudah seperti seorang detektif, tidak mempercayai begitu saja ucapan Arvin. Dengan sedikit paksa, ia mengambil paspor dan tiket pesawat itu. Matanya memicing setelah membaca tujuan dari tiket pesawat itu.


Arvin menunduk, lalu menarik nafas panjang. “ Maaf, yah. “ ucapnya lirih.


Dion menghela nafas panjang, lalu duduk di tepi ranjang Arvin yang bersebelahan dengan meja belajarnya. Sehingga kini mereka duduk saling berhadapan.


“ Kenapa kamu tiba-tiba memutuskan sesuatu tanpa mengatakan papun sama ayah juga sama mama? “ tanya Dion dengan suara halus. Ia mencoba membuat Arvin berkata jujur.


“ Maaf, ayah. Bukannya Arvin sengaja melakukannya. Cuma, Arvin nggak pengen merusak kebahagiaan keluarga ini. Kalian sedang sibuk juga mengurus persiapan pertunangan Rendra. “ jawab Arvin.


“ Bukankah dulu kamu bilang, kamu tidak suka tinggal di luar negeri? Bukankah kamu bilang kamu lebih senang tinggal sama mama juga sama ayah? “ tanya Dion kembali.


“ Maaf ayah. Setelah Arvin pikir-pikir, Arvin kasihan juga sama Daddy Robert. Beliau hidup sebatang kara di sana. Dan kesehatan beliau juga sudah sering drop. Jadi apa salahnya jika di saat hari tua Daddy Robert, Arvin menemaninya. Mengurusnya. Mengurus perusahaan Daddy juga di sana. “ jawab Arvin tanpa mau memandang ayahnya. Arvin tidak ingin Dion mengetahui kebohongannya.


“ Arvin, kalau bicara sama ayah, jangan nunduk. Tatap mata ayah. “ ujar Dion tegas.

__ADS_1


Arvin mengusap wajahnya kasar, lalu memijit pelipisnya. Ia tidak bisa menjawab apa-apa.


“ Kenapa kamu susah sekali jujur sama kami? Kami ini orang tuamu, Arvin. Berbagilah sama kami jika kamu memang ada masalah. Masalah tidak akan bisa selesai kalau kamu hanya memendamnya saja. “ ujar Dion. Arvin membuang mukanya ke samping. Ia masih bingung harus mengatakan apa ke ayahnya.


“ Setidaknya, katakan sama ayah. Jika memang kamu tidak bisa mengatakannya ke mamamu. Maka ayah yang akan mengatakan ke mama. “ Dion menjeda omongannya sebentar untuk menarik nafas dalam-dalam. “ Yah, meskipun ayah sudah tahu alasan kenapa kamu tiba-tiba ingin pergi ke kota Daddy kamu. “ lanjut Dion.


“ Ayah tahu, kamu sengaja menghindari pertunangan Rendra. “ lanjut Dion lagi. Seketika, Arvin memandang sang ayah.


Dion mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum tipis. “ Sepertinya dugaan ayah benar. “


“ Maksud ayah? “


“ Sebenarnya ayah sudah tahu tentang ini sejak lama. Tapi ayah sengaja diam saja. Bahkan saat Seno mengusulkan tentang perjodohan, ayah masih diam saja. Ayah menunggu kamu untuk jujur. Ayah menunggu kamu untuk tidak menjadi pengecut. “ sindir Dion. Arvin kembali hanya bisa mengalihkan pandangannya ke samping. “ Ayah tahu, kamu menyukai Ratu. “


Blam. Sontak Arvin langsung memandang sang ayah. Sedangkan Dion, memberikannya senyuman tipis.


“ Sekarang ayah tanya langsung sama kamu. Jangan jadi pengecut. Benar kan, kamu mencintai Ratu? “ tanya Dion dengan nada tegas. Nada bicara yang paling membuat Arvin selalu merasa sungkan terhadap sang ayah.


“ Maaf ayah. “ jawab Arvin lirih.


Dion mengusap wajahnya kasar. “ Kenapa harus meminta maaf? Hem? Apa salah kamu? “


“ Maaf, karena Arvin sudah mengecewakan semuanya. Mengecewakan ayah. Sungguh ayah. Arvin benar-benar tidak tahu jika kalian sudah merencanakan perjodohan Queen dan Rendra semenjak mereka belum lahir. Jika Arvin tahu, maka Arvin tidak akan pernah memupuk perasaan Arvin ke Ratu ayah. “ ucap Arvin.


Dion kembali menghela nafas berat. “ Ayah memang pernah mengatakan untuk menjodohkan putra ayah dengan putrinya Seno. Tapi ayah tidak pernah mengatakan kalau itu adalah Rendra. Putra ayah ada dua. Karena kamu juga putra ayah. Hanya satu hal yang ayah kecewa dari kamu. Kenapa kamu diam saja saat Seno mengatakan akan menjodohkan Ratu dengan Rendra? “


“ Ayah sebenarnya menunggumu untuk berkata jujur kepada kami jika kamu menyukai Ratu. Tapi ternyata ayah salah. Kamu justru pergi dan menghindar dari semuanya. Sekali lagi ayah katakan, Rendra memang putra kandung ayah. Tapi bagi ayah, kamu juga putra kandungku. Ayah tidak pernah membeda-bedakan kalian. Jika Rendra punya kesempatan untuk di jodohkan dengan Ratu, maka kamupun sama. “ lanjut Dion.


Tapi Arvin langsung menggeleng. “ Tidak ayah. Arvin tidak ingin mengecewakan Daddy El dan mommy. Mereka pasti akan sangat kecewa jika tahu Arvin dengan lancang mencintai putri mereka. “


“ Arvin, kamu belum mencoba bicara dengan mereka. Belum tentu pendapat mereka seperti apa yang kamu pikirkan selama ini. Apa kamu rela membiarkan gadis yang kamu cintai menjadi milik orang lain? Meskipun dia adalah adikmu sendiri. “ tanya Dion.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2